Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Semaan Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, Unisma Ajak Nahdliyin Perkuat Jati Diri

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

08 - Jun - 2026, 09:33

Placeholder
Kegiatan Semaan Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab di Unisma, dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah (ist)

JATIMTIMES - Kegiatan Semaan Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab yang digelar di Universitas Islam Malang (Unisma) belum lama ini, tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritualitas umat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai ke-NU-an di tengah maraknya narasi yang dinilai menyudutkan Nahdlatul Ulama (NU) dan lembaga-lembaga pendidikannya.

Wakil Rektor I Unisma, Dr. Muhammad Yunus, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyoroti fenomena masifnya pemberitaan dan konten media sosial yang menurutnya banyak menyerang organisasi NU dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai situasi tersebut tidak bisa dilepaskan dari momentum penerimaan peserta didik baru yang berlangsung pada pertengahan tahun.

1

"Kalau kita analisis, terjadi sebuah struktur yang cukup masif. Di bulan April, Mei, dan Juni media sosial kita dipenuhi berita-berita yang menyudutkan kaum Nahdliyin dan organisasi Nahdlatul Ulama. Ternyata tujuannya satu, agar generasi mendatang tidak masuk ke lembaga pendidikan NU," ujar Yunus di hadapan ribuan jamaah.

Baca Juga : Rektor Unisba Blitar Lantik Sembilan Pejabat Baru, Perkuat Tata Kelola Menuju Kampus Unggul

Menurutnya, berbagai kasus yang melibatkan individu tertentu kerap digeneralisasi sehingga menciptakan persepsi negatif terhadap organisasi secara keseluruhan. Padahal, kata dia, tidak semua persoalan yang muncul dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh aktivitas dan kontribusi NU bagi masyarakat.

3

Karena itu, Yunus mengajak warga Nahdliyin untuk tetap percaya diri dan memperkuat jati diri keagamaan maupun kebangsaan. Ia menegaskan Unisma akan tetap berkomitmen menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagaimana diwariskan para pendiri NU.

"Insyaallah Unisma tetap berkomitmen memperjuangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, nilai-nilai perjuangan di bawah panji Mbah Hasyim Asy'ari dan Nahdlatul Ulama," tegasnya.

Selain menyoroti dinamika sosial tersebut, Yunus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan spiritualitas. Menurutnya, kemajuan teknologi dan modernisasi yang berkembang pesat berpotensi melahirkan kekeringan batin apabila tidak diimbangi dengan aktivitas keagamaan yang kuat.

"Kemajuan modern saat ini kalau tidak diimbangi dengan spiritualitas akan terjadi kegersangan hati yang berdampak pada ketidakseimbangan fisik dan jiwa kita. Karena itu membaca Al-Quran dan berzikir harus terus kita istiqamahkan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Semaan Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab yang kembali memilih kampus Unisma sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tahunan tersebut. Menurut Yunus, kehadiran majelis dzikir dan semaan Al-Quran di lingkungan kampus menjadi bagian penting dalam membangun karakter akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.

2

Sementara itu, dalam mauidhoh hasanahnya, KH. Agus Sabuth Panoto Projo mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya lokal yang selaras dengan ajaran Islam. Ia mengutip pesan almarhum Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bahwa Islam hadir untuk membawa nilai dan ajaran, bukan menghapus identitas budaya masyarakat.

Baca Juga : Terganjal IPAL hingga SLHS, Tujuh Dapur MBG Kota Malang Disuspend

"Gus Dur pernah berkata, 'Islam datang bukan untuk mengubah saya menjadi ana, tidak mengubah kamu menjadi antum. Kita ambil ajarannya, bukan budayanya'," tutur KH Agus Sabuth.

Menurutnya, budaya lokal seperti kesantunan, sikap rendah hati, dan tata krama masyarakat Jawa merupakan nilai luhur yang justru sejalan dengan ajaran Islam. Karena itu, warisan budaya yang baik perlu terus dijaga sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ia juga menjelaskan keutamaan menghadiri semaan Al-Quran. Menurutnya, sekadar hadir dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran sudah menjadi amalan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. KH Agus Sabuth mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW pernah meminta sahabat Abdullah bin Mas'ud membacakan Al-Quran di hadapannya karena beliau senang mendengarkan bacaan Al-Quran dari orang lain.

"Berbahagialah karena nanti di hari kiamat kalian akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya karena berkah mendengarkan Al-Quran," ujarnya mengutip sabda Rasulullah SAW.

Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah ini, merupakan rangkaian kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan Jantiko Mantab dan menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di lingkungan Unisma. Terlebih, pada kegiatan ini, semakin sakral dimana diisi dengan khataman Al-Quran 30 juz, Dzikrul Ghofilin, serta tausiyah keagamaan. 


Topik

Agama Unisma Universitas Islam Malang jantiko mantab



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri