Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Punya Mesin Pirolisis dan RDF, DPRD Minta Pemkot Fokus Kurangi Sampah dari Hulu

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

18 - Jul - 2026, 10:22

Placeholder
Komisi C DPRD Kota Malang meninjau proses pengolahan sampah di TPA Supit Urang beberapa waktu lalu.(Foto: DPRD Kota Malang for JatimTIMES).

JATIMTIMES – Pengembangan teknologi pengolahan sampah dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi beban Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Namun, DPRD Kota Malang mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menjadi satu-satunya solusi tanpa diimbangi pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Muhammad Anas Muttaqin mengatakan pengelolaan sampah harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pemilahan di tingkat masyarakat hingga pemanfaatan teknologi yang mampu memberi nilai tambah terhadap sampah.

Baca Juga : Ranperda Pencegahan LGBT Mulai Disiapkan DPRD Kota Malang, Ini Alasannya

"Pengelolaan sampah tidak cukup hanya menyelesaikan persoalan di hilir atau di tempat pembuangan akhir. Yang terpenting adalah mengurangi sampah sejak dari hulunya sehingga volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang bisa terus ditekan," ujarnya.

Menurut Anas, salah satu teknologi yang mulai dikembangkan adalah mesin pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik bernilai ekonomi rendah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, terdapat teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengolah sampah menjadi bahan bakar padat.

Ia menilai inovasi tersebut menunjukkan bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki potensi menjadi sumber energi yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi. "Harapannya sampah bisa menjadi sumber energi sekaligus mendukung ekonomi sirkular," katanya.

Meski demikian, Anas menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tetap bergantung pada upaya mengurangi timbulan sampah dari masyarakat. Karena itu, penguatan bank sampah, optimalisasi tempat pengolahan sampah, serta budaya memilah sampah harus terus diperluas agar volume sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond H. Matondang menjelaskan, mesin pirolisis saat ini mampu mengolah sekitar 200 kilogram sampah plastik menjadi sekitar 130 liter BBM dalam satu kali proses.

Baca Juga : Imigrasi Blitar Tambah Kuota Paspor 75 Persen, Kini Layani 210 Pemohon per Hari

"Dari sekali proses memasak 200 kilogram sampah plastik, dapat dihasilkan sekitar 130 liter BBM. Untuk sementara prosesnya belum bisa dilakukan setiap hari karena kami harus mengumpulkan terlebih dahulu sampah plastik yang dibutuhkan," ungkapnulya.

Menurut Raymond, BBM hasil pirolisis telah dimanfaatkan untuk operasional kendaraan dan alat berat milik DLH. Di sisi lain, pengembangan RDF masih terus dilakukan karena nilai kalori briket yang dihasilkan belum memenuhi kebutuhan industri dan akan ditingkatkan menjadi batu bara sintetis.


Topik

Pemerintahan DPRD Kota Malang sampah Kota Malang energi dari sampah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy