Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Besek Bambu Magetan Laris Manis Jelang Iduladha, Gantikan Plastik Sekali Pakai

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : A Yahya

18 - May - 2026, 18:19

Placeholder
Jelang Iduladha, Pengrajin Besek Bambu Magetan Kebanjiran Order Hingga Luar Daerah, Omzet Naik Drastis.

JATIMTIMES  –Sentra kerajinan anyaman bambu di Desa Durenan, Kabupaten Magetan, kebanjiran pesanan besek tradisional hingga melonjak 100 persen menjelang Hari Raya Iduladha. Lonjakan drastis ini dipicu oleh meluasnya kebijakan ramah lingkungan yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah pembagian daging kurban.

Tak tanggung-tanggung, permintaan ribuan pasang besek bambu harian justru didominasi oleh panitia kurban dari luar daerah, seperti Kabupaten Blora dan wilayah Madiun Raya. Kondisi ini membuat para pengrajin lokal meraup berkah melimpah sekaligus kewalahan memenuhi target produksi sebelum hari penyembelihan tiba.

Baca Juga : Libur Panjang 16-17 Mei 2026, Sektor Perhotelan Kota Malang Bergairah

Indah (34), seorang pengrajin besek asal Magetan. Wanita muda ini mengaku bersyukur sekaligus kewalahan mengatur waktu produksi demi memenuhi pesanan yang datang bertubi-tubi.

"Alhamdulillah, jelang Iduladha tahun ini orderan naik dua kali lipat, sampai 100 persen. Kalau hari biasa paling kirim beberapa ratus saja, sekarang permintaannya tembus ribuan besek," ungkap Indah sembari menyelesaikan anyamannya.

Indah mengungkapkan, harga satu paket besek yang berisi 30 pasang kini mengalami kenaikan. Jika pada hari biasa dibanderol seharga Rp 25.000, saat ini harganya naik menjadi Rp 40.000 per 30 pasang.

Meski mengalami kenaikan sebesar Rp 15.000, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan minat para pembeli. Permintaan pasar justru kian membludak mengalir tanpa henti.

Penggunaan besek bambu ini bukan sekadar mengikuti tren ramah lingkungan semata. Indah membeberkan bahwa wadah anyaman bambu tradisional ini memiliki keunggulan fungsional yang jauh lebih baik dibandingkan kantong plastik dalam menjaga kualitas daging kurban.

Besek bambu dinilai jauh lebih higienis, menjaga kualitas daging tetap segar karena memiliki sirkulasi udara yang baik, dan tentunya tidak mencemari lingkungan.

Baca Juga : Sensus Ekonomi 2026, 627 Petugas Datangi Rumah dan Tempat Usaha di Kota Malang

"Kelebihannya kalau pakai besek itu dagingnya enggak mudah busuk karena ada sirkulasi udaranya. Terus air dari daging kurban itu bisa langsung meresap atau keluar lewat sela-sela anyaman, jadi dagingnya bisa cepat kering dari sisa air atau darah,dagingnya juga jadi lebih segar dan bersih," jelas Indah secara detail.

Pesanan yang diterima Indah dan pengrajin lainnya didominasi oleh pasar luar kota. Wilayah Blora dan Madiun menjadi pemesan terbesar untuk mengejar ketersediaan wadah daging kurban sebelum hari H penyembelihan.

"Pesanan paling tinggi dan beruntun ini datang dari Blora dan Madiun. Dari Blora aja sudah masuk pesanan 2000 pasang. Panitia kurban dari masjid-masjid besar di sana sudah memesan sejak sebulan lalu agar tidak kehabisan stok. Kami harus benar-benar berkejaran dengan waktu," imbuh Indah.

Hadirnya besek sebagai pengganti kantong plastik bukan sekadar tren musiman, melainkan wujud  pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi kerakyatan (UMKM) di Magetan. Melalui pemanfaatan besek, perputaran uang tetap berada di tangan para pengrajin lokal seperti Indah.


Topik

Ekonomi magetan besek magetan besek gantikan plastik iduladha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

A Yahya