JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Karangkates Malang mencatat selama tahun 2025, telah terjadi 7.562 gempa Bumi di wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Karangkates Malang Ma'muri menyampaikan, berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dari 7.562 gempa Bumi yang terjadi, masing-masing memiliki kedalaman yang bervariasi.
Baca Juga : Musim Hujan tapi Cuaca di Malang Raya Masih Panas Terik, Ini Penjelasan BMKG
Sebanyak 6.120 gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Lalu 1.426 gempa menengah dengan kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer serta 16 gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
BMKG juga membeberkan banyaknya peristiwa gempa di masing-masing bulan tahun 2025. Mulai dari Januari sebanyak 590 kali, Februari 502 kali, Maret 558 kali, April 645 kali, Mei 561 kali, Juni 623 kali, Juli 763 kali, Agustus 734 kali, September 756 kali, Oktober 657 kali, November 617 kali dan Desember 558 kali gempa.
Ma'muri menjelaskan, berdasarkan hasil analisis dari tim BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Karangkates Malang, mayoritas peristiwa gempa menengah terjadi di laut selatan Jawa yang disebabkan proses subduksi pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
"Namun, kami juga mencatat gempa dangkal di darat yang dipicu pergerakan patahan lokal," ujar Ma'muri.
Selain itu, episenter gempa dangkal di darat ditandai dengan warna merah, episenter gempa menengah ditandai dengan warna kuning, serta gempa dalam ditandai dengan warna hijau.
Baca Juga : Operasi Lilin Semeru 2025, Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Malang Menurun Signifikan
BMKG menyebut, sepanjang tahun 2025, dari 7.562 peristiwa gempa di Jatim, 41 gempa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut dia, situasi dan kondisi menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di wilayah Jatim cukup tinggi.
Ma'muri pun mengimbau masyarakat luas di Provinsi Jatim, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya, untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika terjadi gempa.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu tetap waspada dan memahami potensi gempa serta mengikuti informasi resmi BMKG agar dapat mengantisipasi dampaknya," pungkas Ma'muri.
