Resep Tiga Generasi Kue Madu Mongso Mbah Tun 399, Disukai Karena Kualitas Rasa

23 - Dec - 2020, 05:34

Lina Martasari memamerkan produk madu Mongso buatannya.(eko arif s/jatimtimes)

Produksi kue madu mongso Lina Martasari warga jalan Brigjen Katamso Kelurahan Kampungdalem, Kota Kediri, tembus pangsa pasar manca negara. Setidaknya setiap tahun warga Kediri yang bekerja sebagai TKI di Malaysia, Singapore dan Hongkong sebelum balik kembali  merantau selalu menyempatkan diri berkunjung ke rumah ibu rumah tangga berusia 36 tahun itu untuk beli oleh-oleh kue madu mongso.

"Biasanya para TKI asal Kediri, datang berkunjung ke rumah untuk beli madu mongso dibawa kembali ke tempatnya bekerja. Para TKI ini libur pulang kampung pada hari raya, setelah itu mereka balik ke negara tujuan," kata Lina Martasari saat ditemui di rumahnya. 

Baca Juga : Tetap Produktif di Masa Pandemi, Dua Mahasiswa Kota Kediri Produksi Macaroni

Biasanya para pekerja TKI ini, membeli paling sedikit 5 kilogram. Ada pula yang memborong hingga 11 kilogram. Momentum hari raya bisa  menjadi berkah tersendiri bagi Lina. Pasalnya, selama ini kue madu mongso identik menjadi hidangan pendamping  di kala lebaran. 

Sebelum pandemi Covid-19 lebaran lalu, ibu tiga anak ini mengaku kebanjiran order pesanan selama satu bulan penuh. Sebelumya, pelanggan harus pre-order terlebih dahulu pada bulan puasa. Setelah mendekati lebaran kue pesanan madu mongso diambil. 

Karena ramainya pesanan, Lina harus mengajak 2 orang tetangganya untuk membantu produksi. Selama 30 hari ramai pesanan, omset yang didapat oleh  alumni SMA Negri 1 Kota Kediri tersebut, jika dikalkulasi bisa mencapai jutaan rupiah atau senilai 1 unit sepeda motor. 

"Lebaran kemarin sebelum pandemi nyantol omsetnya senilai 1 unit sepeda motor baru, itu laba bersih. Tapi uangnya tidak saya belikan sepeda motor.  Karena kan satu bulan sebelumya sudah pre-order, "ungkapnya. 

Produksi Kue madu mongso Mbah Tun 399 buatan Lina Martasri sudah ada sejak tanggal 5 Juni 2018 lalu. Lina menceritakan resep kue madu mongso bikinnya tersebut ia peroleh dari neneknya. Semula Lina melihat dan memperhatikan neneknya membikin kue madu mongso di rumah. 

Meski sudah berjualan, Lina membutuhkan proses waktu 6 bulan untuk mencari komposisi citra rada yang ideal untuk membuat kue madu mongso. 

"Melihat nenek bikin, saya jadi pingin buat lalu coba coba ternyata mendapat respons positif dari para tetangga. Lalu timbul keinginan untuk menjualnya secara online, " ujarnya.

Setelah dipasarkan melalui sistem online, ternyata banyak yang merespon untuk memesan. Terutama dari luar kota, bahkan luar pulau sekali pun. 

Pengiriman luar pulau antara lain Palembang, Sumatera dan lain sebagainya kecuali Papua dan Maluku. Biasanya untuk sekali pesan, konsumen membeli kue madu mongso 2 kg - 4 kg. 

Ciri khas kue madu mongso Mbah Tun 399 bikinan Lina, bahan baku yang digunakan untuk memasak  semuanya memakai ketan hitam, tanpa ada campuran atau oplosan  ketan putih sehingga kualitas rasa ketan hitamnya begitu kuat. 

“Ciri khas tidak ngeletis (keras), ketan hitam tidak ada campuran. Bedanya kebanyakan punya orang lain dikasih ketan putih, tapi produk madu mongso saya  tidak ada campuran sama sekali,” ujarnya.

Karena rasanya yang khas, terkadang ada sejumlah  konsumen yang membeli kue madu mongso untuk makanan pendamping. 

Baca Juga : Kualitas Rasa Keripik Sukun OKE Kediri Digandrungi TKI Mancanegara

"Terkadang ada yang mengkonsumsinya dengan dilapisi roti tawar serta ada juga yang diminum dicampur dengan ice krim. Jadi kini kue madu mongso bukan hanya sekadar makanan pendamping di saat lebaran, melainkan juga bisa buat kue camilan sehari-hari, "ucapnya. 

Karena sudah dikenal luas oleh masyarakat, kue madu mongso bikinannya itu kemudian diberi label Mbah Tun 399.  Kue madu mongso merk Mbah Tun dijual dengan harga bervariasi bergantung takaran berat isi. 

Untuk netto 1 kilogram kemasan plastik dijual seharga Rp 75 ribu.  Berat setengah kilogram dijual Rp 40 ribu. Selain takaran kilogram, Lina juga menjual kemasan ukuran 250 gram seharga Rp 25 ribu.  

Diakuinya pada saat awal pandemi kemarin, Lina sempat menghentikan aktivitas produksinya selama 3 bulan. Hal ini terpaksa ia lakukan karena pada waktu itu orderan memang sepi. 

"Kemungkinan waktu itu masyarkat sempat kaget ya dengan kondisi pandemi," katanya. 

Selama rentang waktu 3 bulan itu,  perlahan tapi pasti Lina akhirnya bisa  kembali melayani pesanan dari para pelanggannya hingga sampai sekarang. 

Lebih lanjut ia merasa sangat bersyukur karena sekitar seminggu yang lalu ia sudah dibantu oleh Pemda melalui Dinkop untuk kepengurusan nama merk . Selain itu pihak Dinas terkait juga telah ikut membantu memasarkan produknya.

Bila ingin merasakan enaknya Madumongso “Mbah Atun 399” bisa langsung saja datang di Jln Brigjen Katamso 44-05 Kampungdalem Rt 03 Rw 04, atau bisa mengakses melalui media sosial IG:@madumongso_mbahatun.

FB : Lina Margasari. Atau menghubungi via handphone 0896-9671-6398. (adv/Disperindagin Kota Kediri)