Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Jaga Marwah Muktamar NU ke 35, Kedepankan Bashiroh Dibanding Bisyaroh

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - Aug - 2026, 18:12

Placeholder
Ketua Umum JKSN sekaligus Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim

JATIMTIMES - Jelang Muktamar NU yang ke 35, Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) bersama Pokja Wartawan Grahadi menggelar Dialog Publik, Transformasi-Orientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama II. Bertempat di Ponpes Amanatul Ummah, Kota Surabaya, Rabu (12/8). 

Dalam dialog publik ini menghadirkan Ketua Umum JKSN sekaligus Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat KH. Agoes Ali Masyhuri, dan juga Guru Besar bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Prof. Usep Abdul Matin, S.Ag., M.A. (Leiden), M.A. (Duke), Ph.D. 

Baca Juga : Mewujudkan Layanan SIM Transparan, Satpas Polres Kediri Kota Luncurkan Inovasi One Day Service

Kiai Asep berpesan agar pelaksanaan Muktamar NU ke 35 nanti bisa terselenggara dengan sebaik-baiknya. Dan tanpa boleh ada kezaliman. 

"Bentuk kedzaliman itu misalnya antara lain,
​mensekap para peserta. Ya, mensekap itu dalam tanda kutip ya. Di mana mereka, karena ini bukan partai politik," ujarnya. 

Demikian halnya Kiai Asep berpesan agar tak boleh ada riswah (suap). "Karena kita sedang menolong, mengupayakan sebuah organisasi yang akan menjadi penopang bangsa dan negara," tuturnya. 

Kiai Asep kemudian memaparkan konsep Al-Qur'an tentang sebuah kehidupan. "Itu ada kelompok penopang dan kelompok yang ditopang. Kalau yang ada kelompok yang ditopang saja tanpa ada kelompok penopang, ya akan hancur negara ini," beber kiai yang juga Ketua Perguruan NU ini. 

Menurut Kiai Asep penopang adalah pemilik bumi. "Pemilik bumi itu hamba-hamba Allah yang saleh. Hamba-hamba Allah yang saleh itu siapa? Ulama," lanjutnya. 

Baca Juga : Tak Hanya Indonesia, Ini 20 Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan pada Agustus

Kiai Asep juga berharap agar tak ada lagi upaya menguasai dan mendzalimi NU. "Caranya kita akan mendoakan kehancuran mereka dengan Hizib Nashor. Yang secara istiqamah akan dibaca bukan hanya sampai dengan muktamar, pra-muktamar pun harus dilakukan," cetusnya. 

Kiai Asep juga meminta agar para Muktamirin bisa menjaga Marwah pada Muktamar NU. Caranya dengan kembali mengedepankan Basyirah dan bukan Bisyaroh. 

"Bashirah bukan bisyarah. Pandangan hati, kebenaran, nurani. Bukan Bisyarah yang sekarang sudah diisukan ada yang 50 juta lah, ada yang 10.000 dolar lah. Ada yang macam-macam itu sudah," imbuhnya.


Topik

Peristiwa Marwah Nahdlatul Ulama Muktamar NU ke 35 Bashiroh Bisyaroh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Sri Kurnia Mahiruni