Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Surplus Ribuan Ton di Blitar–Kediri, Kementan Yakin Harga Cabai Stabil hingga Idulfitri

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : A Yahya

02 - Mar - 2026, 18:58

Placeholder
Tinjauan Kementan di sentra utama cabai Jatim.

JATIMTIMES — Di tengah kekhawatiran lonjakan harga pangan saat Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan cabai nasional dalam kondisi aman. Dua sentra utama di Jawa Timur (Jatim)  Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri, tercatat surplus produksi ribuan ton pada Maret 2026.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muh. Agung Sunusi menegaskan bahwa hasil pemantauan lapangan menunjukkan kesiapan panen yang cukup untuk menopang kebutuhan hingga Lebaran.

Baca Juga : Datangi Rumah Penerima Manfaat, Mbak Wali Salurkan Bantuan ATENSI dari Kemensos

“Meskipun Blitar sempat masuk ke dalam daftar IPH tertinggi nomor dua, namun melihat pertanaman dan kesiapan panen dalam dua minggu ke depan, saya optimistis Blitar mampu segera mengisi kebutuhan cabai sampai hari raya Idulfitri nanti,” ujar Agung saat kunjungan kerja ke Blitar dan Kediri, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan data Early Warning System (EWS) Kementan periode Maret–April 2026, produksi cabai rawit merah di Blitar diperkirakan mencapai 7.050 ton dengan surplus 5.594 ton. Sementara Kediri mencatat produksi 11.166 ton dengan surplus 9.195 ton.

Secara total, dua daerah tersebut menyumbang lebih dari 14 ribu ton surplus dalam satu bulan—angka yang dinilai cukup kuat untuk meredam potensi gejolak harga musiman.

Meski surplus, tantangan tetap ada. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Setiyana mengakui produktivitas tanaman tahun ini tidak maksimal akibat cuaca ekstrem dan serangan hama.

“LT di Blitar dari dulu sama saja sekitar 6 ribuan, namun di tahun ini kondisinya kurang maksimal karena faktor alam. Di Blitar, selain serangan virus gemini, cabe rusak karena antraknosa dan lalat buah ditambah wabah tikus,” terangnya.

Hal serupa disampaikan anggota DPRD Blitar, Sarwi Riyanto. Ia menyebut produktivitas cabai turun hampir separuh dibanding kondisi normal.

“Selain kendala cuaca, penggunaan benih yang tidak bagus serta minimnya pengairan karena tadah hujan menyebabkan produksi tidak maksimal di Blitar,” terang Arwi, panggilan akrabnya.

Produktivitas yang sebelumnya berada di kisaran 0,4–0,5 kilogram per tanaman, kini turun menjadi 0,2–0,3 kilogram per tanaman. Namun, luas tanam yang tetap besar—sekitar 6.000 hektare di Blitar dan 3.100 hektare di Kediri—menjadi penopang utama neraca surplus.

Baca Juga : Sekda Budiar Imbau ASN Pemkab Malang Patuh Lapor SPT Tahunan Melalui Coretax

Di Kediri, panen awal telah berlangsung sekitar 20–30 persen dari total lahan. Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kediri, Suyono, menyebut panen akan terus meningkat hingga puncaknya pada Mei.

“Potensi panen awal cabai rawit di Kediri sekitar 900-an hektare dan terus bertambah sampai dengan panen raya di bulan Mei. Kendala terbesar saat ini ya cuaca ekstrem di seluruh Indonesia Raya,” terang Yono.

Kementan menilai faktor cuaca dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi risiko utama yang perlu dikendalikan agar surplus tetap terjaga.

“Kita tidak hanya memastikan ketersediaan, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi. Pengendalian OPT dan antisipasi cuaca ekstrem menjadi kunci agar surplus produksi tetap terjaga hingga akhir musim panen,” tegas Agung.

Ia juga mendorong penggunaan benih sehat, penguatan pemupukan, serta percepatan Gerakan Pengendalian OPT (GerDal OPT) bersama dinas dan BPTPH provinsi.


Topik

Pemerintahan Cabai kementan Muh Agus Sanusi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan