JATIMTIMES – Penanggalan Jawa pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertepatan dengan Sabtu Kliwon. Hari ini masuk dalam Wuku Kuruwêlut dengan neptu 17, bersamaan dengan 13 Rejeb 1959 Jawa atau 13 Rajab 1447 Hijriah.
Kombinasi weton dan wuku ini menyimpan energi yang cukup kuat. Ada potensi kelancaran rezeki dan keberuntungan, namun juga disertai peringatan agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan penting.
Baca Juga : Fraksi Gerindra Beber Data Tak Ada Desa Rentan Pangan di Kabupaten Malang
Sabtu Kliwon dikenal sebagai weton dengan neptu besar, yakni 17. Karakternya kerap tampil percaya diri, senang mendapat pengakuan, dan tidak segan menunjukkan kemampuan maupun pencapaian. Meski gaya bicaranya terdengar tegas, kepribadiannya sebenarnya ramah, sopan, dan mudah bergaul.
Di balik sikap terbuka tersebut, Sabtu Kliwon memiliki kecenderungan suka mengalah dan menjaga hubungan sosial. Hobi bepergian atau berwisata juga cukup menonjol, sejalan dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat menikmati hidup.
Dalam hitungan pangarasan, Sabtu Kliwon berada pada Lakuning Bumi. Watak ini mencerminkan sifat pemurah, suka memberi, dan memiliki naluri melindungi orang-orang di sekitarnya. Sosoknya sering hadir sebagai penyangga dalam keluarga atau lingkungan kerja.
Sementara itu, Pancasuda Sabtu Kliwon berada pada Tunggak Semi. Maknanya, rezeki cenderung terus mengalir. Meski sempat menghadapi hambatan, peluang penghasilan dan pekerjaan biasanya kembali terbuka. Kondisi ini membuat Sabtu Kliwon dikenal tangguh dan tidak mudah menyerah.
Wuku Kuruwêlut dilambangkan oleh Bathara Wisnu, simbol kewaspadaan dan keteguhan. Wataknya serius dalam bekerja, berani mengambil tanggung jawab, dan memiliki naluri sebagai pejuang. Namun, tutur kata yang terlalu lugas berpotensi menimbulkan gesekan jika tidak dijaga.
Simbol-simbol lain dalam wuku ini menggambarkan batin yang sensitif. Intuisi tajam, niat baik kuat, tetapi perasaan kerap diliputi kegelisahan.
Rezeki datang silih berganti, sementara ucapan yang kurang terkontrol bisa menggagalkan kesepakatan. Selama tujuh hari Wuku Kuruwêlut, terdapat pantangan untuk tidak melakukan aktivitas di tempat tinggi atau memanjat.
Baca Juga : Liburan Nataru, 7.190 Kendaraan Masuk ke Jawa dari Bali
Khusus Sabtu Kliwon di Wuku Kuruwêlut, hari ini dikenal sebagai hari taliwangke. Artinya, kurang baik untuk hajatan besar seperti pernikahan atau acara penting lainnya.
Namun, hari ini justru dinilai baik untuk aktivitas tertentu, seperti memasang perangkap, membuat lubang jebakan hewan, atau membuat welah atau dayung.
Dalam urusan pekerjaan, Sabtu Kliwon dinilai cocok menekuni bidang yang membutuhkan kepemimpinan, kecerdasan, dan insting tajam. Usaha berbasis teknologi, perdagangan elektronik, hingga pekerjaan yang berkaitan dengan air disebut selaras dengan karakter weton ini.
Sementara dalam urusan asmara, Sabtu Kliwon disebut serasi dengan pasangan bernetu 7 atau 12, seperti Kamis Pahing, Selasa Wage, Senin Kliwon, Rabu Legi, Minggu Pon, atau Selasa Pahing.
