JATIMTIMES - Di tengah derasnya arus produk modern dan instan, sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) bernama Jamu Beras Kencur Bunda hadir dengan membawa semangat pelestarian tradisi sekaligus inovasi.
Berlokasi di Malang, usaha ini dirintis oleh Fandi Harianto dengan sang istri, seorang pelaku usaha rumahan yang mengolah jamu dengan cara tradisional, higienis, dan penuh ketelatenan.
Baca Juga : Peta Ruhani Jawa: Empat Puluh Sahabat, Ki Ageng Pengging, dan Warisan Sufistik Tanpa Mahkota
Fandi mengaku tidak pernah secara serius berencana membangun usaha jamu. Semuanya bermula dari kegiatan istri dan keluarganya yang gemar membuat jamu untuk konsumsi pribadi.
“Awalnya hanya untuk kesibukan di rumah saja. Budhe saya yang mulai meracik, lalu saya bantu sedikit-sedikit. Dari situ muncul ide untuk dijual,” ujarnya.

Dengan peralatan sederhana dan bahan-bahan alami seperti kencur pilihan, asam jawa, serta gula merah kualitas terbaik, Fandi dan keluarganya mulai memproduksi dalam skala kecil dengan pengolahan yang sangat memperhatikan kehigenisan.
Produk pun mulai dikenal lewat mulut ke mulut hingga akhirnya banyak teman dan tetangga yang memesan setelah melihat status di media sosial.
"Perbotol 500 ml seharga Rp 10.000, harus pre order, minimal 5 botol. Ya karena ini pembuatannya butuh proses dan buatnya tidak asal-asalan," paparnya.
Berbeda dengan produk jamu yang banyak beredar di pasaran, Jamu Beras Kencur Bunda menonjolkan proses pembuatan yang teliti dan bersih. Semua tahapan dilakukan secara manual dan tanpa bahan pengawet. Berasnya diolah sendiri, kencur dicuci dan ditiriskan, lalu direbus bersama bahan lainnya sampai matang.

“Semua kami kerjakan sendiri, mulai dari mengupas, mencuci, merebus hingga mengemas. Karena itu, dalam sehari kami hanya bisa produksi maksimal 60 botol,” jelas Fandi. “Kami memang sengaja tidak melibatkan banyak orang, agar kebersihan dan kualitas terjaga.”
Menariknya, meskipun tanpa pengawet, jamu racikan Fandi bisa bertahan cukup lama. Di suhu ruang, jamu mampu bertahan beberapa hari. Sementara jika disimpan di kulkas, daya tahannya bisa mencapai tiga bulan. Ini berkat proses perebusan yang matang serta takaran bahan yang tepat.
Jamu Beras Kencur Bunda sudah mengantongi sertifikat halal dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk keseriusan usaha. Produk ini bahkan telah dikirim ke beberapa daerah, bahkan hingga ke Jakarta. Untuk pelanggan dari jamu ini puj juga beragam, baik dari masyarakat, guru dan bahkan para pejabat di Kota Malang.
Baca Juga : Mukjizat Air dan Makanan, Ketika Rasulullah SAW Menjawab Kehausan dan Kelaparan Para Sahabat
“Responnya sangat baik. Banyak yang merasa lebih segar setelah minum jamu ini, bahkan dijadikan minuman harian,” ujar Fandi.
Testimoni demi testimoni menjadi modal penting untuk terus membangun kepercayaan pelanggan.
Meski banyak yang menyarankan agar memperluas produksi atau mengikuti pelatihan ekspor, Fandi memilih untuk tetap fokus pada kualitas dan menjaga skala rumahan.
“Ini bukan usaha besar-besaran. Kami tidak rekrut karyawan. Ini usaha keluarga yang ingin tetap hangat dan terkontrol,” ungkapnya.
Kini, Jamu Beras Kencur Bunda telah menjadi simbol kesederhanaan yang sukses. Bukan hanya menyajikan rasa segar dan manfaat kesehatan, tapi juga membawa cerita tentang kerja keras, ketulusan, dan kecintaan pada tradisi.
“Alhamdulillah, dari dapur kecil kami, jamu ini telah membawa manfaat bagi banyak orang," pungkas Fandi.
Nah, bagi masyarakat yang kngin merasakan kesegaran dan manfaat Jamu Beras Kencur Bunda, dapat menghubungi nomor berikut : 083136815528.
