Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

1,6 Hektare Lahan Jagung Percontohan di Desa Pendem Siap Panen Bulan Depan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

08 - Jan - 2026, 13:17

Placeholder
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto dan jajaran Polres Batu dan Pemerintah Desa Pendem meninjau lahan percontohan jagung yang siap panen bulan depan.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Upaya mendukung swasembada pangan di Kota Batu terus dilakukan, salah satunya melalui pengembangan pertanian jagung. Polres dan Pemkot Batu mengelola lahan percontohan di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. Lahan jagung seluas 1,6 hektare disebut akan siap panen bulan depan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat panen raya serentak nasional secara simbolis di Bumi Lumbung Pendem (BLP), Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kamis (8/1/2026). Dikatakannya, lahan jagung percontohan yang dikelola belum siap karena belum cukup umur panen.

Baca Juga : Satu Keramik, Banyak Gaya: Teraso Modern untuk Hunian Kontemporer Ready Stock di Graha Bangunan Blitar

"Idealnya bisa dipanen pada usia maksimal 120 hari, tapi untuk lahan di sini usianya baru 70 hari," terang Heli.

Pihaknya mengestimasikan, jagung baru dipanen pada bulan Februari nanti. Meski begitu, Desa Pendem bukan satu-satunya daerah penghasil jagung. Ada beberapa petani jagung potensial lainnya seperti di Desa Giripurno dan Desa Pandanrejo.

Kebutuhan dari produksi juga termasuk ditopang beberapa daerah lain seperti Pujon, Ngantang dan Kasembon Kabupaten Malang. Ia mengklaim, sejauh ini mayoritas masih menanam jenis jagung manis. Padahal, jagung hibrida menjadi salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. 

"Untuk itu, lahan Desa Pendem dirujuk menjadi salah satu percontohan lahan jagung hibrida. Dengan begitu, petani lain bisa melirik komoditas serupa dan menambah varian produksi jagung di Kota Batu," tambahnya.

Heli menyebut, produksi jagung mayoritas dimanfaatkan untuk komsumsi masyarakat lokal. Khususnya dalam menyuplai produksi pangan masyarakat setempat. Di antaranya, untuk bahan baku nasi empok yang khas dari Kota Batu.

"Sebagian juga dijual di destinasi wisata untuk jagung manis," katanya.

Berdasarkan data yang diakumulasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu, rata-rata konsumsi jagung mencapai 0,95 ton per minggu. Sementara itu, stok jagung mencapai 1,05 ton per minggu. Artinya, kebutuhan jagung di Kota Batu masih aman dengan stok yang ada.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Mas Ibin Ikuti Panen Raya Nasional Bersama Presiden, Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan

Di tempat yang sama, Kepala Distan-KP Heru Yulianto menyampaikan, penyaluran bantuan benih jagung hibrida sebelumnya sudah sempat dilakukan untuk petani. Sayangnya, bantuan tersebut masih tidak sepenuhnya berhasil. "Banyak petani yang akhrinya dibabat habis untuk pakan ternak," sebut Heru.

Hal tersebut sangat disayangkan, sambungnya, mengingat jagung hibrida memiliki produktivitas cukup tinggi. Untuk lahan seluas satu hektare, hasil panennya bisa menyentuh 7-8 ton.

Menurut Heru, minat petani untuk menanam komoditas jagung masih belum tinggi. Secara ideal, petani bisa panen empat kali dalam setahun. Namun, saat ini hanya berkisar dua kali saja dalam setahun. Sebab mereka juga kadang mengganti tanaman hortikultura, menyesuaikan musim.

Dengan percontohan, Heru berharap bisa semakin meningkatkan minat petani untuk menanam jagung. "Termasuk memberikan berbagai bantuan berupa benih hingga pupuk organik untuk peningkatan produksi," tuturnya.


Topik

Peristiwa jagung desa pendem swasembada pangan wawali kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana