Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-6: Pahala Seperti Tawaf di Baitul Makmur dan Doa Ampunan dari Seluruh Bumi

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

23 - Feb - 2026, 16:50

Placeholder
Ilustrasi salat tarawih. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Malam-malamnya terasa lebih hidup, masjid lebih ramai, dan hati terasa lebih mudah tersentuh. Di antara ibadah yang paling identik dengan bulan suci ini adalah salat tarawih. Ibadah malam yang berstatus sunnah muakkad ini bukan sekadar pelengkap Ramadan, tetapi menjadi ladang pahala yang luar biasa besar.

Setiap malam tarawih disebut memiliki keutamaan tersendiri. Salah satunya adalah keutamaan salat tarawih malam ke-6 yang dijelaskan dalam kitab Durratun Nasihin. Dalam kitab tersebut, disebutkan bahwa Allah SWT memberikan pahala istimewa bagi siapa saja yang menghidupkan malam keenam Ramadan dengan salat tarawih.

Dalam kitab tersebut tertulis:

Baca Juga : Gambaran Dahsyatnya Ampunan Allah dengan Baca Doa Allahumma Innaka Afuwwun Saat Ramadhan

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ أَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمَدَرٍ

Artinya: Pada malam keenam, Allah SWT memberikan pahala seperti orang yang bertawaf di Baitul Makmur, dan setiap batu serta tanah memintakan ampunan untuknya.

Keutamaan ini tentu bukan hal yang ringan. Tawaf adalah ibadah agung. Bahkan, dalam keterangan tersebut, pahalanya disamakan dengan tawaf di Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat di langit.

Apa Itu Baitul Makmur?

Baitul Makmur sering disebut sebagai “Ka’bahnya para malaikat.” Dalam berbagai riwayat, tempat ini berada di langit ketujuh, tepat di atas Ka’bah. Setiap hari, puluhan ribu malaikat masuk ke dalamnya untuk beribadah dan tidak kembali lagi.

Membayangkan pahala yang setara dengan aktivitas ibadah para malaikat tentu membuat hati bergetar. Ini menunjukkan betapa besar kemurahan Allah SWT kepada hamba-Nya yang mau meluangkan waktu di malam Ramadan untuk berdiri dalam salat.

Setiap Batu dan Tanah Memintakan Ampunan

Bagian lain yang tak kalah menyentuh adalah disebutkannya bahwa setiap batu dan tanah di bumi memintakan ampunan bagi orang yang melaksanakan tarawih pada malam tersebut.

Maknanya begitu dalam. Seolah-olah seluruh unsur bumi menjadi saksi atas ibadah yang dilakukan. Ini menjadi gambaran bahwa amal saleh tidak pernah sia-sia. Bahkan sesuatu yang tampak diam dan tak bernyawa pun digambarkan turut mendoakan kebaikan bagi orang yang beribadah.

Bagi umat Islam, ampunan adalah hal yang sangat berharga. Ramadan sendiri dikenal sebagai bulan maghfirah, bulan pengampunan dosa. Maka, kesempatan untuk mendapatkan doa ampunan dari seluruh bumi tentu menjadi anugerah yang tak ternilai.

Baca Juga : Menu Berbuka Puasa Aman bagi Lambung: Panduan Lengkap Agar Tidak Balas Dendam Saat Magrib

Memasuki malam keenam, biasanya semangat Ramadan masih terasa kuat. Namun, di sisi lain, ada juga yang mulai merasa lelah atau mulai abai. Keutamaan salat tarawih malam ke-6 ini bisa menjadi momentum untuk kembali menguatkan niat.

Tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah latihan keikhlasan, kesabaran, dan kedekatan dengan Allah SWT. Setiap rakaat adalah bukti cinta seorang hamba kepada Tuhannya.

Tak harus selalu di masjid, meski berjamaah memiliki keutamaan tersendiri. Jika berhalangan, tarawih tetap bisa dikerjakan di rumah dengan penuh kekhusyukan.

Selain malam keenam, berbagai keterangan tentang fadhilah tarawih juga menyebutkan keistimewaan pada malam-malam lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh malam Ramadan adalah kesempatan emas.

Karena itu, yang paling penting bukan hanya mengejar satu malam tertentu, tetapi menjaga konsistensi dari awal hingga akhir Ramadan. Terlebih lagi, di sepuluh malam terakhir terdapat Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Semoga kita tidak hanya mengetahui keutamaannya, tetapi juga mampu mengamalkannya dengan hati yang tulus. Karena pada akhirnya, yang paling utama bukan sekadar banyaknya rakaat, melainkan keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankannya.


Topik

Agama Ramadan tarawih salat tarawih



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya