Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

TNI AL Bebaskan ABK dan Nakhkoda yang Disandra Teroris di Probolinggo

Penulis : Agus Salam - Editor : Heryanto

25 - Oct - 2017, 03:06

Placeholder
Pasukan Kopaska, saat operasi pembebasan sandra di perairan laut Probolinggo (Foto : Agus Salam/ProbolinggoTIMES)

TNI Angkatan Laut, Naval Special Warefare 17, Satkopaska Koarmatim, berhasil menyelamatkan sejumlah ABK nelayan yang disandra teroris, Senin (23/10) sekitar pukul 20.00 WIB.

Tak hanya itu, penyelamatan Sandra yang dikomandani , Komandan Satpaska Koarmatim, Mayor Laut Dominikus Tedju tersebut, juga berhasil membebaskan Sandra di pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo.

Berikutnya, TNA AL yang dibantu pasukan elit Komando Pasukan Katak (Kopaska) tersebut, juga berhasil melumpuhkan dan menangkap petinggi teroris di perairan pantai Bentar.

Para teroris yang diamankan, kemudian dibawa ke kantor keamanan laut terpadu (Kamladu) di areal Pelabuhan Perikanan Mayangan, (PPM) Kota Probolinggo, untuk selanjutnya dibawa ke koarmatim Surabaya.

Dalam aksi pembebasan Sandra yang berlangsung petang hingga dinihari itu, sejumlah ABK dan Nakhkoda kapal TB Multi Asia IX GT 142 No 5865/IIk 2014 II No 7306/L, berhasil diselamatkan. Begitu juga warga Pulau gili yang disandra teroris, juga berhasil diselamatkan.

Operasi senyap pembebasan Sandra, dimulai saat menerima laporan, jika kapal nelayan di perairan kota Probolinggo dan warga gili disandra kawanan teroris.

Kawanan teroris menyandera nakhoda dan kepala kamar mesin dan awak kapal nelayan dan meminta tebusan. Melalui selulernya, pimpinan teroris meminta tebusan sebesar Rp 500 juta kepada pemilik kapal asal lhoksumawe Sumatra tersebut.

Pembicaraan antara pimpinan teroris dengan pemilik kapal disadap oleh Angkatan laut Lhokesumawe. Tawar menawar kesepakatan uang tebusan berlangsung a lot dan pada akhirnya disepakati Rp60 juta.

Rencananya, uang diantar ke tengah laut, namun pimpinan teroris menolak dan meminta untuk ditransfer via bank. Beberapa saat kemudian, kapal nelayan yang disandra, melalui seluler pimpinan teroris, terpantau di titik koordinat wilayah perairan Probolinggo.

AL Sumatera lalu mengontak koarmatim Surabaya, untuk segera berangkat ke Kota Probolinggo. Kpaska Banyuwangipun didatangkan untuk membanti penyergapan untuk menyelamatkan para sandera.

Dan sebagai komandan pembebasan Sandra, ditunjuk Mayor Domi. 39 pasukan yang hendak melakukan operasi senyap, penyelamatan di tengah laut dibagi dua tim.

Tim pertama bertugas pembebasan Sandra kapal di tengah laut, sedang tim kedua bertugas penyelamatan sandera di dermaga Pulau Gili. Kedua tim itu akhirnya berangkat menuju tempat yang telah terpantau sebelumnya.  

Kapal Sea Reader yang dinaiki pasukan penyelamatan Sandra kapal nelayan, tidak mendekat ke penyandra., tetapi memantau dari kejauhan. Agar tidak terjadi korban, kopaska yang diperintah menyergap penyandra.

Sejumlah pasukan kopaska dengan senjatanya langsung terjun ke dalam laut dan berenang mendekati kapal. Hanya berlangsung beberapa menit, terdengar tembakan di napal nelayan.

“Teroris berhasil dilumpuhkan. Dan kapal nelayan sudah dikuasai pasukan kita,” tandas Mayor Domi, usai operasi penyergapan.

Kapal nelayan beserta teroris dan ABK di bawa ke Pos Penjagaan TNI AL Pelabuhan Perikanan Mayangan (PPM) yang di komandani  Lettu Laut Lukman Nurhakim. Drama pembebasan sandera di Pulau Gili, juga dilakukan dengan metode dan takhnik yang sama.

Tim kemudian mengejar pimpinan teroris yang sempat melarikan diri ke perairan bentar. “Mereka kami sergap. Dan sebentar lagi dibawa ke sini,” tandas Mayor Domi, saat di PPM.

Drama penyelamatan dan pembebasan Sandra hanyalah simulasi yang digelar TNI AL. Tujuannya untuk melatih pasukan Al dan kopaska dalam menjaga laut dari peompak dan teroris yang melarikan diri ke laut.

Meski hanya latihan, pihak Al tdak memberitahu kapal nelayan yang akan dijadikan titik operasi. Karenanya, nakhkoda dan ABK terkejut saat pasukan kopaska masuk ke kapalnya.

“Mereka terkejut saat pasukan kopaska, menembakkan senjatanya di kapalnya. ABK dan nakhkoda kebingungan, karena pasukan kami masuk kapalnya, tidak diketahui,” pungkas Mayor Domi sambil tersenyum. 


Topik

Peristiwa berita-probolinggo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Agus Salam

Editor

Heryanto

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa