Di Tulungagung Celana Dalam Jadi Media Pelet, Hati-Hati Menaruhnya

08 - Sep - 2020, 08:13

Celana dalam di jemuran (Ilustrasi) dan Supranaturalis Ipung Alias Singo Dopo (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

Fetitisme adalah kelainan seksual yang menggunakan objek sebagai fantasi untuk meningkatkan gairah seksualnya. Namun, pencuri celana dalam tidak semuanya digunakan untuk meningkatkan fantasi birahi, karena ternyata ada juga celana dalam hasil curian digunakan sebagai media pelet (pengasihan).

Ilmu supranatural di Tulungagung masih sangat kental, sehingga berbagai laku ghaib masih dipercaya sebagai sarana alternatif untuk mendapatkan sesuatu.

Baca Juga : Di Tulungagung, Gowes Itu Menyehatkan dan Dapat Pertemukan Jodoh, Begini Triknya

"Celana dalam digunakan sebagai media untuk menundukkan pasangan, namun dosanya besar jika dilakukan," kata Ipung, Supranatural muda asal dusun Ngingas Kecamatan Campurdarat yang dikenal dengan nama Singo Dopo, Selasa (08/09/2020).

Biasanya pelet ini digunakan oleh istri untuk membuat suaminya jadi penurut. Cara menggunakannya juga harus melalui ritual tidak mandi dan tidak makan selama sehari semalam.

"Afirmasi memasukkan mantra dengan kata-kata jawa yang bunyinya tidak senonoh," ujarnya.

Jika digunakan untuk orang lain, celana dalam sangat kuat pengaruhnya. Sehingga banyak sekali kejadian tiba-tiba seseorang menjadi edan (gila) karena jatuh cinta akibat tindakan pelet ini.

"Akan sulit disembuhkan, ilmu yang ini pernah saya pelajari tapi saya tidak diberikan penangkalnya," ungkapnya.

Oleh karena itu, Singo Dopo atau Ipung berpesan agar setiap orang yang punya kisah asmara bebau dendam dan rentan terhadap upaya ghaib agar selalu waspada dan menaruh celana dalam dengan aman.

Baca Juga : Geser Trend Avatar, Empat Tokoh Kera Sakti Jadi Bintang Netizen Di Tulungagung

"Jika telah dipakai segera dibersihkan, media yang digunakan biasanya yang masih belum dicuci karena ada aroma dari keringat dan tubuhnya," jelas Ipung.

Meski dirinya tidak melihat ada penangkal ilmu ini, Doa dan mendekatkan diri pada Tuhan merupakan jalan alternatif yang bisa ditempuh saat seseorang mengalami perasaan yang tidak wajar.

"Kembali pada Tuhan, tekun dan khusyu' beribadah. Segala yang terjadi dikembalikan atas kuasa Tuhan semesta alam," pungkasnya.