Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Taman Pecut dan Kisah Mistis Pecut Samandiman Milik Bupati Blitar Kanjeng Jimat

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Dec - 2023, 13:13

Taman Pecut, ikon wisata di jantung Kota Blitar.(Foto : Instagram @blitargowes)
Taman Pecut, ikon wisata di jantung Kota Blitar.(Foto : Instagram @blitargowes)

JATIMTIMES- Ada sebuah taman di Kota Blitar yang ternyata memiliki latar belakang menarik. Bahkan, tak sedikit orang yang mengaitkan taman ini dengan hal mistis. Taman tersebut adalah Taman Pecut.

Terletak di jantung Kota Blitar, taman yang dirancang dengan indah ini bukan hanya sebuah tempat rekreasi biasa. Pasalnya, ada kisah mistis yang membayanginya. Di balik gemerlap air mancur yang memukau, Taman Pecut adalah perpaduan magis antara modernitas dan warisan sejarah yang mengesankan.

Baca Juga : Sekda Izul Marom Buka Job Fair Kabupaten Blitar, Harapan Baru Bagi Ribuan Pencari Kerja

Taman Pecut tak hanya menawarkan air mancur dan patung buatkan manusia, tetapi juga menyimpan cerita-cerita mistis dan sejarah yang menawan. Sebuah tempat di mana keelokan dan kekuatan legenda bertaut dalam gemerlap modernitas kota.

Asal nama "Taman Pecut" diilhami oleh sebuah patung di taman yang letaknya di selatan Alun-alun Blitar. Patung itu berupa tangan yang gagah memegang pecut atau cemeti, dikelilingi oleh pancaran warna air mancur yang mempesona. 

Menurut legenda yang berkembang, pecut itu merupakan perwujudan dari Pecut Samandiman, sebuah pusaka yang digunakan oleh Bupati Blitar ketiga, KPH Sosrohadinegoro. Pusaka tersebut menjadi penangkal amukan lahar dari Gunung Kelud, mencerminkan keberanian dan kekuatan dalam menjaga kota ini dari bahaya alam yang mengintimidasi.

KPH Sosrohadinegoro adalah pemimpin Blitar yang amat disegani. Ia menjabat bupati ketiga Blitar menggantikan KPW Warsokoesoemo yang wafat pada 19 September 1896. Sosrohadinegoro dikenal cakap memerintah dan memiliki kesaktian, oleh sebab itulah ia dijuluki Kanjeng Jimat. 

Menurut mitologi, dengan Pecut Samandiman ia mampu mengusir lahar Gunung Kelud hanya dengan sekali lecutan. Saat dilecutkan, suara pecut ini konon menggelegar sampai ke angkasa. Daya magis pecut ini membuat aliran lahar Gunung Kelud pun tersibak dan kemudian terbelah menjadi dua.

“Kalau menurut cerita dari putro wayah Eyang Warsokoesoemo, yang punya pecut Samandiman ini Kanjeng Jimat Bupati KPH Sosrohadinegoro. Sempat ada yang bilang pecut itu punya Patih Djoyodigdo, tapi saya percaya dengan apa yang diceritakan keluarga, pecut ini punya Kanjeng Jimat,” jelas Juru Kunci Pasarean Pangeranan  Blitar, Harmono. 

Pasarean Pangeranan adalah tempat peristirahatan terakhir Bupati ketiga Blitar KPH Sosrohadinegoro.

Kabupaten Blitar pada zaman itu memang berada tepat di tengah dua jalur aliran lahar Gunung Kelud. Di sebelah timur ada Kali Putih dan jalur barat mulai Sumberasri, Kecamatan Nglegok sampai ke Bacem. Setelah peristiwa lecutan Pecut Samandiman itulah dipercaya aliran lahar itu menjadi dua jalur lagi ke arah Udanawu dan Ponggok.

Baca Juga : Kisah Sahabat Nabi yang Minta Dikafani dengan Kain Kafan Lusuh

Namun sayang, hingga kini jejak dari pecut Samandiman ini tidak dapat diketahui. Fisik dari pecut itu tidak pernah lagi dijumpai hingga saat ini. Banyak kalangan yang bilang, pecut Samandiman moksa setelah pemiliknya meninggal dunia.

Entah cuma cerita fantasi atau benar-benar pernah ada, kesaksian hilangnya pecut Samandiman diutarakan Mantan Bupati  Blitar Herry Nugroho. Selama berada di pendapa saat menjabat sebagai Blitar mulai tahun 2005 sampai dengan 2016 , Herry mengaku tidak pernah melihat bentuk fisik pecut Samandiman. Dirinya pun memastikan pecut ini tidak ada di ruang pusaka Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro.

“Putro wayah dari Bupati Warsokoesomo pernah menanyakan ke saya terkait dengan keberadaan pecut ini, mau diminta katanya dan mau dirawat oleh keluarga. Nah, saya bilang, pecut Samandiman ini tidak ada di pendopo, sejak saya awal menjabat hingga pensiun tidak pernah saya melihat bentuk pecut ini, di ruang pusaka pendopo saya pastikan tidak ada,” kata Herry.

Sepanjang sejarah perjalanan Kabupaten Blitar sejak 1830, konon KPH Sosrohadinegoro adalah bupati yang paling keramat. Pusaka pecut Samandiman didapatkan sang bupati dengan laku tirakat yang cukup berat. Bahkan konon salah satu laku tirakat yang dilakukan Sosrohadinegoro adalah tidak boleh bersetubuh dengan perempuan. Konon laku tirakat ini membuatnya tidak menikah seumur hidup.

“Eyang Sosrohadinegoro ini tidak memiliki keturunan karena beliau tidak menikah seumur hidup,” pungkas Harmono. 


Topik

Serba Serbi Blitar taman pecut pecut samandiman


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri