Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Tersangka Penganiayaan Anak Selebgram Malang Dijadwalkan Pemeriksaan Kejiwaan

Penulis : Irsya Richa - Editor : Dede Nana

02 - Apr - 2024, 14:07

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) bersama Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto (baju putih) menunjukkan barang bukti penganiayaan di Mapolresta Malang Kota beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) bersama Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto (baju putih) menunjukkan barang bukti penganiayaan di Mapolresta Malang Kota beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pelaku penganiayaan terhadap balita Jana Amira Priyanka (3) anak Selebgram asal Malang Hifdzan Silmi Nur Emyaghnia atau dikenal Aghnia Punjabi segera diperiksa kejiwaannya. Rencananya pemeriksaan itu akan berlakukan pada Rabu 3 April 2024.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, Sabtu (30/3/2024) saat berada di kantornya. “Rabu dilakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku kasus tindak kekerasan pada anak,” ungkap Danang.

Baca Juga : Warga Kabupaten Malang Terlibat Kasus Uang Palsu, Polisi Gencarkan Patroli dan Sosialisasi

Nantinya Indah Permata Sari (27) warga Bojonegoro, Jawa Timur langsung diperiksa kondisi psikologi di Mapolresta Malang Kota. Pemeriksaan itu bakal dilakukan oleh tim Polda Jatim.

“Besok itu tersangka akan diperiksa dicek kondisi kejiwaannya. Polda Jatim akan langsung ke sini (Mapolresta Malang Kota),” imbuh Danang.

Untuk menentukan kejiwaan seorang tersangka, ada dua tahap pemeriksaan standar yang perlu dilakukan. Pertama, auto-anamnesa yakni, mewawancarai langsung kondisi pasien atau tersangka.

Dari tatap muka dan berbincang langsung selama wawancara, psikiater dapat menganalisis kelainan jiwa yang mungkin dimiliki tersangka. Kedua yakni hetero-anamnesa, yakni pemeriksaan riwayat pasien (tersangka) dari lingkungan sosial di sekitarnya.

Pemeriksaan itu dilakukan karena dari hasil interogasi Satreskim Polresta Malang Kota tersangka mengaku melakukan tindak kejahatan didasari rasa jengkel karena korban menolak untuk diobati. Karena terdapat luka bekas cakar di tubuh Cana, tapi ditolak.

Baca Juga : Kuasa Hukum Terdakwa Korupsi Puskesmas Bumiaji Sebut Dakwaan Jaksa 'Kabur'

Faktor lainnya secara personal dipicu salah satu anggota keluarga pelaku sakit. “Namun itu tidak bisa dijadikan alasan pembenar apapun untuk melakukan kekerasan terhadap anak,” ucap Danang.

Sedang tersangka saat ini berstatus cerai hidup dengan satu anak berusia 2,5 tahun asal Bojonegoro, Jatim. Pihak kepolisian pun masih akan memelakukan pendalaman dan analisa apakah ada kekerasan lain.


Topik

Hukum dan Kriminalitas kekerasan anak cana aghnia punjabi polresta malang kota


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Dede Nana