Kera umumnya hidup di hutan belantara maupun tempat-tampat yang jauh dari keramaian. Namun tidak demikian yang terjadi di Tulungagung.
Ada berapa lokasi keramaian yang justru menjadi tempat hidup spesies kera. Di mana saja tempatnya? Yuk simak bersama ulasannya.
- Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru
Tepatnya di jembatan Ngujang, jembatan jalur utama yang menghubungkan Kediri dan Tulungagung.
Bersebelahan dengan jembatan ini ada makam umum yang ditumbuhi pohon besar. Dulu pohon ini berjumlah banyak, namun sekarang hanya tinggal beberapa pohon saja yang masih hidup.
Spesies kera yang hidup di sini biasanya berkeliaran di arena pemakaman umum dan di bawah pohon-pohon besar. Kera-kera ini sepertinya tidak begitu suka berada di atas pohon.
Sebagian lagi juga akan terlihat berkeliaran di kanan kiri jembatan Ngujang. Puluhan kera biasanya duduk di sekitar jembatan ini menunggu diberi makanan oleh orang-orang yang lalu lalang.

2. Area Candi Dadi
Candi Dadi berada di tengah areal kehutanan di lingkungan RPH Kalidawir. Secara administratif, candi ini masuk wilayah Dusun Mojo, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu.
Saat ini situs mulai dikelola sebagai objek wisata dan pengenalan sejarah bagi siswa Tulungagung. Tidak jarang juga pelajar dari daerah lain juga berkemah di area sekitar Candi Dadi.
Di bawah area Candi Dadi merupakan kampung yang sudah padat dihuni masyarakat. Tidak jauh dari kampung ada bangunan pura tempat peribadatan umat Hindu Tulungagung.
Pada pagi hari, terkadang kawanan kera ini terlihat berkeliaran di sekitar pura.
Kera-kera ini sama sekali tidak takut dengan kedatangan manusia. Bahkan, justru ketika orang-orang datang ke pura, kawanan kera ini akan turun gunung dan minta diberi makanan.
Suasana yang paling sering didatangi kera di pura ini ketika umat Hindu sedang melakukan perayaan Galungan dan perayaan yang lain.
Dengan dipimpin oleh seekor kera yang besar, kawanan kera ini berduyun-duyun turun gunung dan mendatangi orang-orang yang sedang mengadakan acara di pura.

3. Telaga Buret
Telaga Buret berada di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.
Masyarakat sekitar desa ini menganggap keramat telaga ini. Kendati dianggap keramat, saat ini telaga Buret dikelola dan dijadikan sebagai tempat wisata.
Ada yang unik memang di telaga ini. Pada saat-saat tertentu, air telaga akan meluap dengan sendirinya dan mengeluarkan air yang banyak meskipun tidak dalam suasana hujan. Orang-orang menamakan fenomena ini sebagai jeglug.
Selain itu, tempat ini sering didatangi kawanan kera yang turun dari gunung. Kera-kera di telaga Buret memang tidak seberani seperti di Ngujang. Ada beberapa kera yang masih malu-malu dan bergelantungan di pohon dekat telaga ketika pengunjung datang.
Namun ada juga beberapa yang berkeliaran di area perkir telaga dan bermain-main dengan pengunjung.
Kera di telaga Buret ini sangat suka sekali dengan kacang. Itu sebabnya pengunjung yang sudah tahu kebiasaan ini akan mempersiapkan kacang sebelum masuk area wisata telaga Buret.
Nah, itu dia tiga tempat yang bisa dijadikan tempat untuk berinteraksi dengan kawanan kera di Tulungagung. Penasaran? Silakan kunjungi saja tempat-tempat tersebut.
