Politik di Tengah Wabah Pandemi Covid-19 | Tulungagung TIMES

Politik di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

Jan 16, 2021 20:48
Maidina Mayangsari (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang)
Maidina Mayangsari (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang)

Dipenghujung tahun 2020 lalu, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang tetap menggelar pemilihan kepala daerah di masa pandemi Covid-19 yang belum mereda. Pilkada yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020 lalu di 270 daerah dan melibatkan kurang lebih 105 juta pemilih.

Terlebih Indonesia kini sudah menerapkan skema pemilihan serentak yang sangat berpotensi menimbulkan kerumunan masa. Penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia kini sudah menjadi persoalan bersama bagi masyarakat dunia yang sedang dihadapkan dengan situasi yang jauh dari rasa nyaman sebelum pandemi Covid-19 ini mewabah.

Baca Juga : Tahun 2021 : Tahun Perubahan Perilaku

 

Perdebatan mulai muncul dari segala penjuru. Tentang kekhawatiran terjadinya infeksi massal dari kluster kampanye, misalnya. Prosedur penanganan Covid-19 dalam pilkada serentak sangat penting diterapkan, mengapa? Karena pelaksanaan pemungutan suara di Indonesia identik dengan pengumpulan massa. Maka dalam penyelenggaraannya perlu diatur dan distrategikan bagaimana memecahkan konsentrasi massa pemilih dan meminimalisir kerumunan masa.

Bagaimanapun mau tidak mau, suka tidak suka pengadaan alat tambahan dalam rangka pemenuhan protokol kesehatan selama pelaksanaan pilkada harus menjadi perhatian. Mulai dari seperti alat perlindungan diri untuk pengawas, fasilitas kesehatan seperti handsanitizer dan tempat pencuci tangan sebelum masuk ke TPS harus disediakan guna sebagai salah satu protokol kesehatan yang harus disiapkan guna mencegah penularan Covid-19. Kebijakan pemanfaatan kucuran dana haruslah tepat sasaran.

Apa yang dipersoalkan dalam pilkada kali ini hubungannya dengan Covid-19 adalah kekhawatiran keselamatan warga negara karenanya negara berkewajiban melindungi setiap warga negara dari segala hal yang mengancam kehidupan agar selamat dari pandemi yang sedang melanda dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Pendapat ini sepenuhnya benar. Namun  jika ditunda pelaksanaan pilkada pun sampai kapan? Karena situasi pandemi Covid-19 tidak ada jaminan kepastian waktu kapan berakhirnya.

Penulis : Maidina Mayangsari (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang)

 

 

Topik
Covid 19

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya