JATIMTIMES - Kejadian tragis terjadi di rel kereta api yang terletak di Dusun Karangtengah, Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (29/3/2025) jelang tengah malam. Seorang perempuan bernama Luluk Puspitasari (35), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu, ditemukan tewas setelah menabrakkan diri ke Kereta Api Malioboro Express jurusan Malang-Purwokerto.
Berdasarkan keterangan yang diterima dari Kapolsek Ngunut pada Minggu, 30 Maret 2025, kejadian ini disampaikan berkat laporan masyarakat. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 21.40 WIB. Kejadian berawal ketika Kereta Api Malioboro Express melaju dari arah timur menuju barat.
Baca Juga : Trik Masak Ketupat Hanya 40 Menit! Lengkap dengan Resep Makanan Pendampingnya
Masinis kereta, Jefri V, menginformasikan bahwa seorang perempuan terlihat berdiri di tengah rel dan tampak sengaja menabrakkan diri ke arah kereta yang melintas. Setelah menerima laporan tersebut, petugas KAI Anggara Yuli Wiyanta (31) bersama rekannya, Ilzam Okta Muiz Santoso (24), langsung melakukan pengecekan di sepanjang jalur rel dari Desa Kromasan hingga Desa Pulosari.
“Saat kami menyusuri rel, kami menemukan tubuh korban dalam kondisi mengenaskan, terseret sejauh sekitar 200 meter dari lokasi awal benturan,” ujar Ilzam.
Selain menemukan jasad korban, petugas juga menemukan beberapa barang milik Luluk di sekitar lokasi kejadian. Di antara barang-barang yang ditemukan adalah sebuah sepeda motor Honda Vario 125 warna merah dengan nomor polisi AG 5507 RFF, sebuah ponsel merek Redmi warna hitam, serta dompet berisi identitas korban dan uang tunai sebesar Rp 320.000.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya selembar kertas bertuliskan pesan dalam bahasa Jawa.
"Utangku kon nyaur HERI, sepurane engkang katah sedanten mawon." (Utangku tolong dibayar, Heri. Maafkan aku atas segala hal .red). Pesan tersebut diduga menjadi petunjuk bahwa korban memiliki masalah finansial yang berat sebelum akhirnya nekat mengakhiri hidupnya.
Samsudin (66) salah satu warga Desa Tanjungsari, menyatakan bahwa korban sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
“Kami tidak menyangka sama sekali. Luluk dikenal sebagai orang yang ramah dan jarang bercerita tentang masalah pribadinya,” kata Samsudin.
Baca Juga : 9 Kota Tujuan Wisata Populer di Jawa Timur, Wajib Coba Kuliner Khasnya!
Polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga korban telah dihubungi untuk proses identifikasi dan pengambilan jenazah.
Kapolsek Ngunut, AKP Tri Nuartiko mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi psikologis orang-orang di sekitar tempat tinggal masing-masing.
"Jika ada anggota keluarga atau teman yang menunjukkan tanda-tanda depresi, segera ajak berbicara atau arahkan ke pihak yang bisa membantu," ujarnya.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, namun dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri akibat tekanan ekonomi.
