Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Dekan Fisipol Unisba Blitar: Media Garda Terdepan Pilar Kesetaraan Gender

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

01 - Apr - 2024, 19:35

Dekan Fisipol Unisba Blitar Dr Endah Siswati menyampaikan paparan materi dalam acara media gathering yang diselenggarakan Diskominfotiksan Kabupaten Blitar. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)
Dekan Fisipol Unisba Blitar Dr Endah Siswati menyampaikan paparan materi dalam acara media gathering yang diselenggarakan Diskominfotiksan Kabupaten Blitar. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam mencapai kesetaraan gender, media memainkan peran sentral dalam membentuk pandangan dan sikap masyarakat. 

Pada Senin, 1 April 2024, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Blitar menggelar media gathering yang menyoroti peran media dalam konteks tersebut. Acara ini dihadiri oleh insan pers Blitar Raya serta mendatangkan Dr Endah Siswati, dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unisba Blitar, sebagai pemateri utama.

Baca Juga : Tingkatkan Kesadaran Gender Lewat Jurnalisme Responsif, Pemkab Blitar Beri Komitmen Keterbukaan Informasi Publik

Dalam materinya tentang jurnalisme responsif  gender, Endah Siswati menggarisbawahi bahwa jurnalisme memiliki potensi besar dalam mencapai keadilan dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. "Melalui jurnalistik yang responsif gender, kita dapat meretas jalan menuju kesetaraan gender yang sejati," ungkapnya.

Kesetaraan gender, menurut Endah Siswati, bukan hanya tentang perlakuan yang sama di antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga tentang memastikan bahwa keduanya memiliki akses, hak, dan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan. Namun, dalam realitasnya, masih terdapat berbagai bentuk ketidakadilan gender yang menghambat terwujudnya kesetaraan tersebut.

"Ada lima bentuk ketidakadilan gender yang sering terjadi. Antara lain pelabelan, beban ganda, kekerasan, subordinasi, dan marginalisasi. Beban gender bagi perempuan terutama terlihat dalam tanggung jawab untuk mengurus keluarga, suami, dan anak-anaknya. Sementara mereka juga diharapkan untuk tetap berkarier di luar rumah,” terang Endah.

Paparan yang disampaikan Endah Siswati tersebut memberikan gambaran jelas tentang kompleksitas isu gender yang masih dihadapi oleh masyarakat, termasuk dalam konteks pemberitaan media. Dalam banyak kasus, media cenderung memperkuat stereotip gender dan tidak mampu memperjuangkan kesetaraan gender melalui pemberitaannya.Namun, dengan jurnalisme yang responsif gender, media memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang positif. 

“Melalui karya jurnalistik yang mengedepankan keadilan dan kesetaraan gender, media dapat membantu mengubah paradigma masyarakat dan membangun kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan sosial yang inklusif,” terangnya.

Endah menegaskan bahwa jurnalisme responsif gender bukan hanya sebuah konsep, tetapi sebuah komitmen untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan setara bagi semua. Dengan melibatkan media sebagai mitra dalam perjuangan untuk kesetaraan gender, diharapkan bahwa langkah-langkah nyata dapat diambil untuk mewujudkan visi tersebut.

Baca Juga : DKPP Kota Blitar Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilisasi Harga Jelang Idul Fitri

Dalam materinya tentang jurnalisme responsif gender, Endah Siswati menggarisbawahi bahwa jurnalisme memiliki potensi besar dalam mencapai keadilan dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Namun, ia juga menyoroti bahwa anggaran untuk program-program yang mendukung kesetaraan gender masih tergolong rendah.

"Meskipun kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender semakin meningkat, namun anggaran yang dialokasikan untuk program-program responsif gender masih rendah. Inilah mengapa jurnalisme responsive gender menjadi begitu penting. Tulisan jurnalistik memiliki kekuatan untuk membenahi ketimpangan gender dan menjadi sarana untuk menciptakan kesetaraan yang sebenarnya,” lanjutnya.

Dalam pandangannya, tulisan yang mampu menggugah emosi dan kesadaran gender merupakan kunci utama dalam membangun kesetaraan yang inklusif. Dengan memberikan perhatian khusus pada isu-isu gender melalui tulisan-tulisan yang berbobot, media dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam perjuangan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua.

“Dengan jurnalisme yang responsif gender, media memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang positif. Melalui liputan dan karya jurnalistik yang mengedepankan keadilan dan kesetaraan gender, media dapat membantu mengubah paradigma masyarakat dan membangun kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam pembangunan sosial yang inklusif,” tegas Endah Siswati.


Topik

Pendidikan Media gathering responsif gender Blitar Diskominfotiksan Kabupaten Blitar


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy