JATIMTIMES - Banyak wanita beranggapan bahwa penuaan dini hanya dipengaruhi faktor usia dan perawatan kulit dari luar. Padahal, kebiasaan sehari-hari justru memiliki peran besar dalam menentukan seberapa cepat tanda-tanda penuaan muncul. Kerutan halus, kulit kusam, hingga wajah tampak lelah sering kali bukan disebabkan usia, melainkan gaya hidup yang tidak disadari.
Berikut lima kebiasaan yang kerap dilakukan wanita dan terbukti dapat mempercepat proses penuaan.
Baca Juga : Token Listrik Habis dan Meteran Berbunyi Terus? Pakai 2 Kode Ini biar Diam
1. Stres Berkepanjangan yang Tidak Dikelola
Stres bukan hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga mempercepat penuaan fisik. Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Hormon ini dapat merusak kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kulit tetap kencang dan elastis.
Wanita yang sering mengalami tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau kurang waktu istirahat cenderung menunjukkan tanda penuaan lebih cepat, seperti garis halus di dahi dan sekitar mata. Selain itu, stres berkepanjangan juga membuat wajah kehilangan aura segar dan tampak kusam.
Mengelola stres melalui aktivitas relaksasi, olahraga ringan, atau hobi yang menyenangkan dapat membantu memperlambat proses penuaan.
2. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis
Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu pemicu utama penuaan dini. Gula dapat menyebabkan proses glikasi, yaitu kondisi ketika molekul gula menempel pada protein kolagen dan elastin, sehingga struktur kulit menjadi rapuh.
Akibatnya, kulit lebih cepat kendur, muncul garis halus, dan warna kulit tampak tidak merata. Tak hanya pada wajah, efek gula berlebih juga bisa terlihat pada area leher dan tangan, yang sering menjadi indikator usia seseorang.
Mengurangi asupan gula dan menggantinya dengan makanan kaya antioksidan, seperti buah dan sayuran, dapat membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam.
3. Pola Tidur yang Buruk dan Kurang Berkualitas
Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk melakukan regenerasi sel, termasuk sel kulit. Saat tidur malam, produksi kolagen meningkat dan sel-sel yang rusak diperbaiki. Namun, kurang tidur atau pola tidur tidak teratur menghambat proses tersebut.
Tidur kurang dari lima jam per malam dapat menyebabkan kelelahan sel, munculnya lingkar hitam di bawah mata, serta wajah terlihat lelah dan tidak segar. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
Tidur cukup selama 7–8 jam setiap malam dan menjaga kualitas tidur menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga kulit tetap awet muda.
4. Posisi Bantal Saat Tidur yang Kurang Tepat
Posisi tidur ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kulit wajah. Tidur menyamping atau tengkurap dengan wajah menekan bantal dalam waktu lama dapat melemahkan jaringan kolagen.
Baca Juga : Belum Ada Kasus Super Flu di Kota Batu, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Tekanan yang terjadi berulang setiap malam berpotensi menimbulkan kerutan permanen, terutama di area pipi, dagu, dan sekitar mata. Jenis bahan bantal yang kasar juga dapat memperparah kondisi ini.
Para ahli menyarankan untuk tidur dengan posisi terlentang dan menggunakan bantal berbahan lembut agar tekanan pada wajah dapat dikurangi secara signifikan.
5. Terlalu Lama Duduk dan Minim Aktivitas Fisik
Gaya hidup modern membuat banyak wanita menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk, baik saat bekerja maupun bersantai. Kurangnya aktivitas fisik membuat aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk kulit, menjadi tidak optimal.
Akibatnya, metabolisme melambat dan proses detoksifikasi alami tubuh tidak berjalan maksimal. Kulit pun tampak kusam, kurang bercahaya, dan terlihat lebih tua.
Melakukan peregangan ringan setiap satu jam, berjalan kaki, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga sirkulasi darah dan memperlambat penuaan.
Penuaan memang tidak bisa dihindari, namun dapat diperlambat dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Mengelola stres, menjaga pola makan sehat, tidur cukup, memperhatikan posisi tidur, serta tetap aktif bergerak merupakan langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
Dengan perubahan kecil namun konsisten, wanita dapat tampil lebih segar, sehat, dan awet muda lebih lama.
