Tangis haru pecah saat warga Belanda bernama Wito Liunis August (37) bertemu ibu kandungnya, Sulastri (55), warga Ngunggahan RT 4 RW 3 Kalianyar Bandung, Tulungagung, Rabu (26/04/2017). Sulastri menangis dan mengungkapkan penyesalan atas kemiskinan yang dialami saat melahirkan Wito, tiga puluh tujuh tahun silam.
"Oalah Nak..Nak.. Ibu berdosa tidak bisa membesarkan dan memberi makan kamu sehingga kamu dulu saya berikan kepada orang lain. Maafkan ibu ya Nak.. Ibu sangat menyesal. Meski akhirnya kamu mencari ibumu yang miskin ini jauh-jauh dari Belanda," ungkap Sulastri dengan air mata deras mengucur di depan warga yang menyaksikan.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Wito Liunis August yang dulu hanya bernama Wito adalah anak yang dilahirkan di luar nikah. Karena faktor ekonomi, almarhum Wagiran (bapak Wito) yang pada zaman itu tidak bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Sulastri menitipkan bayi Wito ke Yayasan Imanuel di Malang. Setelah dititipkan itulah, Wito diadopsi oleh keluarga yang tak punya keturunan asal Amsterdam, Belanda.
Usia belasan tahun, Wito sudah sangat ingin bertemu ibundanya di Tulungagung. Setelah menabung selama lima tahun, keinginan Wito terkabul. Dia bisa bertemu ibu kandungnya.
Tim dari Info Cah Tulungagung dan Tulungagung TIMES yang membantu pencarian ibu kandung Wito itu berhasil mengabadikan momen mengharukan tersebut di Info Cah Tulungagung (Icethe) melalui siaran langsung.
"Kami kawal hingga memastikan siapa orang tua Wito. Bahkan kami antar langsung pertemuan dari hotel tempat dia menginap hingga ke alamat rumah ibunya" kata Mulyono yang juga korwil Icethe wilayah Bandung. (*)
