Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Klement, Ekonom yang Tepat Tebak 3 Edisi Beruntun

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

22 - Jun - 2026, 19:07

Placeholder
Ilustrasi trofi Piala Dunia. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026, nama Joachim Klement kembali ramai dibahas di media sosial. Ekonom asal Jerman tersebut menjadi sorotan setelah prediksinya mengenai juara Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir terbukti tepat.

Mulai dari juara Piala Dunia pada 2014 adalah Jerman, Prancis pada 2018, hingga Argentina pada 2022, semuanya sesuai dengan hasil akhir turnamen. Kini, di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, prediksi Klement kembali viral.

Baca Juga : Pratama Arhan Resmi Tinggalkan True Bangkok United, Status Bebas Transfer Usai Kontrak Tak Diperpanjang

Hasilnya cukup mengejutkan. Model statistik yang ia kembangkan memprediksi Belanda akan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Prediksi itu kembali viral setelah dibahas akun TikTok Risyad and Son. Dalam videonya, kreator tersebut menjelaskan bagaimana Klement mampu menarik perhatian publik dunia berkat akurasi prediksinya.

"Biasanya kan prediksi itu antara pake hewan, ya kan kayak gurita Paul, atau AI lah paling. Si Klement ini menggunakan rumus ekonometrika dan spreadsheet untuk menebak juaranya. Dan hebatnya dia berhasil menebak dengan akurasi 100 persen sejak 2014," ujar akun tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, Joachim Klement merupakan ekonom dan analis investasi asal Jerman yang dikenal karena model statistiknya dalam memprediksi hasil Piala Dunia.

Menariknya, model tersebut tidak lahir dari kecintaannya terhadap sepak bola semata. Menurut penjelasan Risyad and Son, Klement justru membuat model itu sebagai bentuk kritik terhadap profesinya sendiri. 

"Jadi pada tahun 2010-2012 dia mulai ngerancang model matematika ini dan justru sebagai bentuk satir atau ejekan terhadap profesi sendiri. Klement pengen nunjukin betapa arogan para ekonom saat itu yang berpikir mereka bisa memprediksi semua hal dengan angka, termasuk sesuatu yang sangat acak kayak sepak bola," demikian penjelasan dalam video tersebut.

Namun eksperimen yang awalnya dianggap sekadar sindiran justru menghasilkan prediksi yang akurat. Dalam sejumlah wawancara yang dikutip media internasional, Klement mengaku model tersebut memang dibuat untuk menunjukkan bahwa tidak semua hal bisa diprediksi dengan mudah.

"People think economists can predict everything, but I wanted to show that's not true in reality," ujar Klement.

Ironisnya, model yang dibuat untuk mengkritik keyakinan para ekonom itu justru berhasil menebak juara Piala Dunia tiga edisi berturut-turut. Berbeda dengan banyak analis sepak bola yang fokus pada performa pemain dan statistik pertandingan, model Klement justru lebih banyak menggunakan indikator sosial ekonomi.

Menurut informasi yang dibagikan akun Instagram Bolamadness, model tersebut menggabungkan sejumlah faktor, antara lain:
• Peringkat FIFA
• Jumlah penduduk
• Produk Domestik Bruto (GDP) per kapita
• Faktor iklim
• Keuntungan sebagai tuan rumah
• Tradisi sepak bola
Dalam video yang sama, Risyad and Son menjelaskan alasan di balik penggunaan indikator tersebut.

"Klemment percaya kalau PDB per kapita mencerminkan kualitas infrastruktur olahraga dan fasilitas latihan yang dimiliki suatu negara. Terus jumlah populasi untuk mengukur potensi bakat pemain. Ada juga faktor iklim buat melihat kemampuan adaptasi pemain terhadap cuaca di negara penyelenggara," jelasnya.

Selain itu, model tersebut juga memperhitungkan kekuatan historis sepak bola suatu negara dan keuntungan bermain sebagai tuan rumah. Untuk diketahui, nama Joachim Klement mulai mencuri perhatian saat Piala Dunia 2014 digelar di Brasil.

