Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Terdakwa Kasus Korupsi Puskesmas Bumiaji Kota Batu Ajukan Eksepsi

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

02 - Apr - 2024, 12:42

Kuasa hukum terdakwa ADP, Sumardhan (tengah) saat menyampaikan keterangan resmi (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kuasa hukum terdakwa ADP, Sumardhan (tengah) saat menyampaikan keterangan resmi (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Salah satu terdakwa kasus korupsi pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Bumiaji di Kota Batu Tahun Anggaran (TA) 2021, yakni Angga Dwi Prasetya atau ADP, mengajukan eksepsi atau nota keberatan pada persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa 2 April 2024.

ADP selaku Direktur CV Punakawan dan pelaksana kegiatan, sebelumnya ditetapkan tersangka dalam kasus ini bersama tiga orang lainnya yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari (KT), DA, Direktur CV DAP selaku konsultan pengawas, serta AKP selaku pihak swasta di CV Punakawan.

Baca Juga : BPBD Kota Batu Catat 31 Bencana Selama Maret 2024, Tiga Fasilitas Sekolah dan Puluhan Bagunan Rusak

Kuasa hukum ADP, Sumardhan, mengatakan, ada dua hal yang mendasari pengajuan keberatan atau eksepsi kali ini. Pertama adalah berdasarkan Pasal 156 KUHAP yang menyatakan dakwaan tidak dapat diterima jika keberatan diterima oleh hakim maka perkara tidak diperiksa lebih lanjut, terkait kewenangan mengadili.

Kedua adalah berdasarkan Pasal 143 KUHAP tentang syarat formil terkait identitas terdakwa, serta uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan dengan menyebut waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan.

“jika keberatan jenis yang kedua ini diterima maka surat dakwaan dinyatakan batal demi hukum,” kata Sumardhan dalam keterangan resminya.

Dalam keterangan resmi tersebut, Sumardhan juga menjelaskan beberapa poin alasan yuridis terkait pengajuan keberatan terhadap surat dakwaan. Salah satu poinnya menyebutkan bahwa terdakwa ADP sebagai Direktur CV Punakawan tidak pernah menerima dan mengelola uang anggaran proyek Puskesmas Bumiaji TA 2021, baik melalui transfer maupun tunai.

Sebab, pihak yang menerima dan mengelola anggaran tersebut untuk keperluan proyek Puskesmas Bumiaji TA 2021 adalah AKP dan PB, melalui rekening atas nama MTJ yang dipegang oleh AKP.

Berdasarkan beberapa poin alasan yuridis tersebut, Sumardhan selaku kuasa hukum ADP, menyampaikan empat tuntutan. Pertama, menerima keberatan atau eksepsi dari terdakwa ADP. Kedua, menyatakan surat dakwaan Penuntut Umum NO:REG.PERKARA PDS-01/BATU/Ft.1/02/2024 tertanggal 15 Maret2024 atas nama terdakwa ADP adalah batal demi hukum.

Ketiga, membebaskan terdakwa ADP dari dari dalam tahanan. Dan Keempat, memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya semula.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari (KT), ditetapkan sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus korupsi pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Bumiaji di Kota Batu, Jawa Timur, Tahun Anggaran (TA) 2021. Kartika ditetapkan tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu.

Baca Juga : 2 April, Wilayah Jatim Masih Berpotensi Alami Hujan Lebat yang Tidak Merata 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu, Mohammad Januar Ferdian, mengatakan, ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Bumiaji TA 2021.

Sebelumnya, sudah ada dua orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Dua orang tersangka yang ditetapkan sebelumnya ialah inisial ADP, Direktur CV Punakawan selaku pelaksana kegiatan, dan DA, Direktur CV DAP selaku konsultan pengawas. Keduanya ditetapkan tersangka pada Selasa 11 Oktober 2023 lalu.

“Pada hari ini Selasa tanggal 9 Januari 2024, tim penyidik Kejaksaan Negeri Batu kembali menetapkan dua orang tersangka dalam perkara tindak pidana,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa 9 Januari 2024.

Januar menerangkan, sesuai hasil pendalaman, tim penyidik kembali menetapkan dua orang tersangka. Pertama, KT (Kartika Trisulandari) selaku pengguna anggaran (PA) pada Dinas Kesehatan Kota Batu TA 2021 sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Serta AKP selaku pihak swasta yang secara bersama-sama dengan tersangka ADP di CV Punakawan yang telah melaksanakan pekerjaan pembangunan Gedung Puskesmas Bumiaji tidak sesuai dengan kontrak,” beber Januar.


Topik

Hukum dan Kriminalitas korupsi puskesmas puskesmas bumiaji eksepsi


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana