Banjir hingga Kelangkaan Pupuk, Petani Tambak di Lamongan Menjerit

Reporter

Defit Budiamsyah

Editor

Yunan Helmy

10 - Apr - 2026, 11:29

Nur Qomariyah tunjukkan tangkapan ikan hasil panen.

JATIMTIMES - Para petani tambak di wilayah Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, terpaksa gigit jari. Pasalnya, belum usai menghadapi musibah banjir, kini mereka juga menghadapi sulitnya mendapatkan pasokan pupuk untuk budidaya ikan. Akibatnya, hasil panen tahun ini merosot tajam dan menyisakan kerugian besar.

Nur Qomariyah, salah seorang petani tambak, terlihat sibuk menguras air tambaknya. Raut kekecewaan tidak bisa disembunyikan dari wajahnya saat menunjukkan hasil ikan tangkapannya yang berukuran kecil dan jauh dari standar normal usia panen.

Baca Juga : Jejak Penanganan Kekerasan Seksual di Masa Rasulullah SAW dan Umar RA

"Hasilnya njombrot ikannya loh, segini-segini karena kurang pupuk. Karena banjir juga, jadi petani yang kebanjiran itu hasilnya rugi benar, rugi betul," keluh Nur Qomariyah, Jumat (10/4/2026).

Nur menilai pemerintah lebih memprioritaskan alokasi pupuk untuk sektor tanaman pangan (padi). Sementara sektor tambak ikan seolah dikesampingkan. Tanpa asupan pupuk yang cukup pada tanah tambak, pakan alami tidak dapat tumbuh maksimal, yang berujung pada terhambatnya pertumbuhan ikan.

"Pupuknya kekurangan, hanya dikasih sedikit. Kalau untuk padi insya Allah cukup. Tapi kalau ikan kurang pupuk, ya hasilnya kecil-kecil sekali," tambahnya.

Banjir yang merendam lahan tambak selama hampir empat bulan berturut - turut telah mengacaukan siklus tanam dan panen. Kerugian yang dialami petani tembak hingga 90 persen .

"Rugi banyak, nggak bisa dihitung. Ya sekitar 80 sampai 90 persen ruginya. Kita nggak tahu lagi labanya berapa, hampir tidak ada," ungkap Nur dengan nada lesu.

Baca Juga : Kronologi Pernikahan Kasus Suamiku Ternyata Perempuan Versi Yupi Rere, Mulai Finansial hingga Berujung Saling Lapor Polisi

Para petani di Kecamatan Glagah kini menaruh harapan besar pada kebijakan pemerintah. Mereka mendesak adanya penambahan kuota pupuk khusus sektor perikanan agar kualitas hasil panen ke depannya dapat membaik.

Nur menegaskan bahwa mereka tidak mengharapkan bantuan cuma - cuma, melainkan hanya akses kemudahan untuk membeli pupuk yang dibutuhkan.

"Tolong pemerintah dikasih pupuk untuk ikannya supaya nggak kecil - kecil begini. Saya nggak minta gratis , saya beli. Tolong ditambah kuotanya karena yang kemarin itu masih kurang banyak," pungkasnya.