JATIMTIMES - Berhari-hari menyisakan tanda tanya dan kecemasan, hilangnya MRLP (26), pemuda asal Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, berakhir tragis. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Konto, Jumat (30/1/2026) pagi.
“Iya sudah ditemukan di Sungai Konto kawasan Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon,” ungkap Kapolsek Kasembon AKP Daguk Lasetio Budi.
Baca Juga : Surabaya Siaga Bencana: Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Kesiapan Sarpras hingga Mitigasi Jalur Sesar
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 06.15 WIB oleh tim gabungan dalam posisi terjepit bebatuan sungai, berjarak kurang lebih 500 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang. Lokasi penemuan berada di wilayah Desa Bayem, Kecamatan Kasembon.
Pencarian korban melibatkan unsur tim SAR, BPBD, TNI, Polri, serta warga setempat yang sejak awal terus berjibaku menyisir area persawahan hingga aliran sungai. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil, meski berakhir duka. “Ditemukan dalam posisi korban tersangkut di batu,” imbuh Daguk.
Setelah dievakuasi, jenazah MRLP langsung dibawa ke Puskesmas Kasembon untuk menjalani visum luar. Usai pemeriksaan, korban rencananya akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.
“Setelah visum, jenazah akan langsung diserahkan ke keluarga,” tambah Daguk.
Diketahui sebelumnya, korban berpamitan kepada keluarganya pada Selasa (27/1/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Ia meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam dan membawa senapan angin untuk mencari biawak di area selatan lapangan Bayem, aktivitas yang kerap ia lakukan sehari-hari.
Baca Juga : Cegah Banjir, Wali Kota Surabaya Ingatkan Pelaku Usaha Tak Gunakan Tepi Sungai untuk Bangunan Maupun Parkir
Namun sejak saat itu, korban tak kunjung kembali. Kekhawatiran keluarga memuncak hingga akhirnya dilaporkan hilang.
Petunjuk demi petunjuk mulai terkuak ketika petugas menemukan jejak aktivitas korban di sekitar aliran sungai. Sekitar 100 meter dari bibir sungai, sejumlah barang milik korban ditemukan tertinggal, memperkuat dugaan bahwa korban terjatuh dan hanyut.
Penyisiran pun diperluas, baik melalui jalur darat di sepanjang pinggiran sungai maupun pemantauan di titik-titik arus deras yang dianggap rawan. Hingga akhirnya, setelah beberapa hari pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
