Hampir setiap ada kejadian yang memakan korban jiwa di Pantai Selatan di Pulau Jawa mitos tentang Nyi Roro Kidul selalu menyeruak.
Terakhir, dua orang Yakni Frendi (18) dan Doni (19) pemuda asal Gedangan Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung yang hilang diterjang ombak menjadi buah bibir warga soal larangan berkunjung di pantai.
Teka-teki sebelum akhirnya ditemukan sempat ramai di masyarakat jika saat ke Pantai Selatan ada larangan tak tertulis berupa memakai pakaian warna hijau.
Mitos ini sering terdengar dan selalu disangkutpautkan dengan hilangnya orang.
"Larangan memakai baju hijau ini sebenarnya hanya mitos," kata Sukardi (59) paranormal yang tinggal dekat pantai di laut selatan Tulungagung.
Lanjut Sukardi, dari cerita turun temurun Nyi Roro Kidul yang merupakan penguasa laut selatan konon menyukai orang yang berpakaian hijau yang akan dijadikan prajuritnya.
"Karena kesenangannya Nyi Roro kidul penguasa pantai selatan itu memakai emban warna hijau dan jika ada bangsa manusia yang pergi ke laut selatan memakai pakaian warna hijau maka akan menjadi incaran ratu dedemit tersebut," kata Sukardi, Selasa (30/04) siang.
Seperti kisah rakyat yang berkembang, bahkan Nyi Roro Kidul digambarkan di berbagai lukisan, kerap kali dilukis sebagai sosok wanita yang mengenakan pakaian berwarna hijau.
Secara logika mitos ini sebenarnya telah terjawab, bahwa larangan mengenakan pakaian warna hijau tidak berkaitan dengan Nyi Roro Kidul seperti yang selama ini di percaya.
Larangan tersebut dibuat karena warna air di Pantai Selatan yang kehijauan.
Sehingga, apabila tenggelam maka korban sulit untuk ditemukan.
Walaupun Nyi Roro Kidul hanya sekedar mitos, tetapi tidak sedikit wisatawan dan masyarakat yang mempercayainya.
Sehingga, siapapun yang akan berkunjung ke Pantai Selatan enggan untuk mengenakan pakaian hijau.
Saat korban pertama ditemukan, ternyata Frendi tidak memakai pakaian hijau seperti dugaan beberapa masyarakat.
Frendi terlihat memakai kaos biru dengan sepatu merah saat ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Kepolisian dan masyarakat nelayan sekitar.
