Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Gelar Profesor Dian Damayanti Disorot usai Paper MBG untuk Nobel Perdamaian Viral, Status Akademiknya Dipertanyakan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - Aug - 2026, 12:32

Placeholder
Potret foto profil Dian Damayanti. (Foto: laman Cognition Conferences)

JATIMTIMES - Nama Dian Damayanti menjadi perbincangan di media sosial setelah paper yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai dasar pengajuan Nobel Perdamaian 2026 viral. Tak hanya isi makalah yang menuai kritik, latar belakang akademik salah satu penulisnya juga ikut menjadi sorotan.

Perhatian publik mengarah pada penggunaan gelar Prof. Dr. yang disematkan pada nama Dian Damayanti. Sejumlah warganet mempertanyakan dasar penggunaan gelar tersebut setelah menelusuri data yang tersedia di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Baca Juga : Profil Cak Sholeh, Advokat No Viral No Justice yang Meninggal Dunia usai Melawan Autoimun

Diketahui sebelumnya, Paper berjudul Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency: Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth itu sebelumnya ramai dibahas karena disebut memuat ilustrasi berbasis kecerdasan buatan (AI), dugaan prompt AI yang belum dihapus, hingga lampiran administrasi seperti Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

Dalam profil LinkedIn miliknya, Dian Damayanti memperkenalkan diri sebagai akademisi, peneliti, penulis, editor, sekaligus reviewer jurnal internasional. Ia juga mengaku aktif menjadi pembicara pada berbagai konferensi ilmiah internasional.

Dian mencantumkan jabatan sebagai Head of Global Division of International Education di Yayasan Ilomata. Selain itu, ia menuliskan afiliasi sebagai peneliti di Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Jakarta.

Masih dalam profil tersebut, Dian juga menyebut dirinya sebagai Nobel Peace Prize Nominee serta mencantumkan sejumlah penghargaan dan pengakuan internasional.

Di sisi lain, profil Google Scholar miliknya memuat berbagai publikasi dengan topik administrasi publik, pendidikan, kebijakan publik, pembangunan berkelanjutan, hingga teknologi.

Dalam biografi yang beredar di media sosial, seperti diunggah akun Threads @nsupra****, Dian lahir di Jakarta pada 21 September 1992. Ia juga mengklaim aktif sebagai peneliti di bidang cyber terrorism, kecerdasan buatan, management cybernetics, robotika, hingga wahana antariksa. 

Selain itu, ia mengaku menguasai sembilan bahasa asing, yaitu Jerman, Prancis, Portugis, Italia, Spanyol, Rusia, Arab, Korea, dan Inggris.

Lantas perdebatan bermula setelah sejumlah pengguna media sosial membandingkan profil itu dengan data yang tercantum di PDDikti. Berdasarkan data PDDikti tersebut, nama Dian Damayanti tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur.

Adapun rincian data yang ramai dibahas warganet antara lain:
• Perguruan tinggi: Universitas Borobudur
• Program studi: Doktor (S3) Ilmu Ekonomi
• Tanggal masuk: 7 Oktober 2023
• Status awal: Peserta Didik Baru
• Status terakhir: Nonaktif pada semester Genap 2025/2026

Temuan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai penggunaan gelar profesor dan doktor yang selama ini melekat pada nama Dian.

Pegiat media sosial Imade Djibril turut menyoroti persoalan tersebut melalui akun X miliknya. Ia menilai yang perlu dijawab bukan hanya polemik isi paper, tetapi juga status akademik penulis utamanya.

"Pertanyaan berikutnya justru lebih mendasar: apa dasar penggunaan gelar 'Prof. Dr.' oleh Dian Damayanti, yang kami asumsikan sebagai lead author?" tulis Imade dalam unggahannya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga : 5 Yayasan Pengelola Dapur MBG Terbanyak, Nomor 1 Punya Lebih dari 1000 SPPG

Ia menyebut hingga kini belum menemukan dokumen yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

"Data PDDikti yang kami lihat menunjukkan nama yang sama tercatat sebagai mahasiswa doktor Universitas Borobudur dengan status nonaktif, sementara sejumlah materi kampus masih menuliskan gelarnya sebagai S.A.P., M.A.," tulisnya.

Imade juga menyampaikan bahwa penggunaan gelar tersebut masih perlu dibuktikan. "Sampai ada ijazah doktor dan SK pengangkatan guru besar yang dapat diverifikasi, gelar tersebut selayaknya diperlakukan sebagai klaim yang belum terbukti," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Paper yang menjadi sorotan itu terdiri dari 69 halaman dan diunggah melalui platform SSRN. Dokumen tersebut mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai model kebijakan yang dinilai berkontribusi terhadap ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, dan perdamaian sehingga dianggap layak menjadi dasar pengajuan Nobel Perdamaian 2026.

Perbincangan bermula setelah akun X @txtugm mengunggah temuannya. "Nemu paper salah satu authornya @prabowo, papernya sebagai ajuan Program MBG untuk diajukan dalam Nobel Perdamaian 2026," tulis akun tersebut.

Unggahan itu kemudian menyoroti beberapa bagian naskah, mulai dari penggunaan ilustrasi AI hingga dugaan prompt AI yang belum dihapus. "Kesel banget di dalam paper ada desain AI-nya. Mana jelek lagi." imbuhnya. 

Dalam unggahan lanjutan, akun tersebut juga menulis: "Anjirrr paper Nobel Perdamaiannya Prabowo ada sisa prompt yang kelupaan dihapus HAHAHA. Pake AI donggg buat papernya."

Berdasarkan dokumen tersebut, paper itu memuat sembilan nama penulis, yakni:

• Prabowo Subianto (Presiden Republik Indonesia)
• Dian Damayanti
• Ashar Sunarso
• Norhidayah Azman
• Iwan
• Gimbal Doloksaribu
• Cicih Ratnasih
• Mansuri
• Sugiyanto Saleh

Hingga kini, polemik mengenai isi paper maupun penggunaan gelar akademik salah satu penulisnya masih menjadi perbincangan di media sosial. Belum ada keterangan resmi yang memberikan klarifikasi terkait status akademik Dian Damayanti maupun kritik yang diarahkan terhadap dokumen tersebut.


Topik

Peristiwa Gelar Profesor Dian Damayanti Paper MBG Nobel Perdamaian Status Akademik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni