Kesurupan massal kembali terjadi di institusi pendidikan di Tulungagung. Kesurupan yang kesekian kalinya terjadi di SMK Negeri 2 Boyolangu yang melibatkan belasan siswa mengalami tingkah aneh tidak semestinya.
"Pas sedang asyik karena penutupan acara bela negara, ada yang histeris dan ada yang berjoged. Bahkan ada yang meraung seperti tingkah hewan," jelas satu siswa yang enggan di sebutkan namanya.
Tak lama berselang Tulungagung TIMES mendapatkan informasi, di beberapa Postingan Facebook juga terlihat beberapa aku mengunggah foto suasana panik akibat kejadian kesurupan itu.
"Telah terjadi kesurupan di SMKN 2 Boyolangu,sore tadi pukul 16.30 wib. Ada10 siswi kesurupan histeris. Setelah tau kalau banyak yang kesurupan, lalu para siswa-siswi pada berhamburan keluar dari halaman sekolah,saking paniknya, tuk menyelamatkn diri. Bahkan orang tua wali yg menjemput anaknya, juga panik," tulis Akun Azega pada salah satu group informasi terbesar di Tulungagung Icethe
Kepala Sekolah SMKN 2 Boyolangu Zamroji saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kesurupan massal di sekolahnya. Menurutnya, kesurupan akibat euforia anak didiknya setelah acara Diklat Bela negara selama tiga hari ini.
"Hari ini penutup, karena semua ingin tampil maka acara yang seharusnya di tutup jam 14.00 wib jadi mundur," papar Zamroji
Sekolah tidak bisa membatasi waktu, mengingat ada lima jurusan yang semuanya semangat tampil bernyanyi karena suasana yang riang gembira. "Akhirnya penunggu sekolah ini yang rupanya tidak terima dan merasa terganggu sehingga beberapa siswa mengalami kejadian kesurupan," tambahnya
Zamroji menceritakan anak yang kesurupan mengalami beberapa tingkah aneh. Ada yang berteriak dan meraung, ada yang "kemayu" seperti peragawati dan tingkah aneh lain.
"Kejadian kan tidak satu dua kali, jadi para pengajar disini sudah paham cara mengatasi. Biasanya, ditanya dari kelas mana dan dituntun ke tempat dia berasal lalu dibacakan doa dan sadar," jelasnya
Begitu telah dapat di atasi, siswa yang mengalami kesurupan langsung diminta pulang. Hingga jelang maghrib, masih ada dua siswa yang sulit diatasi, namun akhirnya dengan segala upaya keduanya dapat sadar. "Dua siswa agak sulit, hingga maghrib tadi baru dapat di atasi," paparnya
Kepala sekolah akan melakukan evaluasi dan atas kejadian tersebut kedepan membatasi jam pulang siswa agar tidak terlalu sore. "Sudah banyak pesan agar siswa jangan hura-hura di sekolah, kita akan upayakan memberi pagar pada sekolah ini karena dari cerita pendahulu yang disini, banyak hal mistis yang dipercaya telah menghuni kawasan sekolah ini sejak ratusan tahun lalu," pungkas Zamroji.
