Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Jorok..!! Banjir Sampah di Pantai Coro, Tanggung Jawab Siapa?

Penulis : Anang Basso - Editor : A Yahya

16 - Dec - 2018, 00:05

Placeholder
Pantai Coro yang terkenal eksotis dibanjiri sampah / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Seperti langganan tiap tahun, sampah dengan jumlah banyak selalu mencemari pantai di kawasan selatan Tulungagung. Hal ini juga terjadi di pantai Coro yang masuk desa Besole Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Beragam sampah menumpuk di sepanjang pantai yang eksotis itu. Di antaranya sampah bongkot kayu, bambu hingga bangkai hewan. "Sudah beberapa hari begitu banyak sampah, jika dibersihkan hanya dengan cara manual ini akan sulit diatasi," papar Damis (45) masyarakat Gerbo Desa Besole Kecamatan Besuki Sabtu (15/12) siang.

Sampah yang diduga berpuluh ton jumlahnya itu membuat repot pengelola wisata. Selain itu juga mengganggu pengunjung. Para wisatawan dibuat risih dengan adanya tumpukan sampah tersebut. "Kita sudah keluarkan tenaga dan biaya banyak untuk pembersihan, jika terus seperti ini pengunjung juga tidak mau datang," tambahnya.

Sementara itu, manajer pengelola warna wisata pantai Coro Supardi (51) saat dikonfirmasi mengatakan jika sampah di laut dan di beberapa tempat wisata pantai merupakan masalah serius. Dampak dari sampah itu menurutnya akan mengganggu keindahan tempat wisata sekaligus berdampak pada anjloknya pendapatan. "Saya bingung juga, ini terjadi tiap tahun saat musim hujan tiba dan hampir disemua pantai," katanya.

Kiriman ribuan ton sampah itu menurut Supardi merupakan kiriman dari aliran sungai yang bermuara di laut Sidem. "Seharusnya pihak pengelola pintu air lebih ketat menyaring masuknya sampah sebelum masuk ke laut lepas," harap Supardi.

Pihaknya sudah berusaha koordinasi dengan pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sidem, namun belum dapat respon baik. Tujuannya agar bisa bersama-sama mencari solusi masalah sampah, jika harus membersihkan sendiri, dibutuhkan biaya yang sangat besar. "Saya datang ke PLTU karena harusnya PLTU kena dampak pertama, namun responnya kurang baik," ceritanya

Menurut Supardi, jika sungai di Tulungagung dan Trenggalek yang bermuara ke Terowongan Neyama tidak mampu menyaring sampah maka PLTU Sidem akan jadi pihak pertama yang dilewati sampah sebelum air ke lautan. "Kemudian sampah akan masuk laut dan menyebar ke pantai di sekitarnya, kita ingin adanya solusi dari hilir ke hulu dengan koordinasi dengan lintas sektoral, saya kurang tahu ini menjadi tanggung jawab siapa. Apakah PLTU, Perum Jasa Tirta (PJT), Balai Brantas atau pemerintah Kabupaten Tulungagung," paparnya

Sebagai pengelola wisata pihaknya berharap agar masalah sampah dapat di respon oleh pihak terkait mengingat semua kewajibannya telah dilaksanakan. "Kita ini sebagai pengelola investasi besar untuk mengembangkan wisata, ada kewajiban yang harus kita penuhi. Kita berharap agar sampah menjadi perhatian bersama," ungkapnya. 

Pengelolaan wisata itu sendiri menurut Supardi melibatkan pihaknya selaku investor, pemerintah desa dan Perhutani. Kewajiban yang dimaksud meliputi pengadaan fasilitas jalan, penghijauan dan sarana lain serta partisipasi masyarakat untuk membuat tempat wisata menarik. Hasilnya juga di bagi sesuai prosentase pendapatan dari tiket masuk yang telah ditentukan. "Kita bingung bagaimana cara mengatasi sampah ini agar kedepan wisata pantai menjadi tempat yang nyaman bagi para wisatawan tanpa sampah seperti ini," pungkasnya. 


Topik

Peristiwa tulungagung berita-tulungagung pantai-Coro wisata-tulungagung banyak-tumpukan-sampah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa