Diberitakan sebelumnya terkait kabar Petinggi BRI Malang yang meninggal dunia akibat terjangkit covid-19, dikhawatirkan meluas ke pejabat BRI di sejumlah daerah.
Karena tidak menutup kemungkinan mereka melakukan kegiatan rapat atau sejenisnya yang melibatkan pejabat di daerah sehingga ada kemungkinan terjangkit virus tersebut. Saat itu diketahui, ada 30 pekerja BRI Malang yang positif covid. Beberapa di antaranya juga disebutkan telah meninggal dunia karena komorbid atau penyakit penyerta.
Baca Juga : Bagikan Obat Herbal dari Kapolda, Kapolres Malang: Diminum 3 Kali ya Bu
Malik selaku Humas BRI Cabang Kota Madiun menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan rapid test mandiri di RSI Madiun bagi sebanyak 400 karyawan.
“Kami pihak Bank BRI berupaya melakukan rapid test mandiri di RSI Madiun sejumlah 400 karyawan. Setiap hari kisaran 80 karyawan melakukan Rapid Test secara bergantian selama satu minggu ini,” katanya.

Awalnya pihak BRI akan mengumumkan secara resmi hasil Rapid Test tersebut pada senin 20 Juli 2020, namun disayangkan hal tersebut dibatalkan.
"Mohon maaf sebelumnya, untuk hal ini saya koordinasikan dengan atasan saya dan kanwil malang. Segala hal terkait hal tersebut harus sepengatahuan kanwil dan atasan Mas," kilah Malik.
Kemuduian pada Rabu (22/7) kembali dilakukan konfirmasi ke pihak humas BRI terkait hasil Rapid Test. Sayangnya konfirmasi dan telepon tidak mendapatkan jawaban.
Baca Juga : Satu Tempat Karaoke Ditutup, Tim Gabungan Temukan 40 Tempat Kerumunan Tak Taat Aturan
Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengatakan hingga saat ini pihaknya belum ada laporan atau informasi terkait hal itu. “Sampai sekarang belum ada laporan terkait hasil Rapid Test yang dilakukan oleh pihak Bank BRI,” katanya.
Noor mengatakan, bagi pihak yang melakukan Rapid Test secara mandiri memang tidak wajib melaporkan. "Kalau pemeriksaannya mandiri memang tidak wajib melaporkan kecuali, hasilnya positif," pungkas Noor Aflah.
