Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Fenomena Langka 2026! Gerhana Matahari Cincin Api Muncul 17 Februari, Cek Waktu dan Lokasinya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Feb - 2026, 17:18

Placeholder
Ilustrasi gerhana matahari cincin. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Fenomena langit spektakuler berupa gerhana Matahari cincin api akan terjadi pada 17 Februari 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu agenda astronomi penting di awal tahun 2026 karena menghadirkan pemandangan unik saat Bulan melintas tepat di depan Matahari, namun tidak sepenuhnya menutupinya. Alhasil, tepi Matahari tetap terlihat dan membentuk lingkaran cahaya terang menyerupai cincin api di langit.

Gerhana Matahari cincin api atau annular solar eclipse memang tidak sesering gerhana total, dan setiap kemunculannya selalu menarik perhatian para pengamat langit di berbagai belahan dunia.

Baca Juga : Laporan Call Center 110, Polres Situbondo Bubarkan Judi Sabung Ayam di Panarukan

Mengapa Terjadi Cincin Api?

Dikutip dari Space.com, gerhana cincin api terjadi ketika Bulan berada pada titik orbit yang lebih jauh dari Bumi. Dalam kondisi ini, ukuran tampak Bulan terlihat lebih kecil dibandingkan Matahari, terutama saat fase Bulan baru.

Karena ukuran Bulan tampak lebih kecil, ia tidak mampu menutupi seluruh permukaan Matahari. Inilah yang menyebabkan bagian tepi Matahari masih terlihat bercahaya terang, membentuk efek “ring of fire” atau cincin api.

Fenomena ini berbeda dengan gerhana Matahari total, di mana Bulan berada cukup dekat dengan Bumi sehingga dapat menutupi Matahari sepenuhnya dan membuat langit menjadi gelap sesaat.

Tahapan Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari cincin api tidak terjadi secara instan, melainkan melalui beberapa fase yang berlangsung bertahap:

1. Fase Parsial Awal

Gerhana dimulai ketika Bulan mulai tampak “menggigit” tepi Matahari. Pada tahap ini, sebagian kecil Matahari mulai tertutup.

2. Fase Annularitas (Cincin Api)

Bagi wilayah yang berada tepat di jalur utama gerhana, fase puncak terjadi ketika Bulan berada di tengah piringan Matahari. Pada momen ini, terbentuk lingkaran cahaya terang yang mengelilingi siluet gelap Bulan.

3. Fase Puncak

Berbeda dengan gerhana total, Matahari tidak pernah sepenuhnya gelap. Cahaya tetap terlihat mengelilingi Bulan.

4. Fase Parsial Akhir

Setelah melewati titik puncak, Bulan perlahan bergerak menjauh dari pusat Matahari hingga gerhana berakhir sepenuhnya.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menjelaskan perbedaan utama antara gerhana cincin dan gerhana total.

“Pada gerhana Matahari cincin, Bulan berada terlalu jauh dari Bumi untuk sepenuhnya menutupi Matahari, sehingga cahaya Matahari masih terlihat membentuk cincin terang,” jelas NASA.

NASA juga mengingatkan bahwa mengamati Matahari tanpa perlindungan khusus sangat berbahaya. Paparan langsung sinar Matahari dapat menyebabkan kerusakan mata permanen. Oleh karena itu, penggunaan kacamata gerhana berstandar internasional sangat dianjurkan selama proses pengamatan.

Jalur Gerhana 17 Februari 2026

Gerhana Matahari cincin api pada 17 Februari 2026 akan melintasi wilayah Antarktika sebagai jalur utama annularitas. Artinya, cincin api hanya dapat disaksikan secara utuh di wilayah tersebut.

Sementara itu, sejumlah wilayah di belahan selatan Bumi hanya akan mengalami gerhana sebagian. Wilayah yang berpotensi melihat fase parsial meliputi:

• Afrika bagian selatan

• Ujung selatan Amerika Selatan

• Area luas di Samudra Atlantik

• Samudra Pasifik

• Samudra Hindia

Di wilayah-wilayah ini, Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari sehingga tidak terbentuk cincin sempurna.

Jadwal Lengkap Gerhana Matahari Cincin 2026

Berdasarkan data dari laman astronomi Time and Date, rangkaian gerhana berlangsung dengan jadwal sebagai berikut:

Baca Juga : Patroli Kring Serse Polres Situbondo Ungkap Judi Togel HK di Jangkar Jelang Ramadhan

• 09.56 UTC (16.56 WIB) – Fase gerhana sebagian dimulai di lokasi pertama yang dilalui gerhana

• 11.42 UTC (18.42 WIB) – Fase gerhana cincin mulai terjadi

• 12.12 UTC (19.12 WIB) – Puncak gerhana cincin

• 12.41 UTC (19.41 WIB) – Fase annularitas berakhir

• 14.27 UTC (21.27 WIB) – Seluruh rangkaian gerhana sebagian berakhir

Durasi fase cincin api relatif singkat, namun keseluruhan rangkaian gerhana berlangsung selama beberapa jam.

Apakah Gerhana Matahari Cincin Terlihat di Indonesia?

Gerhana Matahari cincin api pada 17 Februari 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia. Jalur utama annularitas berada jauh di selatan, yakni melintasi Antarktika, sementara Indonesia berada di luar area yang terdampak.

Meski tidak bisa disaksikan langsung, fenomena ini tetap menjadi perhatian komunitas astronomi di Indonesia. Banyak pengamat langit biasanya mengikuti perkembangan gerhana melalui siaran langsung atau laporan observatorium internasional.

Gerhana Matahari cincin api dikenal sebagai salah satu fenomena langit yang memukau karena menghasilkan pemandangan dramatis berupa lingkaran cahaya terang di langit. Setiap kemunculannya selalu menjadi momen penting bagi dunia astronomi, baik untuk penelitian maupun edukasi publik.

Walau Indonesia tidak termasuk wilayah yang bisa mengamati langsung, gerhana pada 17 Februari 2026 tetap menjadi catatan penting dalam kalender astronomi global. Bagi para pemburu fenomena langit, momen ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan keindahan “cincin api” Matahari yang menghiasi langit belahan selatan Bumi.


Topik

Peristiwa Gerhana Matahari Total Gerhana Matahari Cincin Api Cincin Api Jadwal Gerhana Matahari fenomena alam fenomena langit



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa