Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Ribuan Mahasiswa Universitas Brawijaya Geruduk Rektorat, Tuntut Pembatalan Uang Kuliah Tunggal

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - May - 2024, 17:53

Placeholder
Ribuan mahasiswa saat melangsungkan aksi demo di di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Rabu (22/5/2024). (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aksi demo dilakukan ribuan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Rabu (22/5/2024). Demo dilakukan para mahasiswa untuk menuntut pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) naik hingga dua digit.

Tampak ribuan mahasiswa yang dipimpin Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB, Satria Naufal menuju Gedung Rektorat dengan berjalan kaki. Mereka membawa sekelbar kertas bertuliskan ‘Orang Miskin Dilarang Kuliah’ disematkan foto Rektor UB Prof Widodo. Ada juga banner tulisan tangan dengan pilok di atas banner bertuliskan. ‘Tolak Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Gol. 12’.

Baca Juga : Heboh Soal UKT Naik hingga Rencana Datangkan Dokter Asing, Begini Respon Dokter Lokal

Para mahasiswa yang menggeruduk rektorat, meminta Rektor UB Prof Widodo sekaligus Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof Dr Muchamad Ali Safaat bisa hadir di tengah mereka. Sayangnya keinginan mereka tak bisa terwujud.

Sebab rektor sedang tidak berada di kantornya lantaran kegiatan World Water Forum (WWF) di Bali. Aksi memanas pun sempat terjadi antara mahasiswa dan petugas keamanan.

Kemudian Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Dr Setiawan Noerdajasakti serta Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof Unti Ludigdo yang datang menghampiri massa tersebut. 

Akhirnya mereka membubarkan diri dengan tertib, namun mengancam akan melakukan aksi lebih masif jika tuntutan tidak segera dikabulkan.

Beberapa tuntutan yang disuarakan yakni menuntut rektorat agar mendesak Kemeristek Dikti mencabut Peraturan Mendikbudrisek (Permendikbudristek) No 2 Tahun 2024, revisi peraturan rektor terkait UKT, transparansi anggaran dana bantuan mahasiswa, perpanjangan waktu pengajuan bantuan mahasiswa serta revisi peraturan rektor terkait 12 golongan UKT.

“Kami mendesak rektorat untuk membersamai kami untuk mendesak Kemendikbud, sehingga kami akan mengeskalasikan dalam bantuan keuangan,” ungkap Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB, Satria Naufal.

Baca Juga : UIN Malang Terima Kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Peluang Kerja Sama Internasional Jadi Bahasan

Jika 12 golongan tidak dihapus, para mahasiswa akan membuat aksi bahwa rektorat gagal untuk memastikan semua kalangan bisa kuliah di sana. Ia mencontohkan salah satu mahasiswa harus menggadaikan banyak barang-barangnya untuk bisa berkuliah di UB.

Sementara itu Wakil Rektor 2 UB, Prof. Dr. Muchamad Ali Safaat, SH.MH menghargai aksi demo. Menurutnya demo adalah hak mahasiswa mengkritisi kebijakan yang ada. UB terbuka untuk berdialog dengan mahasiswa dan mempertimbangkan beberapa tuntutan yang dilayangkan terkait UKT. 

“Menurut saya ini persoalan nilai, bukan lagi persoalan kuat-kuatan. Karena dengan 12 golongan ini kita bisa adil dengan setiap kondisi orangtua mahasiswa. Yang menengah ke bawah tidak akan naik karena rumus kita sama untuk menentukan ia golongan berapa,” ujar Ali.


Topik

Pendidikan Universitas Brawijaya demo mahasiswa Demo UKT uang kuliah tunggal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni