Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kisah Ketawadhuan Abu Bakar dan Ali: Dialog Mulia di Pintu Rumah Nabi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

31 - Aug - 2025, 11:32

Placeholder
Ilustrasi kisah Abu Bakar dan Ali (ist)

JATIMTIMES - Sejarah Islam menyimpan banyak kisah yang sarat makna tentang akhlak dan keteladanan para sahabat Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah peristiwa ketika dua sahabat utama, Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah, datang berkunjung ke rumah Rasulullah SAW.

Alkisah, setibanya di depan pintu, keduanya justru terlibat dalam dialog penuh kerendahan hati. Ali dan Abu Bakar saling mempersilakan rekannya untuk lebih dulu masuk menemui Nabi. Namun, bukan sekadar basa-basi, percakapan itu berubah menjadi untaian penghormatan satu sama lain dengan mengutip sabda-sabda Rasulullah tentang keutamaan keduanya.

Baca Juga : Rumah Eko Patrio, Uya Kuya hingga Sri Mulyani Dijarah Massa Usai Kediaman Ahmad Sahroni

Ali berkata, “Bagaimana mungkin aku mendahuluimu, wahai Abu Bakar, padahal Rasulullah pernah bersabda: Belum pernah matahari terbit dan terbenam atas seseorang sesudah para Nabi, yang lebih utama dari Abu Bakar.”

Namun Abu Bakar menimpali dengan penuh takzim, “Justru aku tidak layak mendahuluimu, wahai Ali, sebab Rasulullah pernah bersabda: Aku menikahkan putriku Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, lelaki terbaik untuk wanita terbaik.”

Dialog itu terus berlanjut. Ali kembali mengutip sabda Nabi tentang keimanan Abu Bakar yang begitu agung, sementara Abu Bakar menegaskan kemuliaan Ali yang kelak di Hari Kiamat akan dikumpulkan bersama Fatimah, Hasan, dan Husain dalam kedudukan istimewa.

Bahkan, mereka saling menyebutkan ayat Al-Qur’an yang dianggap sebagai penghormatan Allah kepada sahabatnya masing-masing. Ali mengingatkan firman Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 33 tentang orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya, sementara Abu Bakar menyitir Surah Al-Baqarah ayat 207 mengenai orang yang rela mengorbankan dirinya demi ridha Allah.

Ketika perbincangan mulia itu berlangsung, Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “Ya Rasulullah, di luar ada Abu Bakar dan Ali hendak menemuimu. Sambutlah keduanya.”

Baca Juga : Apa yang Terjadi Jika Demo Terus Berlangsung? Ini Analisis Pengamat Politik UI

Rasulullah pun bergegas keluar, menyambut penuh kasih sahabat-sahabat terbaiknya. Abu Bakar dipersilakan duduk di sisi kanan beliau, dan Ali di sisi kiri. Rasulullah kemudian bersabda, “Seperti inilah kelak kita akan dibangkitkan pada Hari Kiamat.”

Kisah ini, yang dinukil dalam Sirah Sahabat, bukan sekadar anekdot sejarah. Ia menjadi pengingat bahwa ketawadhuan dan rasa hormat antar-sesama adalah bagian dari akhlak mulia yang diwariskan para sahabat Nabi. Dialog penuh cinta dan penghormatan itu menjadi teladan abadi: bahwa kemuliaan sejati tidak pernah lahir dari siapa yang lebih dulu melangkah, melainkan dari siapa yang lebih tulus memuliakan sesamanya.

 


Topik

Agama sahabat nabi nabi muhammad SAW kisah teladan abu bakar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri