Tips Tetap Bugar Selama Puasa Ramadan, Konsumsi Susu Kambing Bisa Jadi Pilihan
Reporter
Pipit Anggraeni
Editor
Redaksi
19 - Jan - 2026, 03:26
JATIMTIMES - Momen bulan suci Ramadan sudah di depan mata. Mempersiapkan fisik dan mental untuk menyambut bulan yang penuh dengan keberkahan itu tentunya sudah harus dilakukan sejak sekarang. Terutama menjaga ketahanan tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang.
Selain menjaga pola tidur dan pola makan yang baik, memilih jenis makanan dan minuman saat menjalankan puasa tentunya harus diiringi dengan langkah bijak. Karena dengan mengatur strategi asupan dan metabolisme ini pasti akan membuat aktivitas sehari-hari tetap berjalan maksimal.
Baca Juga : Kapan Bulan Syaban 2026? Ini Jadwal Lengkap dan Malam Nisfu Syaban
Para ahli menekankan pentingnya mencegah terjadinya dehidrasi saat menjalankan ibadah puasa. Karena dalam berbagai penelitian menyatakan jika lemas yang dialami saat menjalankan puasa bukan dikarenakan kurang makan, melainkan kurang cairan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui strategi hidrasi 2-4-2, yaitu minum dua gelas saat sahur, empat gelas di malam hari, dan dua gelas lagi saat sahur.
Selain itu juga dianjurkan membatasi meminum kopi dan teh pekat saat sahur. Karena keduanya memiliki sifat menarik cairan keluar dari tubuh yang membuat sering buang air kecil. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab terjadinya dehidrasi di siang hari.
Sebagai pengganti kopi dan teh, maka susu kambing menjadi salah satu minuman yang dianjurkan oleh para ahli kesehatan saat menjalankan ibadah puasa. Susu kambing sendiri memiliki karakteristik nutrisi yang unik dan disebut unggul daripada susu sapi dalam konteks berpuasa. Dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan Universitas Gajah Mada (UGM) dikatakan jika struktur lemak susu kambing lebih kecil dan proteinnya membentuk gumpalan lembut (soft curd). Sehingga jauh lebih mudah diserap oleh enzim pencernaan dibanding susu sapi.
Sholeh, M. I., S. Sulastri, A. Qisthon, and A. Husni dalam Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan yang terbit pada 2021 menyebut jika susu kambing memiliki karakteristik khusus, di mana butiran lemaknya berukuran kecil dan tersebar merata (homogen). Sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan manusia dan minim risiko menyebabkan diare. Ukuran butiran lemak dalam susu kambing berkisar antara 1 hingga 10 milimikron, yang hampir setara dengan ukuran butiran lemak dalam susu sapi.
Selain itu, Giordan, E dalam Jurnal Agroindustri Halal (2020) juga menyatakan jika susu kambing memiliki kandungan total protein, kasein, mineral dan vitamin A yang lebih tinggi dari pada susu sapi. Hal tersebut yang membuat mansyarakat beranggapan susu kambing dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti asma, tuberculosis, alergi, dan kanker. Bahkan protein susu kambing memiliki fungsi sebagai antimikroba, sehingga memperkuat nilai fungsional dari susu kambing.
Mengapa Mengonsumsi Susu Kambing Etawa Saat Sahur Dapat Membantu Memberikan Efek Kenyang Lebih Lama Dan Energi Yang Stabil?
Devi Eliya, Brand Manager Etawaku Platinum melalui keterangan tertulis yang diterima Jatimtimes.com mengungkapkan, mengonsumsi susu kambing Etawa saat sahur dapat membantu rasa kenyang lebih lama dan energi yang lebih stabil. Karena kandungan protein berkualitas tinggi dan lemak rantai sedang (MCT) yang dicerna lebih lambat dan efisien.
Protein berperan dalam meningkatkan hormon kenyang dan memperlambat pengosongan lambung. Sementara MCT membantu menyediakan energi bertahap tanpa lonjakan gula darah. Selain itu, struktur protein dan lemak susu kambing yang lebih mudah dicerna mendukung penyerapan nutrisi yang lebih stabil selama puasa.
Baca Juga : Cara Cek Rasionalisasi SNBP 2026 Secara Online, Penting untuk Strategi Lolos PTN
“Konsumsi Etawaku Platinum satu gelas saat sahur dan berbuka membantu menambah protein serta nutrisi penting, sehingga tubuh lebih bertenaga dan tidak mudah lemas saat berpuasa,” kata Devi.
Lebih lanjut Devi menjelaskan, kandungan mineral dalam susu kambing Etawa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi otot dan saraf, serta menjaga kebugaran saat berpuasa. Sehingga, mengonsumsi Etawaku Platinum untuk menjaga kondisi tubuh tetap maksimal saat menjalankan puasa bisa menjadi salah satu pilihan bijak.
Selain memilih cairan yang tepat, ahli gizi juga meyarankan untuk menjaga karbohidrat kompleks dan protein saat sahur maupun berbuka puasa. Di antaranya dengan memilih nasi merah, oat, atau ubi sebagai karbohidrat kompleks. Pemilihan karbohidrat yang tepat ini juga bisa dimaksimalkan dengan memilih lemak rantai menengah (MCT) pada susu kambing. Pilihan ini dianjurkan sebagai cadangan energi tambahan tanpa memberatkan lambung, terutama saat dikonsumsi di pagi buta atau ketika sahur.
Begitu juga saat berbuka, jangan sampai kalap dan memakan apa saja yang ada di meja makan. Tahap awal sebaiknya dimulai dengan meminum air putih dan glukosa alami seperti kurma untuk menaikkan gula darah secara instan dan stabil. Lalu beri jeda sebelum makan besar agar pencernaan tidak kaget, yang justru hanya akan menyebabkan tubuh merasakan kantuk berat dan lemas.
Selain itu, jangan lupa untuk tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang tidak terlalu berat ya. Para ahli menganjurkan melakukan aktivitas fisik 30 menit atau 60 menit sebelum berbuka puasa atau setelah salat tarawih. Jenis olahraga bisa jalan santai, yoga atau peregangan ringan. Terakhir, jaga kualitas tidur seperti tidur lebih awal dan mengurangi begadang atau menyempatkan untuk tidur siang singkat 15 sampai 20 menit.
Itu dia tips tetap bugar dalam menjalankan aktivitas puasa. Jangan lupa semangat dan siapkan mental serta fisik mulai dari sekarang ya.
