Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Jaran Ngesot Jadi Perhatian Cak Thoriq di Festival Jaran Kencak Lumajang 2018

Penulis : Pawitra Huda Pradana - Editor : Yunan Helmy

02 - Dec - 2018, 19:38

Placeholder
Atraksi kuda di Festival Jaran Kencak 2018. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

Untuk kali kesekian, Festival Jaran Kencak digelar Pemkab Lumajang. Tahun ini festival yang sama juga digelar sebagai rangkaian Hari Jadi Lumajang (Harjalu) Ke-763. Festival Jaran Kencak 2018 start di GOR Wirabhakti Lumajang dan finis di Alun-Alun Lumajang, Minggu (02/12/2018).

Sebanyak 150 ekor kuda ikut serta dalam acara ini, terdiri dari 120 kuda pengantin dan 30 kuda atraksi. Festival Jaran Kencak menjadi salah satu upaya Pemkab Lumajang untuk memberikan motivasi bagi seniman jaran kencak untuk terus berkesenian.

Festival ini dibuka oleh bupati dan wakil bupati Lumajang, Cak Thoriq dan Bunda Indah. Dalam sambutannya, Cak Thoriq sempat melontarkan joke segar dalam berkomentar tentang kesenian Jaran Kencak. "Bukan hanya jaran kencak, tadi malah ada jaran ngesot," ungkap Cak Thoriq.

Dalam kesempatan ini, bupati Lumajang juga mengungkapkan bahwa Pemkab Lumajang siap mengangkat kesenian ini. Di atas panggung, Cak Thoriq terang-terangan menginstruksikan kepada Kepala Disparbud Lumajang Deni Rohman untuk memberikan hibah kepada seniman jaran kencak di Lumajang.

Peserta Festival Jaran Kencak 2018. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)
 

"Ini sudah ada paguyubannya apa belum? Ada kegiatan rutinnya tidak? Kalau ada paguyubannya, pemerintah bisa memberikan hibah kepada para seniman. Saya dan Bunda Indah juga akan mengusulkan festival ini agar bisa jadi agenda nasional," ucap dia.

"Kita harus terus melestarikan kesenian sebagai kebanggaan Lumajang. Melestarikan budaya bangsa dan terus menggali potensi asli yang ada di Lumajang," ungkap Bunda Indah di tempat yang sama.

Sementara itu Indrijanto, kabid Kebudayaan Disparbud Lumajang, dalam sambutannya menyatakan akan tetap berkomitmen untuk menggelar acara ini setiap tahun dalam rangka pelestarian dan pengembangan seni budaya di Lumajang.

"Festival ini rutin digelar Disparbud Lumajang setiap tahun sejak 2011. Apalagi jaran kencak telah diakui sebagai warisan budaya Indonesia tak benda sekaligus sudah diakui sebagai kesenian asli Lumajang," pungkasnya. (*)

 


Topik

Agama lumajang berita-lumajang Festival-Jaran-Kencak-2018



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Pawitra Huda Pradana

Editor

Yunan Helmy