Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Apa Itu Turbulensi Pesawat? Timpa Singapore Airlines Hingga Satu Orang Tewas

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

22 - May - 2024, 07:38

Placeholder
Ilustrasi kondisi pesawat usai terkena Turbulensi. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Seorang penumpang tewas dan puluhan lainnya cedera ketika sebuah pesawat Singapore Airlines penerbangan dari London terkena turbulensi parah dan melakukan pendaratan darurat di Bangkok, Selasa (21/5/2024). 

Singapore Airlines tidak mengatakan di titik mana korban luka dan kematian itu terjadi. Namun seorang penumpang yang berbicara kepada Reuters mengatakan turbulensi menyebabkan mereka yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlempar ke atas dan menabrak kabin.

Baca Juga : Tak Ada Catatan, Pj Wali Kota Wahyu Hidayat Pastikan PO Bus di Malang Aman

Dari kesaksian tersebut, dapat dibayangkan jika turbulensi pesawat sangatlah berbahaya. Lantas apa sebenarnya turbulensi itu? 

Dikutip laman National Geographic, yang dimaksud turbulensi adalah pusaran udara yang bergerak secara tidak beraturan dan berubah-ubah. Turbulensi menyebabkan pesawat tiba-tiba terguncang saat dalam penerbangan.

Turbulensi pesawat terbang umumnya merupakan gangguan kecil, dan dianggap sebagai kejadian yang cukup normal dan tidak perlu ditakutkan.

Analisis Cuaca dan Iklim BMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, dalam tulisannya yang dimuat laman Stasiun Meteorologi Sultan M, Salahuddin, mengungkapkan umumnya peristiwa turbulensi terjadi secara tiba-tiba dan bisa terjadi pada semua fase kegiatan penerbangan.

Mulai dari fase menaikkan ketinggian awal (initial climbing), fase jelajah pesawat (cruising), hingga pada fase penurunan ketinggian menuju pendekatan (descending).

Penyebab Pesawat Mengalami Turbulensi

Dikutip dari CBS News, Juru bicara Asosiasi Pramugari, Taylor Garland, mengungkapkan bahwa cuaca buruk karena perubahan iklim, menjadi faktor penyebab meningkatnya kemungkinan turbulensi.

Menurut The Federal Aviation Administration, berikut merupakan penyebab umum pesawat yang mengalami turbulensi:

- Tekanan atmosfer

- Wilayah pegunungan (gelombang gunung)

- Front cuaca dingin atau hangat

- Badai dan petir

- Aliran jet (Udara yang tidak teratur yang diasosiasikan dengan aliran jet)

Selain kerap dirasakan ketika kondisi cuaca buruk, ternyata turbulensi juga bisa terjadi pada saat cuaca cerah. Sehingga, bisa dikatakan bahwa turbulensi dapat terjadi kapan dan di mana saja.

Turbulensi cuaca cerah (Clear Air Turbulence / CAT) merupakan kejadian turbulensi di level menengah hingga level troposfer atas yang ditandai dengan kondisi perawanan yang sedikit.

Dampak Turbulensi Pesawat

Berikut adalah beberapa kemungkinan dampak yang terjadi akibat turbulensi dalam pesawat:

- Penerbang kehilangan kendali pesawat dalam sesaat

- Perubahan ketinggian pesawat secara mendadak

- Banyak barang-barang yang berceceran dan berjatuhan dari kabin

- Orang-orang/penumpang yang terjebak di lorong akan terhuyung-huyung ke kursi

- Beberapa penumpang juga banyak yang menderita cedera

Baca Juga : 3 Bocah Hanyut Saat Mandi di Sungai Amprong, 2 Ditemukan Meninggal

- Turbulensi ekstrim bisa mengakibatkan kerusakan fatal pada struktur pesawat terbang. 

Apakah turbulensi berbahaya untuk pesawat? Akibat turbulensi pesawat biasanya lebih ke rasa menegangkan yang dialami penumpang, daripada berbahaya.

Berdasarkan catatan Aminarno Budi Pradana (dosen salah satu sekolah penerbangan di Indonesia), turbulensi termasuk kejadian yang paling sering dialami oleh para penerbang dengan kisaran mencapai 74.2% dari total keseluruhan faktor meteorologi, di mana hal tersebut bisa mengakibatkan kecelakaan pesawat terbang.

Hanya sekitar 29% faktor meteorologi sebagai penyebab kecelakaan pesawat udara (cukup kecil kontribusinya). Walaupun demikian, kejadian turbulensi hebat juga beresiko membahayakan dan bisa merugikan suatu kegiatan penerbangan.

Hal yang Harus Dilakukan Saat Turbulensi

Dikutip dari laman Fly With Courage, berikut merupakan tips dan cara mengatasi turbulensi yang bisa dilakukan:

- Percayai awak pesawat (pramugari dan pilot) dalam memastikan keselamatan.

- Tetap kencangkan sabuk pengaman, kapan pun terpasang harus duduk. Bahkan saat lampu sabuk pengaman mati.

- Sebaiknya jangan coba-coba menyerahkan bayi ke seberang lorong ke awak kabin yang sedang berusaha mengamankan benda-benda lepas.

- Mengontrol pernapasan untuk menenangkan diri.

- Mencoba untuk fokuskan pikiran dengan hal lain ketika di pesawat seperti membaca buku, menikmati hiburan dalam penerbangan, atau lainnya.


Topik

Serba Serbi Singapore Airlines turbulensi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri