Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Marak Mahasiswa Coba Bunuh Diri, DPRD Kota Malang Desak Kampus Lakukan Tes Mental sejak Awal

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

20 - Jan - 2026, 16:16

Placeholder
Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lely Thresiyawati. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Fenomena percobaan bunuh diri yang melibatkan mahasiswa di Kota Malang kembali menyita perhatian publik. DPRD Kota Malang pun angkat suara dan meminta seluruh perguruan tinggi di Kota Pendidikan ini lebih serius memperhatikan kesehatan mental mahasiswa, bahkan sejak penerimaan mahasiswa baru.

Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lely Thresiyawati menegaskan bahwa rentetan kasus percobaan bunuh diri di kalangan mahasiswa tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa biasa. Terlebih, Malang dikenal sebagai kota tujuan utama pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga : BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

"Baru-baru ini ada percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat. Sebelumnya  juga ada. Ini ada apa? Karena kebanyakan mereka dari luar Kota Malang," ucap Lely, Selasa (20/1/2026).

Ia mengungkapkan, sejumlah lokasi seperti Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) dan Jembatan Tunggulmas memang telah dipasangi pagar pengaman sebagai langkah antisipasi bunuh diri. Namun, upaya fisik saja tidak cukup tanpa dibarengi perhatian serius pada aspek psikologis mahasiswa.

Lely menekankan pentingnya sosialisasi kesehatan mental yang lebih masif di lingkungan kampus. Pasalnya, mayoritas pelaku percobaan bunuh diri yang terjadi di Kota Malang berasal dari kalangan mahasiswa.

"Sosialisasi ke kampus-kampus harus masif. Karena selama ini yang melakukan aksi percobaan bunuh diri itu kan mahasiswa," ungkapnya.

Ia memastikan DPRD Kota Malang tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal persoalan ini hingga akar permasalahannya ditemukan. "Saya akan terus mengawal ini, mengevaluasi mengapa banyak mahasiswa bunuh diri di Kota Malang. Apa akar permasalahanya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Lely mendorong agar kampus-kampus di Kota Malang mulai menerapkan screening atau pemeriksaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa baru dalam setiap jalur seleksi masuk. Gagasan tersebut sejalan dengan rekomendasi psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

"Saya setuju sekali. Jadi, sebelum mahasiswa masuk, harus ada screening terkait kesehatan mentalnya. Sehingga akan lebih mudah penanganannya dan Kota Malang lebih aman," ucapnya.

Baca Juga : NU Tetapkan Nisfu Syaban 2026 Jatuh pada 3 Februari, Ini Dasar Penetapannya

Menurut Lely, screening kesehatan mental penting untuk memetakan potensi gangguan psikologis, termasuk gejala trauma yang mungkin dialami calon mahasiswa. Dengan deteksi dan penanganan sejak dini, risiko terjadinya percobaan bunuh diri dapat ditekan.

Tak hanya itu. Dia juga menilai kampus wajib memberikan pendidikan kesehatan mental dan psikologis secara berkelanjutan kepada seluruh mahasiswa. Mengingat, Kota Malang memiliki sekitar 68 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa mencapai ratusan ribu orang.

"Dalam waktu dekat, kami akan ke kampus-kampus karena ini untuk keselamatan anak-anak kita," ujarnya.

Lely pun mengingatkan agar kampus tidak menambah beban psikologis mahasiswa dengan kebijakan yang menyulitkan. Ia menilai kondisi saat ini cukup memprihatinkan, terlebih perjuangan orang tua dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka.

"Jangan persulit mahasiswa. Orang tua sudah menguliahkan anaknya dengan susah payah. Tetapi kondisinya sekarang cukup miris," tandasnya.


Topik

Peristiwa Bunuh diri Malang DPRD Kota Malang antisipasi bunuh diri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy