Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Arema FC Resmi Ajukan Keberatan, Polemik Logo Singa Masuki Babak Baru

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

06 - Jun - 2026, 17:17

Placeholder
Logo baru Singa yang ramai diperbincangkan Aremania (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Polemik penggunaan logo Singa yang kembali ramai diperbincangkan di kalangan Aremania kini memasuki fase baru. Manajemen Arema FC akhirnya mengambil langkah resmi dengan mengajukan keberatan atas pendaftaran logo yang dinilai bermasalah, setelah sebelumnya memilih menempuh jalur kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Arema FC memperjuangkan legalitas logo Singa Bertindik agar memperoleh kepastian hukum sebagai salah satu identitas resmi klub berjuluk Singo Edan.

Baca Juga : Ranking FIFA Indonesia Meroket Usai Hajar Oman 3-0, Dekati 100 Besar Dunia

General Manager Arema FC Muhammad Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa sikap diam yang selama ini ditunjukkan manajemen bukan berarti tidak melakukan tindakan. Menurutnya, klub sengaja memilih pendekatan yang terukur demi menjaga kondusivitas keluarga besar Aremania sekaligus membuka ruang penyelesaian secara damai.

“Diam bukan berarti tidak bergerak. Selama ini kami memilih pendekatan yang terukur, menahan diri, tidak terpancing, dan memperhitungkan setiap langkah demi menjaga kondusivitas seluruh keluarga besar Aremania,” ujar Yusrinal dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6/2026).

Yusrinal menjelaskan, selama ini manajemen tetap membuka komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan historis dengan Arema, termasuk sejumlah yayasan. Jalur kekeluargaan sengaja ditempatkan sebagai prioritas utama agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

Namun, upaya tersebut dinilai tidak memperoleh respons yang sejalan. Bahkan, manajemen menilai terdapat pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak menghargai proses penyelesaian yang tengah diupayakan.

“Kami tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki hubungan historis dengan Arema. Tetapi kami juga harus jujur bahwa tidak semua pihak memiliki niat yang sama untuk menjaga ketenangan dan menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Ketika proses kekeluargaan tidak dihargai, maka kami memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah yang lebih tegas,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Arema FC menegaskan bahwa hak atas nama, merek, logo, serta identitas Arema secara hukum berada di bawah PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) sebagai badan hukum yang menaungi dan mengelola klub profesional tersebut.

Manajemen menyebut berbagai hak kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas Arema telah mendapatkan perlindungan hukum melalui pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), khususnya pada Kelas 41 untuk jasa hiburan dan olahraga, serta Kelas 25 dan Kelas 28.

“Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang logo, tetapi tentang menjaga identitas, sejarah, dan marwah Arema. Kepatuhan hukum terhadap aset logo penting untuk memiliki legal standing. Seperti halnya logo Singa Mengepal yang kini eksisting tentu juga tetap dirawat. Aremania adalah alasan kami berdiri, dan suara mereka menjadi arah yang kami perjuangkan,” pungkas Yusrinal.

Direktur Legal PT AABBI Adi Ismanto menjelaskan bahwa perlindungan merek tidak hanya berkaitan dengan desain visual sebuah logo, melainkan juga mencakup unsur nama, fonetik, dan makna yang melekat pada identitas tersebut.

Baca Juga : Ranking FIFA Indonesia Melonjak usai Bantai Oman 3-0, Kini Dekati 100 Besar Dunia

“Perlindungan merek tidak hanya berbicara soal gambar atau desain. Ada unsur identitas, nama, dan persamaan pada pokoknya yang juga menjadi pertimbangan dalam hukum merek. Karena itu, setiap penggunaan atau pendaftaran yang memiliki keterkaitan dengan identitas Arema harus dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya dari sisi visual semata,” jelasnya.

Menurut Adi, PT AABBI tetap menghormati seluruh pihak yang memiliki kontribusi terhadap perjalanan sejarah Arema. Namun, dalam konteks pengelolaan klub profesional, perlindungan kekayaan intelektual harus tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghormati sejarah dan kontribusi semua pihak terhadap Arema. Tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindungi hak-hak yang secara hukum melekat pada PT AABBI,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Dimas itu menambahkan bahwa langkah hukum yang ditempuh Arema FC merupakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Tujuannya bukan untuk memperpanjang polemik, melainkan memberikan kepastian hukum terhadap identitas Arema agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, Aremania, maupun para mitra klub.

Selain mengajukan keberatan, Arema FC juga memastikan akan terus memperjuangkan pendaftaran logo Singa Bertindik sebagai bagian dari identitas resmi klub. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kejelasan hukum sekaligus menjawab aspirasi Aremania yang selama ini menginginkan kepastian mengenai simbol tersebut.

Manajemen menilai persoalan logo singa perlu segera diselesaikan agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan suporter, mitra, maupun publik sepak bola nasional. Arema FC juga mengingatkan bahwa penggunaan identitas atau logo yang memiliki kemiripan dengan merek resmi klub berpotensi memunculkan persepsi adanya afiliasi dengan Arema FC dan menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Karena itu, seluruh pihak diimbau memastikan penggunaan identitas Arema dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku dan melalui entitas resmi yang menaungi klub, yakni PT AABBI.


Topik

Olahraga arema fc logo singa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri