Khutbah Jumat 23 Januari: Kesempatan Meraih Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
23 - Jan - 2026, 08:44
JATIMTIMES - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam kembali dipertemukan dengan salah satu malam yang istimewa, yakni malam Nisfu Sya’ban. Malam pertengahan bulan Sya’ban ini kerap dimaknai sebagai waktu untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Melalui khutbah Jumat kali ini, jamaah diajak untuk memahami kemuliaan malam Nisfu Sya’ban sekaligus menghidupkannya dengan amalan-amalan yang dianjurkan, agar hati semakin bersih dan siap menyambut Ramadan.
Baca Juga : Ramalan Zodiak Jumat 23 Januari 2026: Hari Keberuntungan Besar, Siapa Paling Bersinar?
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ اَلْحَمْدُ للهِ اَلَّذِي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اَللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى ألِه وَأصْحَابِه وَالتَّابِعينَ بِإحْسَانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالى فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ
Jemaah Salat Jumat rahimakumullah,
Marilah kita semua, baik diri kami pribadi maupun seluruh jemaah yang hadir, terus menumbuhkan dan memperkuat ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Ketakwaan itu tercermin dalam meningkatnya kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan, serta semakin kokohnya sikap tawakal dan pasrah sepenuhnya kepada ketetapan-Nya. Apa pun peristiwa yang kita alami di dunia ini tidak lepas dari kehendak dan keputusan Allah semata. Sebagaimana firman-Nya:
قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ٥١
Qul lay yushîbanâ illâ mâ kataballâhu lanâ, huwa maulânâ wa ‘alallâhi falyatawakkalil-mu’minûn
Artinya:
“Katakanlah (wahai Nabi Muhammad), tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan kepada Allah saja orang-orang beriman hendaknya bertawakal.” (QS At-Taubah: 51)
Jemaah Salat Jumat rahimakumullah,
Aktivitas ibadah yang kita jalani pada bulan Sya’ban sejatinya menjadi tolok ukur kesiapan kita dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Semakin sungguh-sungguh seseorang mengisi Sya’ban dengan amal ibadah, semakin siap pula dirinya memasuki Ramadhan dengan hati dan jiwa yang matang.
Di bulan ini terdapat satu momentum istimewa yang sangat dikenal, yakni Nisfu Sya’ban, yang bermakna pertengahan bulan Sya’ban atau tepatnya tanggal 15 Sya’ban.
Imam al-Ghazali menyebut malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang sarat dengan syafaat dan pertolongan Allah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut dengan memperbanyak ibadah serta melakukan berbagai amalan kebaikan.
Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban memiliki banyak keutamaan. Pada malam itu, Allah SWT memberikan ampunan bagi hamba-Nya yang memohon ampun, mencurahkan kasih sayang kepada mereka yang meminta rahmat, mengabulkan doa orang yang berdoa, meringankan kesusahan orang yang tertimpa kesulitan, serta membebaskan sebagian hamba dari siksa neraka.
Setidaknya terdapat tiga bentuk amalan utama yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban. Amalan-amalan ini dirangkum dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad ‘Alawi al-Maliki.
Pertama, memperbanyak doa.
Anjuran ini bersandar pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Bakar, bahwa Rasulullah saw bersabda:
ينزل الله الى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيئ الا رجل مشرك او رجل فى قلبه شحناء
Baca Juga : 3 Doa yang Mustajab Dibaca Saat Bulan Syaban, dan Waktu Terbaik Membacanya
Artinya:
“Allah SWT menurunkan rahmat-Nya ke langit dunia pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh dosa kecuali dosa orang musyrik dan orang yang di dalam hatinya terdapat kebencian.” (HR al-Baihaqi)
Kedua, memperbanyak membaca dua kalimat syahadat.
Dua kalimat syahadat merupakan kalimat yang sangat mulia dan utama. Membacanya dianjurkan kapan saja dan di mana saja, terlebih pada malam Nisfu Sya’ban yang penuh keberkahan.
Sayyid Muhammad al-Maliki menjelaskan, yang artinya:
“Sudah sepatutnya seorang Muslim memanfaatkan waktu-waktu yang penuh keutamaan dengan memperbanyak bacaan dua kalimat syahadat, La ilaha illallah Muhammad Rasulullah, khususnya pada bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”
Ketiga, memperbanyak istighfar.
Tidak ada satu pun manusia yang luput dari kesalahan dan dosa. Manusia senantiasa berada dalam keterbatasan dan kekhilafan. Namun demikian, Allah SWT selalu membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi siapa saja yang mau kembali dan memohon ampun kepada-Nya. Oleh sebab itu, memperbanyak istighfar sangat dianjurkan, terlebih lagi pada malam Nisfu Sya’ban.
Jemaah Salat Jumat rahimakumullah,
Selain amalan-amalan tersebut, jangan sampai kita lalai untuk memperbanyak doa permohonan pada malam Nisfu Sya’ban. Sebab, malam ini termasuk waktu-waktu mustajab, di mana doa-doa hamba Allah berpeluang besar untuk dikabulkan. Al-Imam asy-Syafi’i dalam kitab al-Umm menyampaikan:
(قال الشافعي) وبلغنا انه كان يقال اِن الدعاء يستجاب فى خمس ليال فى ليلة الجمعة وليلة الاضحى وليلة الفطر واول ليلةٍ من رجب وليلة النصف من شعبان
Artinya:
“Al-Imam asy-Syafi’i berkata: Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan pada lima malam, yaitu malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, awal malam bulan Rajab, dan malam Nisfu Sya’ban.” (Al-Imam asy-Syafi’i, al-Umm, 1/231)
Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita umur yang panjang dan penuh keberkahan, serta memberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Mudah-mudahan dengan itu, kualitas penghambaan kita semakin meningkat dan kita dianugerahi kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Amin.
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَاِن الرَّ جِيْمِ . ِبسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّ حِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١
مَلِكِ النَّاسِۙ ٢
اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ٦
بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَه اِنَّه هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلهٌ لَمْ يَزَلْ عَلى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِهِ وَأَصْحَابِه وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً. اللهم صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى ألِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلى ألِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلى ألِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللّهمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
