JATIMTIMES - Pelaku usaha di Kota Batu kembali mendulang untung alias cuan melalui pemasaran online. Salah satunya melalui platform TikTok.
Setelah sebelumnya platform tersebut sempat tutup dan mengakibatkan kerugian. Utamanya dari kalangan UMKM yang menjadi penjual di TikTok Shop.
Baca Juga : Gencarkan Operasi Pekat Semeru 2024, Polres Situbondo Ungkap 4 Kasus Dalam Sehari
Seperti yang dialami Khamim Tohari, pelaku usaha keripik buah di Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu. Pemasaran produk keripik buah Kendedes Selecta Fruit miliknya kini kembali memanfaatkan media sosial dalam beberapa platform online. Termasuk di antaranya TikTok.
"Pemasaran online mulai banyak menggunakan lagi media sosial seperti Instagram dan TikTok. Sempat ditutup (TikTok Shop) sampai beberapa bulan rugi, lalu sekarang buka lagi," jelas Khamim saat ditemui, belum lama ini.
Seperti diketahui pada pertengahan tahun lalu, TikTok Shop sempat resmi ditutup di Indonesia. Yakni mulai Rabu (4/10/2023) pukul 17.00 WIB. Hal ini membuat pedagang yang biasa menjual dagangan mereka di platform tersebut tak dapat menjual barang mereka seperti sebelumnya.
Tidak hanya penjual yang kehilangan salah satu tempat berdagang online mereka, pembeli yang gemar belanja online di TikTok Shop juga sudah tidak bisa membeli. Kebijakan itu mengundang beragam tanggapan dari para pedagang, khususnya UMKM.
Dengan adanya penutupan TikTok Shop membuat sejumlah pelaku usaha merugi puluhan juta rupiah. Utamanya yabg setiap hari mengandalkan platform TikTok untuk menjual produk ke seluruh penjuru Indonesia. Rumah produksi milik Khamim merugi kisaran belasan juta hingga Rp80 juta perbulan karena sebelumnya didapat dari TikTok Shop dan Live.
Khamim menceritakan, pihaknya sempat bersiasat dengan memanfaatkan banyak media sosial lain dan aplikasi lain. Upaya untuk bangkit dari kerugian itu sekarang mulai terlihat hasilnya. Permintaan atau pesanan ramai datang baik dari penjualan konvensional ke reseller maupun online langsung ke pembeli.
"Kalau sekarang dibuka lagi, dan mulai jalan. Meski belum sampai sangat ramai seperti dulu (sebelum ditutup)," kata dia.
Baca Juga : Gegara Viral Dapat THR Saat Tarawih, Jemaah Berbondong-bondong Datang hingga Ganggu Lalu LintasĀ
Sejak awal tahun dan memasuki bulan puasa Ramadan, pihaknya banjir pesanan. Ia juga mengaku menambah jam kerja lembur pekerja rumah produksi miliknya. Dalam sehari mampu menghasilkan hingga 4 kwintal keripik buah dari nangka hingga apel.
"Pesanan online dan offline hampir sama banyaknya. Offline lebih banyak tengkulak atau untuk dijual lagi, kalau online banyak konsumen langsung," terangnya.
Sejak awal penggunaan live TikTok sudah dilakukan. Kata Khamim, rumah produksinya cukup terbantu untuk lebih banyak dikenal masyarakat luas selaku konsumen. Menurut pantauan di rumah produksi tersebut, salah satu pekerja ditugasi khusus untuk memasarkan melalui TikTok Live atau siaran langsung. Perangkat ponsel juga tak hanya satu yang dipergunakan, tak lain untuk menambah jangkauan ke konsumen berbagai daerah.
"Alhamdulillah permintaan keripik menjelang lebaran sejak awal puasa mencapai peningkatan 100 persen. Banyak pemesan dari luar daerah di Jawa timur, mulai Trenggalek, Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan," tambah Khamim.