Kala itu, modelnya memprediksi Jerman akan menjadi juara. Prediksi tersebut dianggap berani karena saat itu belum pernah ada negara Eropa yang menjuarai Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Selatan. Meski demikian, hasil akhirnya sesuai dengan prediksi Klement. Jerman keluar sebagai juara usai mengalahkan Argentina di final.

Baca Juga : Libur Sekolah Jadi Alasan Resmi, Operasional MBG di Kota Malang Berhenti Saat Tuntutan Evaluasi Menguat

"Padahal sebelum turnamennya dimulai banyak pakar yang menyebut belum pernah ada sejarahnya negara Eropa bisa menang Piala Dunia kalau turnamennya ada di tanah Amerika Selatan. Tapi Jerman akhirnya berhasil mematahkan mitos itu dan juara," kata akun Risyad and Son.

Empat tahun kemudian, Klement kembali menjagokan Prancis untuk menjadi juara Piala Dunia 2018 di Rusia. Lagi-lagi hasilnya tepat. Kemudian pada Piala Dunia 2022 di Qatar, model yang sama memprediksi Argentina akan menjadi juara. Tim yang dipimpin Lionel Messi akhirnya benar-benar mengangkat trofi setelah mengalahkan Prancis di partai final.

Untuk Piala Dunia 2026, model Joachim Klement menghasilkan prediksi yang cukup mengejutkan. Belanda diproyeksikan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Menurut simulasi tersebut, Belanda akan lolos dari fase grup bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Selanjutnya, tim Oranje diprediksi menyingkirkan Maroko di fase gugur, mengalahkan Prancis di perempat final, lalu menumbangkan Spanyol melalui adu penalti di semifinal. Di partai puncak, Belanda diperkirakan menghadapi Portugal sebelum akhirnya keluar sebagai juara.

"Nah jadi berdasarkan simulasi rumus si Klement ini, Belanda itu diprediksi lolos dari fase grup bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Terus di fase penyisihan Belanda diramalkan menyingkirkan Maroko, habis itu Prancis di perempat final, dan Spanyol lewat adu penalti di semifinal. Nah di finalnya Belanda diprediksi akan mengalahkan Portugal," ujar akun Risyad and Son.

Jika prediksi itu benar terjadi, maka Belanda akan mengakhiri penantian panjang setelah tiga kali gagal di final Piala Dunia pada 1974, 1978, dan 2010. Selain memprediksi Belanda menjadi juara, model Klement juga memunculkan sejumlah kejutan lain. Salah satunya adalah kemungkinan Jepang menyingkirkan Brasil pada fase gugur.

Prediksi tersebut tentu menjadi perdebatan mengingat Brasil merupakan negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara. Namun justru berbagai kejutan itulah yang membuat model Klement kembali menjadi bahan perbincangan menjelang turnamen tahun depan.

Meski catatan prediksinya terbilang mengesankan, Klement sendiri tidak pernah mengklaim modelnya sebagai alat peramal yang sempurna. Ia menjelaskan bahwa sepak bola tetap memiliki unsur keberuntungan yang sangat besar. "It's ultimately half luck," kata Klement.

Ia bahkan mengingatkan publik agar tidak menjadikan hasil prediksinya sebagai pegangan mutlak, apalagi digunakan untuk berjudi. "Don't believe it too much," ujarnya.

Peringatan itu sejalan dengan penjelasan yang disampaikan akun Risyad and Son. "Klemmen sendiri ini mengaku tertekan dengan reputasi dia yang nggak pernah salah. Makanya dia sampai sekarang tetap ngasih peringatan keras kepada publik supaya nggak nelan mentah-mentah prediksi dia, apalagi dipakai buat judi," ungkap akun tersebut.


Topik

Olahraga piala dunia piala dunia 2026 joachim klement prediksi juara piala dunia belanda



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga