Saat Hidup Terasa Buntu, Islam Mengajarkan Tiga Doa yang Menguatkan Hati

29 - Jul - 2026, 10:46

Ilustrasi umat muslim yang tengah memanjatkan doa (ist)

JATIMTIMES - Setiap manusia tidak pernah lepas dari fase sulit. Tekanan ekonomi, persoalan keluarga, kegagalan, hingga kehilangan orang tercinta kerap membuat seseorang merasa seolah tidak lagi memiliki jalan keluar. Namun Islam mengajarkan bahwa kesulitan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ujian yang selalu disertai harapan.

Al-Qur'an menegaskan bahwa di balik setiap kesempitan terdapat kemudahan. Allah SWT berfirman: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al Insyirah: 5-6).

Baca Juga : Gelar Program Bunga Desaku, Bupati Jember Sosialisasikan Program Home Care

Dalam tafsirnya, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan yang Allah janjikan. Karena itu, seorang muslim tidak diajarkan untuk berputus asa. Ikhtiar harus terus dilakukan, lalu hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT melalui tawakal.

Salah satu bentuk tawakal adalah memperbanyak doa dan dzikir. Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa yang dapat dipanjatkan ketika seseorang berada dalam kesulitan atau merasa tidak menemukan jalan keluar.

Doa pertama adalah doa Nabi Yunus AS yang diabadikan dalam Surah Al Anbiya ayat 87. Doa ini dipanjatkan saat beliau berada di dalam perut ikan paus sebagai bentuk pengakuan dosa sekaligus permohonan pertolongan kepada Allah SWT.

"Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin", artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ketika menghadapi kesedihan sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

"Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbul 'arsyil 'azhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'arsyil kariim", artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Pemilik Arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia."

Imam Ath Thabrani menyebut doa tersebut sebagai Doa Al Kurb, yaitu doa yang lazim diamalkan para ulama salaf ketika menghadapi kesusahan.

Doa kedua adalah dzikir penyerahan diri kepada Allah SWT yang merupakan penggalan dari Surah Ali Imran ayat 173.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 29 Juli 2026: Leo Lebih Percaya Diri, Virgo Dapat Kabar Baik, Scorpio Jaga Emosi

"Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'man nashiir", artinya: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."

Syekh Abil Hasan Asy Syadzili menjelaskan, dzikir ini menjadi simbol kepasrahan total kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak membacanya, seorang hamba berharap memperoleh perlindungan, pertolongan, kecukupan, hingga jalan keluar dari berbagai persoalan yang tampak mustahil diselesaikan.

Doa ketiga adalah dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk diamalkan pada pagi dan petang. Dalam hadits dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW berpesan kepada Fatimah RA agar membacanya secara rutin.

"Yaa Hayyu Yaa Qayyuum, birahmatika astaghiitsu, ashlih lii sya'nii kullahu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata 'ain", artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walaupun hanya sekejap mata." (HR. Al Hakim, hadits hasan).

Ketiga doa tersebut bukan sekadar rangkaian bacaan, melainkan pengingat bahwa seorang mukmin selalu memiliki tempat bergantung ketika segala pintu terasa tertutup. Selama ikhtiar terus dilakukan dan hati tetap bertawakal, seorang muslim meyakini bahwa pertolongan Allah SWT akan datang pada waktu yang paling tepat.