Kirab dan Penguatan Spiritual, Jadi Cara MIN 2 Kota Malang Sambut Ramadan 1447 H
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
17 - Feb - 2026, 02:40
JATIMTIMES - Ratusan siswa MIN 2 Kota Malang belum lama ini turun ke jalan. Bukan untuk demo, namun melaksanakan kirab untuk menyambut semarak Ramadan 1447 Hijriah. Di tengah cuaca yang sempat gerimis, Kirab Ramadan tetap berlangsung tertib dan penuh energi, menjadi simbol kesiapan madrasah menyambut bulan suci.
Kepala MIN 2 Kota Malang, Nanang Sukmawan, menegaskan bahwa Ramadan harus dimaknai sebagai proses pembentukan karakter. “Anak anak perlu memahami bahwa Ramadan adalah momentum melatih disiplin dan kepedulian, bukan hanya menjalankan ibadah formal,” ujarnya.
Baca Juga : 1 Ramadan 1447 H Berpotensi Beda Tanggal: Ini Penetapan Arab Saudi, Indonesia, Oman, Qatar, dan Turki
Kirab menyusuri jalan kampung sekitar sekolah dengan pengawalan guru dan tenaga kependidikan. Setiap jenjang kelas tampil dengan kategori berbeda. Kelas 1 mengikuti kirab terceria, kelas 2 teramah, kelas 3 tertertib, kelas 4 terpeduli, kelas 5 tersemarak, dan kelas 6 terkreatif. Skema ini dirancang untuk menumbuhkan tanggung jawab sekaligus kreativitas sesuai usia.

Penampilan siswa beragam. Ada yang mengangkat tema Timur Tengah dengan kostum sederhana, ada pula yang memilih konsep budaya Indonesia. Mereka membawa poster, properti buatan tangan, hingga ornamen khas Ramadan. Tidak sedikit yang membagikan makanan ringan dan mainan kecil kepada warga sekitar, menciptakan interaksi hangat antara sekolah dan masyarakat.
Pada hari yang sama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Iftitahu Ramadan di Masjid An Nahdhoh. Guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, pendamping Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta ustadz dan ustadzah UMMI mengikuti agenda tersebut.
Istighosah dan doa khotmil Quran yang dipimpin Abd. Halim dan M. Gharib membuka kegiatan. Jamaah kemudian melaksanakan salat taubat dan salat hajat bersama. Tausiyah disampaikan oleh H. Fathor dari Sumenep yang mengingatkan pentingnya konsistensi ibadah. “Ramadan adalah ruang latihan pengendalian diri. Jika dijalani serius, dampaknya terasa dalam perilaku sehari hari,” katanya.
Baca Juga : Hadapi Kendala Disparitas Akademik, Sekolah Rakyat Kota Batu Bentuk Tim Penjamin Mutu Internal
Acara ditutup dengan mushafahah. Melalui kirab dan Iftitahu Ramadan, MIN 2 Kota Malang menegaskan bahwa penyambutan bulan suci tidak berhenti pada seremoni. Spirit kebersamaan, pembentukan karakter, dan penguatan spiritual menjadi inti dari rangkaian kegiatan tersebut.
