Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Kecelakaan Bus Rombongan Wisatawan di Balekambang Diduga Telat Ganti Gigi Persneling

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

06 - May - 2024, 19:01

Placeholder
Kondisi bus yang terlihat terguling usai mengalami kecelakaan di kawasan akses jalan menuju Pantai Balekambang yang menyebabkan lima korban mengalami luka-luka pada Sabtu (4/5/2024). (Foto: Polsek Bantur for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Hingga Senin (6/5/2024) polisi masih menyelidiki kecelakaan bus rombongan wisatawan di kawasan jalan menuju Pantai Balekambang. Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan yang mengakibatkan lima korban luka-luka pada Sabtu (4/5/2024) tersebut, diduga disebabkan karena sopir bus telat ganti persneling gigi kendaraan.

Akibat diduga telat oper gigi itulah, bus tidak kuat menanjak. Sehingga berjalan mundur dan menabrak kendaraan di belakangnya sebelum akhirnya terguling.

Baca Juga : Kades Glanggang Tewas Usai Alami Laka Tunggal di Jalibar

Peristiwa kecelakaan tersebut sempat viral dan beredar di kalangan masyarakat setempat, sebelum akhirnya ditangani polisi. "Infonya (kecelakaan disebabkan karena) telat mengoper gigi persneling, terkait penanganan lebih lanjut bisa menghubungi Polsek Bantur," ucap Camat Bantur Bayu Jatmiko.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa kecelakaan yang dialami bus rombongan wisatawan tersebut terjadi pada akhir pekan lalu, Sabtu (4/5/2024) sore sekitar jam 15.00 WIB. Kejadiannya di jalan menuju wisata Pantai Balekambang. Tepatnya pada tanjakan Daun Sempal, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Sesaat setelah kejadian, petugas Polsek Bantur yang mendapat laporan mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penanganan paska kecelakaan. "Bus terguling setelah tidak kuat menanjak," ujar Kapolsek Bantur AKP Sutadi.

Dalam peristiwa kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan. Yakni kendaraan bus dengan nomor polisi (nopol) W 7065 X yang dikemudikan Aan Riawan. Sopir 30 tahun tersebut merupakan warga Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Pada saat kejadian, bus tersebut diketahui sedang mengangkut sekitar 25 penumpang rombongan wisatawan dari Kecamatan Karangploso.

Sedangkan satu kendaraan lainnya yang ditabrak bus tersebut, merupakan kendaraan Efl mikro bus nopol AG 7802 UL. Pada saat kejadian, kendaraan Efl mikro bus tersebut dikemudikan oleh Sandik Taufik (43) warga Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. "Dalam insiden kecelakaan ini mengakibatkan lima orang korban mengalami luka-luka," ujar Sutadi.

Identitas kelima korban rombongan wisatawan asal Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang tersebut masing-masing bernama Sulastin (38). Korban mengalami luka robek di bagian kepala dan mendapatkan tiga jahitan medis. Sementara untuk empat korban lainnya masing-masing mengalami patah tulang tangan hingga kaki.

Keempat korban tersebut yakni Siti Fadilah (40); Lia Dewi Permatasari (17); Dewi Nurul Aini (20); dan Suliatin (26). Selain korban luka, dalam kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian materiil akibat kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan. "Sesaat setelah kejadian para korban dievakuasi ke Puskesmas Bantur," ungkap Sutadi.

Berdasarkan penanganan pertama pihak Polsek Bantur, kronologi bermula saat sopir bus rombongan wisatawan tersebut mengemudikan kendaraannya dari arah selatan. Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya saat melintasi tanjakan, sopir bus diduga telat mengoper gigi persneling.

"Sopir bus menggunakan gigi 2 dan pada saat di tengah tanjakan kendaraan tidak kuat menanjak. Sehingga oleh sopir di oper menjadi gigi 1," beber Sutadi.

Upaya yang dilakukan sopir bus tidak membuahkan hasil. Bus tetap tidak kuat menanjak. Sebaliknya, bus malah mundur.

Baca Juga : Memperkenalkan Amartha: Perusahaan Fintech di Indonesia

"Kemudian menabrak kendaraan yang berada dibelakangnya dan bus terguling," imbuhnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, penyebab kecelakaan murni karena faktor kesalahan manusia. Di mana, sopir bus diduga telat memindahkan gigi persneling sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan.

"Pengemudi bus kurang menguasai medan dan kondisi kendaraannya. Pada saat kejadian menggunakan gigi 2, sehingga tidak kuat saat menanjak," ujar Sutadi.

Sesaat setelah kejadian, Polsek Bantur yang memberikan penanganan pertama paska kecelakaan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Malang. Sementara itu, untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan, sesaat setelah kejadian juga telah dievakuasi dan kini diamankan polisi. "Kasusnya saat ini sudah dalam penanganan Satlantas Polres Malang," ujar Sutadi.

Dikonfirmasi terpisah, Kasihumas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik membenarkan bila kasus kecelakaan tersebut telah ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Malang. "Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kasusnya masih dalam penyelidikan," tutur Taufik.

Berdasarkan perkembangan hasil penyelidikan sementara, dari 25 penumpang bus mayoritas mengalami luka ringan. Sedangkan lima penumpang di antaranya, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, mereka mengalami luka berat.

"Para korban yang mengalami luka-luka sempat dievakuasi ke Puskesmas Bantur, sebelum akhirnya sejumlah korban dirujuk ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kanjuruhan, Kabupaten Malang," imbuhnya.

Dikabarkan, sejumlah saksi termasuk sopir yang terlibat kecelakaan telah dimintai keterangan oleh polisi. "Kami masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tersebut,” pungkas Taufik.


Topik

Hukum dan Kriminalitas pantai balekambang kecelakaan bus kecelakaan bus pariwisata kabupaten malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya