Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Manuskrip Kuno Daun Lontar di Kota Malang Diselamatkan dengan Digitalisasi

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

19 - May - 2026, 18:55

Placeholder
Pustakawan mahir Dispussipda Kota Malang, Fedy Loysius, saat menunjukkan naskah kuno yang terbuat dari daun lontar. (Foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Upaya penyelamatan warisan sejarah terus dilakukan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang. Salah satunya melalui digitalisasi puluhan naskah kuno yang sebagian besar telah berusia ratusan tahun dan mulai mengalami kerusakan fisik.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga isi manuskrip bersejarah tetap lestari sekaligus mempermudah akses masyarakat dalam mempelajari kandungan naskah tanpa harus menyentuh dokumen asli yang rentan rusak.

Baca Juga : Film Dokumenter Pesta Babi Ramai Diburu, Begini Cara Nonton dan Syarat Nobarnya

Pustakawan ahli muda Dispussipda Kota Malang, Nesyi Prima Dewi, mengatakan, proses digitalisasi dilakukan secara bertahap setiap tahun terhadap koleksi naskah kuno milik perpustakaan maupun milik masyarakat.

"Hasil pendataan sampai dengan Desember 2025, ada sebanyak 31 naskah kuno. Dari jumlah tersebut, 12 naskah kuno milik masyarakat dan 6 naskah kuno koleksi kami telah dilakukan digitalisasi atau alih media," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Nesyi, digitalisasi menjadi langkah penting di tengah kondisi fisik naskah yang semakin rapuh akibat faktor usia. Sebagian besar manuskrip tersebut berasal dari abad ke-19 dengan bahan yang beragam, mulai daun lontar, daluang hingga kertas Eropa kuno.

"Rata-rata naskah kuno ini berasal dari abad 19 dengan media beragam baik dari daun lontar, daluang, maupun kertas Eropa sehingga kondisinya sudah rapuh. Oleh karenanya, proses digitalisasi sangat perlu dilakukan," tambahnya.

Karena kondisi naskah yang sensitif, proses perawatan dilakukan secara hati-hati dan berkala. Pembersihan debu dilakukan setiap satu hingga dua bulan sekali agar kualitas naskah tetap terjaga sebelum masuk tahap alih media digital.

"Jadi, sebelum dilakukan alih media, naskah kuno itu terlebih dahulu diberi atau diolesi minyak sereh atau kemiri. Hasil dari proses digitalisasi akan dimasukkan ke link E-Katalog aplikasi Malang Cilin dan ini sedang kami siapkan agar masyarakat bisa mengakses dengan mudah," terangnya.

Beberapa manuskrip yang telah melalui proses digitalisasi di antaranya Serat Yusuf, Babad Mambangul Ulum, Nahwu, Usadha hingga Ala Ayuning Tanggal. Naskah-naskah tersebut ditulis menggunakan aksara Jawa, Arab dan Bali dengan beragam isi, mulai ilmu pengobatan tradisional hingga primbon.

Baca Juga : Harum Melati di Ujung Jari, Saat Kuntum Putih Menjadi Penopang Keluarga di Talkandang Situbondo

"Isi dari tiap naskah kuno ini berbeda, ada yang primbon dan yang Usadha ini tentang pengobatan. Tetapi paling banyak adalah Serat Yusuf yang ditulis di media daun lontar maupun daluang," jelasnya.

Sementara itu, pustakawan mahir Dispussipda Kota Malang, Fedy Loysius, mengungkapkan bahwa proses digitalisasi dilakukan menggunakan alat pemindai khusus bernama Czur. Setiap lembar naskah dipindai satu per satu dengan kehati-hatian tinggi.

"Jadi, kita scan satu per satu mulai halaman pertama. Tetapi kalau yang ditulis di daun lontar, di-scan beserta kayu penutupnya juga. Setelah itu, hasilnya disimpan di dalam komputer," bebernya.

Menurut Fedy, tantangan terbesar muncul saat menangani naskah berbahan daun lontar karena bentuknya panjang dan setiap lembar diikat menjadi satu kesatuan. Selain itu, keterbatasan perangkat pendukung masih menjadi kendala dalam menghasilkan warna digital yang benar-benar sesuai dengan naskah asli.

"D isamping itu, kami juga belum memiliki perangkat color checker yang bisa mengatur pencahayaan dan warna. Sehingga, kami masih agak kesulitan untuk mendapatkan hasil warna sesuai dengan naskah aslinya," tandasnya.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Manuskrip kuno tulisan daun lontar Dispussipda Kota Malang digitalisasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya