Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kalender Jawa Selasa Pahing, 29 Juli 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh dan Pantangan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

29 - Jul - 2025, 07:38

Placeholder
Kalender Juli 2025. (Foto: Enkosa)

JATIMTIMES - Selasa (29/7/2025) hari ini bertepatan dengan pasaran Pahing dalam sistem penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, tanggal hari ini jatuh pada 3 Sapar 1959 dalam tahun Dal dan berada dalam Wuku Bala. Weton hari ini adalah Selasa Pahing dengan jumlah neptu 12 (Selasa = 3, Pahing = 9).

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton dipercaya memengaruhi watak, rezeki, jodoh, hingga nasib seseorang. Begitu pula dengan wuku, mingguan dalam penanggalan Jawa, yang memiliki simbol-simbol dan makna tersendiri. 

Baca Juga : Video Viral Perempuan di Sungai Saat Event Trail Polres Blitar Kota, Polisi Beri Klarifikasi

Orang yang lahir pada weton Selasa Pahing dikenal sebagai pribadi yang berani, tegas, dan penuh semangat. Mereka memiliki prinsip hidup yang kuat dan cenderung tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Dalam kesehariannya, mereka aktif, pekerja keras, dan cepat mengambil tindakan.

Namun, menurut primbon Jawa, Selasa Pahing juga bisa menjadi pribadi yang keras kepala, mudah tersulut emosi, dan sulit untuk menurunkan ego jika merasa benar. Sisi positifnya, mereka tidak suka berlama-lama dalam kegagalan dan cepat bangkit ketika mengalami keterpurukan.

Weton Selasa Pahing kali ini berada dalam Wuku Bala, salah satu wuku dengan simbol dan makna yang cukup kompleks. Wuku Bala memiliki lambang dewa penguasa Bathari Durga, dewi yang dikenal sebagai pembuat gaduh dan menebar rasa takut.

Karakter Wuku Bala mencerminkan watak yang jahil, senang memprovokasi, dan tidak takut pada siapa pun. Pemilik weton dalam wuku ini cenderung memiliki dorongan kuat ke arah negatif jika tidak mampu mengendalikan emosi dan niatnya. Daya pengaruhnya besar, tetapi jika tidak diarahkan dengan baik, justru bisa membawa kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.

Lambang pohonnya adalah pohon cemara, yang menggambarkan pribadi yang banyak bicara, pandai berkelit, dan ucapannya sering dipercaya karena terdengar meyakinkan. Ia bisa menjadi komunikator yang hebat, tetapi juga bisa berbahaya jika digunakan untuk menipu atau memanipulasi orang lain.

Sementara lambang burungnya adalah ayam hutan, yang menggambarkan sosok yang berwibawa, disenangi banyak orang, dan menjadi kesayangan atasan atau tokoh penting. Mereka memiliki tekad kuat dan sulit digoyahkan ketika sudah menentukan pilihan.

Simbol gedhong (bangunan) Wuku Bala berada di depan, menandakan bahwa orang dengan weton ini cenderung suka memperlihatkan kekayaan atau pencapaiannya. Namun, ada makna tersembunyi dalam simbol ini, "seperti hujan di luar musim", artinya perilakunya sulit ditebak, kadang tidak konsisten, dan bisa membuat orang bingung dengan tindakannya.

Primbon juga menyebut Wuku Bala dilambangkan sebagai pendeta angluh, yang artinya seseorang yang bisa menjadi berbahaya jika rahasia hidupnya terbongkar. Oleh karena itu, mereka dianjurkan berhati-hati dalam menjaga privasi dan tidak sembarangan berbagi rahasia hidup, terutama dalam urusan pekerjaan atau hubungan pribadi.

Baca Juga : 5 Pejabat Pemkab Malang Siap Perebutkan Kursi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang

Arah berbahaya pada Wuku Bala adalah Barat Laut. Dalam tujuh hari masa Wuku Bala, sebaiknya menghindari perjalanan jauh ke arah tersebut karena dipercaya membawa energi negatif atau kesialan.

Dalam hal rezeki, pemilik weton Selasa Pahing dikenal sebagai pekerja keras yang tidak cepat puas. Mereka harus mencapainya dengan usaha sendiri, dan hasilnya biasanya cukup stabil jika konsisten. Namun, mereka perlu hati-hati dalam memilih karier. Jika salah langkah atau salah lingkungan, pekerjaan justru bisa menjadi sumber penderitaan, sesuai simbol “hujan tak pada musimnya”.

Pekerjaan yang cocok antara lain adalah yang memerlukan kecakapan bicara, kepercayaan dari publik, dan kepemimpinan, seperti diplomat, pengacara, jurnalis, guru, atau pemimpin organisasi. Mereka juga cocok dalam bidang yang menuntut intuisi tajam dan daya pengaruh seperti marketing, bisnis, atau dunia hiburan.

Dalam Primbon Jawa, weton Selasa Pahing dianggap cocok berjodoh dengan mereka yang memiliki neptu 7, 12, atau 17. Neptu ini bisa ditemukan pada weton seperti Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Sabtu Kliwon, dan Minggu Pon.

Dalam primbon, hari Kamis Wage selama Wuku Bala dianggap hari baik untuk memulai pekerjaan. Hari ini cocok digunakan untuk menggali sumur karena dipercaya akan menemukan sumber air yang melimpah. Selain itu, Kamis Wage di Wuku Bala juga hari baik untuk melamar atau meminang pasangan, karena diyakini membawa keberkahan dan kasih sayang dalam rumah tangga.

Selama Wuku Bala berlangsung, masyarakat Jawa juga disarankan tidak pergi jauh ke arah barat laut, menghindari pembicaraan yang membuka rahasia diri, serta tidak mengambil keputusan impulsif yang bisa membahayakan masa depan. 


Topik

Serba Serbi Kalender Jawa weton selasa pahing



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri