JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar mendorong koperasi bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Momentum Hari Koperasi Ke-79 tahun 2026 sekaligus menjadi panggung apresiasi bagi koperasi yang dinilai mampu menjaga tata kelola dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya.
Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menyerahkan penghargaan kepada 13 koperasi dalam rangkaian upacara peringatan Hari Koperasi Ke-79 di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Senin (20/7/2026). Penghargaan diberikan kepada koperasi dari empat kelompok yang dinilai memiliki kinerja baik, termasuk dalam ketertiban melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).
Baca Juga : Floorball Kota Malang Bawa Pulang Dua Prestasi dari Kejurprov Jatim 2026
Mas Ibin mengatakan, peringatan Hari Koperasi tahun ini memiliki arti penting seiring semakin kuatnya dukungan pemerintah terhadap koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Kebijakan tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Menurut dia, koperasi kini tidak cukup hanya bertahan dengan pola pengelolaan lama. Koperasi dituntut berinovasi, memperkuat tata kelola, memanfaatkan teknologi digital, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan generasi muda.
“Koperasi hari ini dituntut untuk inovatif, senantiasa berkembang, melek digital, dan melibatkan para pemuda dalam ekonomi koperasi. Koperasi yang dulu dianggap kuno dan tidak strategis, hari ini kembali difungsikan menjadi sangat strategis,” kata Mas Ibin.
Transformasi itu, lanjut dia, mulai terlihat dari berkembangnya platform digital, penguatan usaha produktif, hingga konsolidasi bisnis melalui Koperasi Merah Putih. Ke depan, koperasi juga diproyeksikan mengambil peran lebih besar dalam distribusi berbagai kebutuhan primer dan strategis masyarakat.
Mas Ibin menilai arah tersebut membuka peluang bagi koperasi untuk menjadi bagian penting dalam membangun sistem ekonomi yang lebih berkeadilan dan berbasis pada kekuatan masyarakat.
“Peran koperasi dalam membentuk ekonomi baru, sistem baru, dan kesejahteraan baru di Indonesia sangat penting. Karena itu, peran koperasi harus dioptimalkan dan difungsikan secara maksimal,” ujarnya.
Dalam amanat Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono yang dibacakan Mas Ibin, pemerintah juga menegaskan arah baru pembangunan koperasi. Koperasi didorong menjadi organisasi ekonomi yang profesional, transparan, inovatif, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran modern, analisis data, hingga kecerdasan buatan untuk memperluas pasar.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Koperasi Ke-79, Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya. Koperasi ditempatkan bukan sekadar sebagai badan usaha, melainkan instrumen untuk memperkuat ekonomi rakyat dan menciptakan pertumbuhan yang inklusif.

Penghargaan Jadi Pemacu Koperasi Naik Kelas
Penghargaan kepada 13 koperasi menjadi salah satu bentuk pembinaan sekaligus apresiasi Pemkot Blitar. Mas Ibin mengatakan, penerima penghargaan dipilih dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kemampuan menjadi penggerak, ketertiban administrasi, hingga manfaat yang diberikan kepada anggota dan masyarakat.
“Ini bentuk apresiasi bahwa pemerintah hadir sebagai pengawas sekaligus penilai bagi koperasi yang baik. Koperasi yang bagus, berkembang, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya kami berikan apresiasi,” tegasnya.
Pj Sekretaris Daerah Kota Blitar sekaligus Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, menjelaskan 13 penerima penghargaan terbagi dalam empat kelompok.
Pada kelompok KPRI, penghargaan diberikan kepada KPRI Mekar SMEA Negeri Blitar, Koperasi Konsumen KPRI Merah Delima Forsma, dan Koperasi Konsumen KPRI STM Negeri Blitar.
Kelompok Koperasi Wanita dan KSPPS Wanita terdiri atas Koperasi Wanita Puteri Gelora, Koperasi Wanita Melati Arum Wangi, dan Koperasi Wanita Arga Dewi Mandiri.
Sementara pada kelompok KSU, KSP, dan koperasi lainnya, penghargaan diraih Koperasi Aneka Usaha Cipta Karya Kotamadya Blitar, Koperasi Simpan Pinjam Bina Usaha Mandiri, Koperasi Serba Usaha Barokah, dan Koperasi Simpan Pinjam Karya Bhakti.
Adapun kelompok Koperasi Kelurahan Merah Putih menempatkan tiga penerima penghargaan, yakni Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedog Kecamatan Sananwetan, Koperasi Kelurahan Merah Putih Sananwetan Kecamatan Sananwetan, dan Koperasi Kelurahan Merah Putih Bendogerit Kecamatan Sananwetan.
Salah satu indikator penting penilaian adalah kedisiplinan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Forum tertinggi dalam koperasi itu menjadi instrumen untuk mengukur akuntabilitas pengurus sekaligus mengevaluasi kinerja dan menyusun rencana usaha.
“Yang pertama, mereka tertib mengadakan Rapat Anggota Tahunan. Kemudian dinilai dari administrasi dan bagaimana manfaat koperasi benar-benar dirasakan anggotanya. Perkembangan koperasi itu sendiri juga menjadi bagian penting dalam penilaian,” kata Tri Iman.
Pemkot Blitar, menurut Tri Iman, secara konsisten melakukan pembinaan koperasi setiap tahun, mulai dari penguatan tertib administrasi hingga peningkatan kapasitas pengurus. Pendampingan juga dilakukan saat pelaksanaan RAT untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus mencermati rencana kerja koperasi pada tahun berjalan.
“Setiap tahun kami melakukan pembinaan, baik dari sisi administrasi maupun peningkatan kapasitas pengurus. Saat RAT, kami juga melihat apa yang sudah dikerjakan pada tahun sebelumnya dan apa yang direncanakan pada tahun berjalan,” ujar Tri Iman.
Melalui pembinaan dan pemberian penghargaan tersebut, Pemkot Blitar mendorong koperasi untuk terus memperbaiki tata kelola agar semakin tertib, profesional, dan produktif. Koperasi juga diharapkan tidak sekadar aktif secara kelembagaan, tetapi mampu berkembang sebagai usaha bersama yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi anggota dan masyarakat.
“Harapannya, koperasi terus berkembang dan manfaatnya semakin dirasakan oleh anggota. Itu menjadi bagian penting yang terus kami dorong melalui pembinaan,” tegasnya.

Koperasi Merah Putih Mulai Digerakkan
Penguatan koperasi di Kota Blitar juga bergerak melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih. Tri Iman menyebut sebagian koperasi telah diluncurkan, sementara delapan lainnya direncanakan menyusul dalam peluncuran secara nasional pada Agustus 2026.
Pemkot Blitar tidak ingin Koperasi Merah Putih hanya berhenti pada pembentukan kelembagaan. Mas Ibin mulai mendorong koperasi tersebut memperoleh aktivitas ekonomi yang dapat menopang operasional sejak dini. Salah satunya melalui keterlibatan dalam program pemerintah daerah, termasuk penyaluran beras kesejahteraan daerah atau rastrada.
“Harapannya Koperasi Merah Putih tidak harus menunggu dua tahun untuk bergerak. Sekarang sudah mulai didorong agar bisa menjalankan operasional dengan baik, salah satunya melalui kegiatan yang berkaitan dengan program pemerintah kota,” jelas Tri Iman.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Blitar membangun koperasi yang sehat, produktif, dan adaptif. Melalui tata kelola yang tertib, digitalisasi, regenerasi, dan perluasan usaha, koperasi didorong naik kelas sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat.
