Pemkab Malang Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Gali Data Akurat demi Kebijakan Tepat
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Yunan Helmy
06 - May - 2026, 08:05
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyatakan kesiapannya menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk menggali data akurat demi penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kesiapan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ini diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama dari perwakilan pimpinan daerah Malang Raya. Di forum itu, Kabupaten Malang diwakili Wakil Bupati Lathifah Shohib yang didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini. Kota Malang diwakili Sekretaris Daerah Erik Setyo Santoso bersama Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin. Sedangkan Kota Batu diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Zadim Efisiensi bersama Kepala BPS Kota Batu Herlina Prasetyowati Sambodo.
Baca Juga : DPRD Jatim Sesalkan Perusakan Kendaraan Wisatawan di Malang: Coreng Citra Pariwisata
Prosesi penandatanganan komitmen bersama pimpinan daerah Malang Raya beserta kepala BPS masing-masing daerah disaksikan langsung oleh Wakil Kepala BPS Soni Harry Budiutomo Harmadi, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Puji Ismartini, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Selasa (5/5/2026).
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyampaikan, Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan agenda rutin setiap 10 tahun dari BPS merupakan kegiatan yang sangat penting dalam memotret kondisi perekonomia di suatu daerah melalui pendataan unit usaha, utamanya di Kabupaten Malang.
Lathifah menyebut, dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2016 lalu, Kabupaten Malang ditetapkan sebagai daerah dengan jumlah unit usaha terbanyak ketiga di wilayah Provinsi Jawa Timur, yakni 259 ribu unit usaha. Kondisi ini merupakan langkah awal yang positif dalam memotret kembali jumlah unit usaha yang diperkirakan sudah jauh lebih meningkat.
"Sebagai daerah dengan potensi ekonomi yang sangat besar, Kabupaten Malang memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh potensi tersebut dapat terdata dengan baik. Dengan demikian, arah pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran, terukur dan berkelanjutan," ungkap Lathifah.
Karena memahami pentingnya kegiatan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung sejak tanggal 1 Mei 2026 hingga 31 Agustus 2026 dan akan mulai dilakukan serentak kegiatan sensus door to door pada 15 Juni 2026, Lathifah menyebut di seluruh wilayah Kabupaten Malang telah melakukan sosialisasi pentingnya Sensus Ekonomi 2026.
"Pemkab Malang memberikan dukungan penuh dengan menyediakan ruang sosialisasi dalam forum musrenbang, mendorong penyebarluasan informasi melalui pemasangan spanduk di seluruh kecamatan hingga desa/kelurahan, pemanfaatan media videotron di titik-titik strategis, serta menggerakkan seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari perangkat daerah hingga pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan untuk aktif mendukung pelaksanaan sensus," beber Lathifah.
Lebih lanjut, Lathifah menegaskan, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelaksanaan serta pendataan terhadap para pelaku usaha, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, Lathifah mengajak seluruh pelaku usaha untuk memberikan data yang jujur, lengkap dan akurat kepada petugas sensus.
Baca Juga : Timnas Indonesia U17 Taklukkan China, Berikut Klasemen Grup B Piala Asia U17 2026
"Partisipasi aktif dari seluruh pelaku usaha akan sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi pembangunan ekonomi daerah kita," ucap Lathifah.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini menyampaikan, kegiatan Sensus Ekonomi 2026 serentak mulai dilakukan 1 Mei sampai 31 Agustus 2026. Untuk tahap awal, BPS melakukan KKD, yakni komunikasi, koordinasi dan diplomasi.
"Kemudian nanti 15 Juni 2026 secara serentak baru door to door, dari rumah ke rumah. Karena sensus kan harus semua didatangi. Setidaknya ada sekitar 2.200 petugas yang melakukan sensus di Kabupaten Malang," ungkap Erny.
Enny mengimbau kepada seluruh para pelaku usaha di Kabupaten Malang untuk dapat menerima dengan baik para petugas Sensus Ekonomi 2026. Ia menekankan bahwa seluruh data yang diberikan oleh para pelaku usaha akan dilindungi dan tidak dipublikasikan secara detail atau by name by address.
"Jelas hasil sensus akan dipublikasikan, tetapi bukan orang per orang ya. Kita ada aturannya, kita tidak boleh memberikan data individu ke khalayak. Kan harus dijaga ya. Jadi, misalnya industri pengolahan sejumlah ini, perdagangan dan eceran sejumlah ini. Jadi, sesuai sektor," pungkas Erny.
