Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Mengenal Sejarah Kue 8 Jam Khas Palembang yang Manis dan Lembut

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

01 - Dec - 2023, 06:14

Kue 8 Jam khas Palembang. (Foto dari internet)
Kue 8 Jam khas Palembang. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Jika berbicara soal Palembang, pasti yang terbesit di kepala kita adalah Pempek atau Tekwan. Namun ternyata, Palembang tidak hanya memiliki itu saja.

Di Palembang sendiri terdapat kue bernama unik yakni kue 8 Jam. Kue yang satu ini termasuk dalam kategori kue basah khas Palembang. 

Baca Juga : Tax Center FEB Unisma Raih Penghargaan Tax Center Teraktif I

Sesuai dengan namanya, proses pembuatan kue ini membutuhkan waktu delapan jam untuk pengukusan, tidak boleh lebih maupun kurang.

Ciri kue yang satu ini yakni warna coklat kekuningan dengan pori–pori kecil yang tampak pada tiap potongannya. Teksturnya sendiri lembut dan agak sedikit kenyal. Ketika sampai di lidah, rasa legit dengan sensasi basah akan 'pecah' di mulut dengan kenikmatan yang tiada duanya.

Selain cita rasanya yang lezat, kue ini juga mengandung nilai kehidupan yang menjadi pegangan masyarakat Palembang pada zaman dahulu.

Dilansir dari akun Tiktok @goodnewsfromindonesia dan beberapa sumber lainnya, pada zaman dahulu, kue 8 jam ini hanya diperuntukkan masyarakat kelas atas. Hal itu karena bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kue delapan jam cukup mahal. Sebenarnya, bahan kue delapan jam cukup sederhana, seperti telur, margarin, kental manis, dan gula.

Hanya saja, jumlah telur yang dibutuhkan untuk kue ini setidaknya haruslah 20 butir. Bahan ini termasuk cukup mahal pada zaman dahulu, apalagi telur menjadi pilihan utama untuk lauk pauk masyarakat menengah ke bawah.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, hampir semua lapisan masyarakat sudah bisa menikmati kue ini. Bahan-bahannya pun sudah sangat mudah untuk didapatkan.

Kue ini kerap jadi hidangan utama ketika hari besar atau perayaan tertentu. Jika kamu datang ke Palembang ketika bulan puasa atau Idul Fitri, sebagian besar rumah akan menyediakan kudapan ini.

Di sisi lain, kue delapan jam juga menjadi Warisan Budaya Tak benda (WBTb) dari Sumatra Selatan yang kaya akan nilai filosofis mengenai kehidupan dan ketuhanan.

Diketahui, nilai tersebut bisa tersirat dari proses pembuatannya yang memakan waktu berjam-jam, dan memiliki arti bahwa kehidupan harus dijalani dengan sabar sebelum mencapai tujuan.

Sementara itu, jika ada yang mencoba untuk mengukus kue ini dengan waktu kurang dari 8 jam, maka cita rasanya pun tidak akan maksimal. Bahkan kue basah ini akan menjadi lembek dan tidak berpori.

Selanjutnya dari segi penamaan, pemilihan waktu delapan jam ini juga mempunyai alasan. Sejarawan Palembang, Mang Amin mengatakan bahwa penamaan delapan jam pada kue tersebut ada kaitannya dengan pembagian waktu dalam hidup.

Di mana, dalam 24 jam waktu dalam sehari itu setidaknya manusia harus membaginya dengan 3 kegiatan yang berbeda selama 8 jam, yaitu 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirahat, dan 8 jam untuk beribadah.

Kemudian untuk angka 8 juga melambangkan jumlah orang yang mengangkat keranda manusia ketika ia tutup usia nanti. Artinya, manusia itu harus senantiasi ingat bahwa hidup di dunia hanyalah sementara.

Membahas makanan yang satu ini tak lengkap jika tidak membagi resep kepada para pecinta kuliner nusantara. Beberapa bahan yang perlu disiapkan antara lain:

• Telur ayam 25 butir

• Margarin 250 gram

• Tepung terigu 50 gram

• Vanili

• Susu kental manis

• Gula Pasir 100 gram

Adapun sebelum proses pembuatannya, memerlukan mixer, loyang kue, oven dan pengukus. Dan proses pembuatannya yaitu:

• Membuat Adonan Kue

Baca Juga : Sandera Israel Sebut Bertemu Pimpinan Hamas, Ungkap Perlakuan Asli Militer Hamas

Masukkan margarin dan gula pasir ke dalam mixer lalu kocok. Selanjutnya, masukkan telur dan kocok kembali hingga merata. Masukkan tepung terigu, vanili dan susu kental manis dan kembali diaduk hingga rata.

• Mengukus Adonan Kue

Untuk menghindari kue akan lengket di loyang, olesi loyang dengan margarin hingga merata. Selanjutnya, tuangkan adonan kedalam loyang dan masukkan ke dalam panci untuk dikukus selama delapan jam.

• Memanggang Kue yang Telah Dikukus dengan Oven

Setelah proses pengukusan selesai, masukkan kue tadi ke dalam oven untuk dioven. Waktu pengovenan yaitu selama 15 menit dengan suhu 120 derajat celcius. Setalah itu, kue 8 jam siap dihidangkan.


Topik

Serba Serbi Kue 8 Jam Palembang resep kue


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri