Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Unisma Gandeng Kampus dan Industri Belanda, Bangun Ekosistem Riset untuk Sustainable Green Campus

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

13 - Jun - 2026, 18:05

Placeholder
Unisma memperluas jejaring kolaborasi internasional melalui kerja sama dengan University of Twente di Belanda dan perusahaan teknologi energi hijau CLM Nano Energy (ist)

JATIMTIMES - Perguruan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan besar untuk tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga membangun ekosistem riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan global. Kebutuhan akan pengembangan teknologi ramah lingkungan, energi berkelanjutan, hingga hilirisasi hasil penelitian menjadi isu yang semakin menentukan daya saing kampus di tingkat internasional.

Dalam konteks tersebut, Universitas Islam Malang (Unisma) mengambil langkah strategis dengan memperluas jejaring kolaborasi internasional melalui kerja sama dengan University of Twente di Belanda dan perusahaan teknologi energi hijau CLM Nano Energy. Kolaborasi yang dibahas dalam kunjungan akademik di Enschede, Belanda, belum lama ini tersebut, diarahkan untuk pengembangan Sustainable Green Campus serta pembentukan Research and Development (R&D) Design Lab di lingkungan Unisma.

Baca Juga : Sorak Suporter Pecah di Malang, 71 Kontingen Berebut Gelar Kejurnas Tenis Piala Ketua MA

Delegasi Unisma dipimpin langsung Rektor Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., bersama Ketua Umum Yayasan Unisma Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.T., M.P., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, SDM dan Keuangan Dr. H. Ronny Malavia Mardani, S.E., M.M., MOS, serta Ketua Lembaga Urusan Internasional Dr. Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A.

2

Salah satu fokus utama pembahasan adalah bagaimana membangun model kampus yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas internasional dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Unisma berdiskusi dengan Prof. Dr. Ing. Dave H.A. Blank, pakar nanoteknologi dunia dari University of Twente. Profesor Ilmu Material Anorganik itu dikenal sebagai tokoh penting di MESA+ Institute for Nanotechnology dan pernah menjabat sebagai Chief Scientific Ambassador Belanda. Pengalamannya dalam mengembangkan NanoLab dan DesignLab menjadi salah satu referensi penting bagi pengembangan pusat riset dan inovasi di Unisma.

Selain itu, Unisma juga melakukan pertemuan dengan Christian Kraft, pimpinan CLM Nano Energy, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi energi hijau, penyimpanan energi, dan pengembangan solusi baterai generasi baru. Keterlibatan sektor industri dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat proses hilirisasi riset sehingga hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat berkembang menjadi produk dan teknologi yang dimanfaatkan masyarakat.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, tercapai kesepahaman untuk mendukung pembangunan Unisma Sustainable Green Campus melalui pembentukan R&D Design Lab. Pusat kolaborasi ini dirancang sebagai ruang integrasi pendidikan, penelitian, inovasi, teknologi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

1

Rektor Unisma Prof. Junaidi Mistar menegaskan bahwa pengembangan kampus berkelanjutan menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang universitas dalam meningkatkan kapasitas riset dan inovasi di tingkat global.

“Kami melihat University of Twente sebagai salah satu model yang mengintegrasikan pendidikan, riset, inovasi, dan kewirausahaan. Pengalaman Prof. Dave Blank dalam membangun ekosistem NanoLab dan DesignLab menjadi inspirasi penting bagi Unisma dalam mengembangkan pusat riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Junaidi, kerja sama internasional tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur riset, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari penelitian bersama, program visiting professor, mobilitas mahasiswa dan tenaga kependidikan, hingga publikasi ilmiah bereputasi internasional dan pengembangan startup berbasis teknologi.

Dukungan terhadap langkah Unisma juga disampaikan Prof. Dave Blank. Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan masa depan melalui penguatan ekosistem inovasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga : 4 Minuman Rempah di Malang yang Cocok Dinikmati Saat Bediding

Ia menekankan pentingnya membangun keterhubungan antara akademisi, mahasiswa, industri, pemerintah, dan mitra internasional untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan global, khususnya di bidang energi, lingkungan, dan teknologi masa depan.

Pandangan serupa disampaikan Christian Kraft yang menilai kolaborasi antara dunia akademik dan industri menjadi kebutuhan mendesak dalam mempercepat transformasi hasil riset menjadi teknologi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial.

Pengembangan Sustainable Green Campus Unisma juga akan melibatkan SBDI Center Foundation yang selama ini menjadi mitra internasional dalam berbagai program ketahanan pangan, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Junaidi menambahkan, pembentukan Sustainable Green Campus dan R&D Design Lab diharapkan menjadi fondasi penting bagi transformasi Unisma menuju World Class University sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

“Pengembangan Sustainable Green Campus dan R&D Design Lab merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi Unisma. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi Unisma menuju World Class University sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan University of Twente, CLM Nano Energy, dan SBDI Center Foundation, Unisma menargetkan terbentuknya ekosistem riset dan inovasi yang lebih kuat, sekaligus memperluas kontribusi kampus dalam menghasilkan solusi berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia maupun komunitas global.


Topik

Pendidikan Unisma Kampus Industri Belanda Ekosistem Riset Sustainable Green Campus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan