Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Viral Macet Parah di Pelabuhan Gilimanuk, Antrean Tembus 30 Km, Ternyata Ini Penyebabnya

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

17 - Mar - 2026, 11:16

Placeholder
Antrian panjang yang sempat terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. (Foto Tiktok)

JATIMTIMES - Media sosial tengah diramaikan dengan video yang memperlihatkan kemacetan parah di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Dalam rekaman yang beredar, tampak ratusan kendaraan mulai dari bus, mobil pribadi hingga truk mengular panjang untuk bisa menyeberang ke Pulau Jawa.

Salah satu video yang diunggah akun TikTok @cctv_selatbali bahkan menyebut antrean kendaraan mencapai lebih dari 30 kilometer. 

Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi

“Antrian mencapai 30 km lebih hari ini”, yang memperlihatkan betapa padatnya arus kendaraan di lokasi yang diperkirakan terjadi pada Senin (16/3/2026) kemarin. 

Dari visual juga terlihat kendaraan nyaris tidak bergerak, sementara petugas berupaya mengatur lalu lintas di tengah kepadatan.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa kemacetan panjang ini terjadi akibat lonjakan volume penumpang dan kendaraan yang signifikan.

Menurutnya, momen libur Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi membuat banyak masyarakat memilih keluar dari Bali lebih awal sebelum aktivitas dihentikan saat Nyepi.

“Ini kan berdekatan liburan Nyepi kemudian libur Lebaran. Jadi memang terjadi peningkatan volume kendaraan dari Gilimanuk menuju Jawa,” ujar Aan, dikutip dari detikcom, Selasa (17/3/2026).

Ia juga menyebut dalam tiga hari terakhir, arus kendaraan terus meningkat, terutama pada malam hari setelah waktu maghrib hingga dini hari. Kendaraan datang dari berbagai wilayah seperti Denpasar hingga Buleleng.

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, jumlah penumpang di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk pada H-6 Lebaran mencapai 80.416 orang. Angka ini meningkat 33,8 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 60.099 orang.

Selain itu, masih banyak truk besar (sumbu 3 ke atas) yang beroperasi, sehingga memperparah kepadatan dan membuat kapasitas jalan tidak mampu menampung lonjakan kendaraan.

Aan menjelaskan, kapasitas lintasan Ketapang–Gilimanuk memang masih terbatas. Total dermaga yang tersedia di kedua sisi hanya sekitar 8 unit. Sementara jumlah kapal berkapasitas besar (di atas 2.000 GT) juga terbatas, hanya sekitar 8–9 unit.

“Selebihnya kapal di bawah 2.000 GT, sehingga daya angkutnya memang tidak terlalu besar,” jelasnya.

Kondisi ini membuat proses penyeberangan tidak mampu mengimbangi jumlah kendaraan yang terus berdatangan.

Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, menilai kemacetan ini juga dipicu oleh sistem kedatangan kendaraan yang belum tertata dengan baik.

Ia menyoroti bahwa kendaraan masih bisa langsung menuju pelabuhan tanpa tiket atau jadwal keberangkatan yang jelas. Akibatnya, kendaraan datang bersamaan dalam jumlah besar tanpa kontrol.

Baca Juga : Dari Dapur Sederhana, Opak Gambir Maharis Tembus Hampers Lebaran ke Berbagai Kota

“Masalahnya bukan hanya lonjakan kendaraan, tapi juga belum tertatanya sistem kedatangan kendaraan serta belum seimbangnya jumlah kapal dan dermaga,” ujarnya.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik justru mempercepat kendaraan tiba di pelabuhan. Namun, peningkatan ini tidak diimbangi dengan kapasitas dermaga.

Akibatnya, pelabuhan menjadi titik bottleneck yang menyebabkan antrean panjang hingga keluar area pelabuhan dan meluas ke jalan nasional.

“Ketika kapasitas dermaga rendah, antrean tidak terhindarkan dan jalan menuju pelabuhan berubah menjadi tempat parkir kendaraan,” tambah Khoiri.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa sistem transportasi penyeberangan, khususnya di Gilimanuk, perlu pembenahan serius agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain:

• Penambahan kapasitas dan jumlah dermaga

• Pengaturan kedatangan kendaraan berbasis tiket atau sistem booking

• Penyediaan buffer zone sebelum masuk pelabuhan

• Integrasi antara pembangunan jalan dan kapasitas pelabuhan

Dengan perbaikan tersebut, diharapkan arus mudik dan mobilitas masyarakat, terutama saat momen besar seperti Lebaran dan Nyepi, bisa berjalan lebih lancar dan terkendali.


Topik

Peristiwa Gilimanuk Aan suhanan pelabuhan Gilimanuk



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya